Oleh: Garth Mullis
Di India dan
Asia pesawat radio digunakan untuk memantau frekuensi-frekuensi yang sudah
dikenal, mencari signal dari Kanada yang dikenal sebagai “kawan lama.” Aktivis
China mencari dial untuk berita dari Kanada terkait unjuk rasa di Hongkong,
tapi signal yang berasal dari Sackville – pemancar New Brunswick radio
internasional Kanada telah lenyap sebagai korban rentetan pemangkasan anggaran.
Baru-baru
ini dengan emosi tertahan Mark Montgomary menutup transmisi terakhir Radio
International Canada (RCI) setelah 65 tahun siaran melalui gelombang pendek ke
dunia. Stasiun radio ditutup dan anggaran dipangkas sampai 80 %.
Seperti koran
dan lampu pijar, matinya radio gelombang pendek telah lama digembar-gemborkan.
Namun jutaan orang yang mendengarkan RCI mungkin tidak setuju, begitu juga
saya.
Sebagai
seorang bocah yang hampir buta, dunia saya agak kecil. Tapi ketika saya
menemukan radio gelombang pendek dunia saya menjadi berkembang. Ayah saya
memasang kabel panjang di ranting tinggi pada pohon tetangga. Antena tersebut
menghubungkan saya dengan sesuatu yang lebih besar, mematahkan kesepian di
tahun 1980an.
Tidak
seperti internet yang mudah diganggu oleh para diktator, peretas, perang,
bencana alam, gelombang pendek tidak bisa sungguh-sungguh diganggu dan tidak
memerlukan jaringan infrastruktur optik fiber yang besar, server dan jaringan
kabel telepon bermil-mil. Tidak seperti membaca artikel ini secara online,
mendengarkan radio tidak meninggalkan catatan elektronik. Podcasting telah
menyababkan kebangkitan radio, namun saya tidak pernah ingin meilhat korporasi
radio Vancouver/CBC Radio One berubah menjadi online saja.
Sekitar
sepertiga dunia tidak memiliki akses telepon, listrik maupun internet, tapi
radio gelombang pendek dengan baterai terdapat dimana-mana di dunia yang sedang
berkembang dan mereka tidak akan lagi mendengar dari Kanada. Gelombang pendek
menjadi pendukung terbaik ketika bentuk lain komunikasi tidak berfungsi,
gelombang pendek bisa digunakan untuk berkomunikasi secara internal ketika
terjadi bencana alam (ini terjadi saar badai Katrina) dan bahkan bisa
memancarkan internet.
Dari 18
negara barat Kanada adalah yang ke-16 dalam pengeluaran untuk siaran publik
hampir mengalahkan Selandia Baru dan AS namun kini RCI telah memangkasnya.
“Tolong
Kanada, carilah cara untuk menghindari memotong lidahmu sendiri,” pinta Thomas
Witherspoon – warga AS pendiri dan direktur LSM Ears To Our World.
Pada tahun
1980an 20 juta pendengar China belajar bahasa Inggris dari serial siaran RCI
yang diadakan selama berbulan-bulan sebagai tambahan acara reguler. Baru-baru
ini tercetus unjuk rasa pro-demokrasi di Hongkong tapi di tanah daratan China
negara bisa menyensor banyak reportase dengan memblokir konten internet melalui
paket analisa mendalam atau penyebaran propaganda dari blogger pemerintah.
Sebelumnya jutaan dari mereka mendengarkan “Suara Kanada” RCI dan akan
mengetahui berita semacam itu, malangnya website RCI diblokir di China.
Radio
internasional gelombang pendek menjadi semacam sekolah lama, murah dan mudah
diakses. Memungkinkan aktivis di luar negeri mengetahui apa yang direncanakan
pemerintah mereka. Radio adalah bagian dari percakapan global.
Berakhirnya
radio merupakan sebuah keputusan yang buruk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar