Minggu, 15 April 2012

Kisah DXer dari Balik Papan


Pada edisi kali ini kami ingin menampilkan sosok seorang pendengar senior yang berdomisili di Balik Papan Kalimantan Timur yaitu Bapak Drs Jan Abraham, nama yang tak asing lagi di deretan nama pendengar radio luar negeri. Karena sering kali beliau berkirim surat kepada redaksi bulletin Mediator dengan topic yang menarik tentunya, sehingga kami memutuskan untuk memuat cerita beliau untuk berbagi kepada pembaca bulletin, semoga berkenan.

Pada pertengahan Desember 2011 saya dan beberapa teman saya ( 5 orang ) ditugaskan Pimpinan untuk meliput ( mengcover berita ) tentang sebab musabab runtuhnya jembatan Mahakam di Kota Tenggarong. Kami berangkat dengan mobil dinas dan mengumpulkan data  selama kurang lebih 3 minggu. Data kami peroleh langsung dari saksi mata dan tim evakuasi yang membantu korban pada saat kejadian tersebut. Setelah selesai pengetikan laporan, kami langsung pulang ke Balik Papan tentu disertai foto, dokumentasi dan lainnya.

Sejauh ini baru 25 orang yang berhasil dievakuasi dan ada sejumlah kendaraan yang belum bisa dievakuasi dari dasar sungai yang kedalamannya +/- 50 meter ditambah arus yang deras dan jarak pandang yang sulit karena air yang keruh dan kotor. Bila saya menarik kesimpulan runtuhnya jembatan itu disebabkan minimnya maintenance, perawatan yang minim dan kontruksi jembatan yang tidak standard. Pemerintah memang dapat membangun jembatan megah itu namun mutu dan perawatan kurang diperhatikan. Jembatan yang baru berusia 10 tahun ( dibangun  tahun 1995 ) dengan biaya ratusan milyar. Pemerintah setempat menyebutnya Golden gate mengadopsi nama dari jembatan di San Fransisco AS. Namun sangat disayangkan jembatan yang banyak menyerap dana harus memakan korban jiwa dan harta. Semoga ini menjadi pembelajaran bagi Pemerintah Daerah Tenggarong Kab Kutai Kartanegara dan perhatian pemerintah untuk membangun jembatan dengan konstruksi yang kuat dan standard di kemudian hari ( Jan Abraham/Red. BLC )

Tidak ada komentar: