Senin, 07 Februari 2011

Pemenang Kuis Klub BLC ke - 1, 2011


Sebagai wujud suka cita kami dalam merayakan ulang tahun BLC ke – 1 kami memuat beberapa ucapan Ulang Tahun dan opini terhadap keberadaan, kemajuan BLC ke depan. Kami juga dengan senang hati mengumumkan pemenang Kuis Klub “Ultah BLC”, Terima kasih atas perhatian, sumbangsih, peran serta anda dalam memberikan konstribusi terhadap kemajuan BLC.

Berikut nama pemenang Kuis Klub BLC adalah :
1.       Drs. Jan Abraham ( 033/BLC-M ), Jl Gunung Rejo RT 11 No. 9 Balik Papan 76122 KALTIM
2.       Suriadi ( 052/BLC-M ), Ds Kaliring RT 01/01 No. 48 Kec. Padang Batung Kab. Hulu Sungai Selatan KALSEL 71281
3.       Sarippudin D ( 011/BLC-M ), Jl Sibolga KM 15 Simaninggir, Sitinjak Angkok Brt Tapanuli Selatan 22736 SUMUT

Pemenang pertama mendapatkan 1 T-Shirt Radio Taiwan Internasional versi Peluncuran Website, vandel dan pin Deutsche Welle dan bahan bacaan lainnya
Pemenang kedua mendapatkan 1 T-shirt Radio Taiwan Internasional versi Pameran flora internasional, vandel dan pin Deutsche Welle dan bahan bacaan lainnya
Pemenang ketiga mendapatkan 1 buah ballpoint Radio Taiwan Internasional, vandel dan pin Deutsche Welle dan bahan bacaan lainnya.

Hadiah telah dikirim tanggal 5 February 2011 dengan pos tercatat bersamaan dengan pengiriman buletin MEDIATOR edisi Maret - April 2011.
Selamat kami ucapkan kepada pemenang atas partisipasi dan dukungan terhadap klub selama ini. 

Salam, Ketua BLC

Programa Radio Jepang NHK 7-12 Februari 2011

7 Februari
(Senin)
Fokus Radio Jepang: Teknologi Baru untuk Era Logam Tanah Jarang (1)
- Campuran Magnesium Ultra Kuat yang tidak memerlukan Logam Tanah Jarang


photo
Professor Madya Hiromi Miura

Sebuah tim riset Jepang mengembangkan campuran magnesium paling keras di dunia yang dapat menggantikan magnesium yang berkekuatan rendah. Campuran magnesium super keras itu tidak memerlukan mineral  logam tanah jarang untuk produksinya.

Belajar Bahasa Jepang
8 Februari
(Selasa)
Fokus Radio Jepang: "Pendanaan Mikro" Yang Mengubah Dunia

photophoto
(Kiri) CEO MFIC Atsumasa Tochisako
(Kanan) Suasana di pusat layanan finansial MFIC

Kami perkenalkan anda pada pria Jepang yang menciptakan sebuah infrastrukur pendanaan yang bersejarah. Dia adalah Atsumasa Tochisako, 57 tahun, CEO Micro Finance International Cooperation (MFIC). Lembaga ini mengembangkan dan menawarkan layanan finansial termasuk pengiriman uang bagi para pekerja migran yang datang ke Amerika Serikat untuk mencari nafkah. Layanan finansial ini juga dirancang untuk membantu para pekerja asing di negara asal mereka.
9 Februari
(Rabu)
Nippon Q & A: Sejarah Ski di Jepang

Kali ini kami akan menjawab pertanyaan dari seorang pendengar di Myanmar: "Kapan tempat bermain ski pertama dibuka di Jepang?"

Legenda Dari Jepang: Sang Ahli Berbohong

Belajar Bahasa Jepang
10 Februari
(Kamis)
Fokus Radio Jepang: Proses Lahirnya Seorang Bayi - Kisah Seorang Ibu yang Mengajarkan Nilai Hidup Kepada Generasi Muda

photophoto
(Kiri) Nanako Oba, seorang tenaga pendidik tentang kelahiran
(Kanan) Kelas untuk anak usia 13 tahun

Jumlah generasi muda yang hamil atau bunuh diri saat ini tengah meningkat di Jepang. Kondisi ini mendorong seorang ibu untuk memberikan apa yang disebutnya "Pelajaran dari Kelahiran" kepada para anak-anak muda. Ia ingin membantu mereka agar dapat bersikap positif terhadap diri sendiri dengan melihat perjuangan seorang bayi untuk dilahirkan. Diharapkan mereka dapat menyadari betapa besarnya cinta kasih keluarga mereka. Kami akan mengajak anda menyoroti kegiatannya.
11 Februari
(Jumat)
Fokus Radio Jepang: Trend "Taman Kanak-kanak Hutan"

photophoto

Saat ini semakin banyak Taman Kanak-kanak di Jepang yang mengajak anak-anak keluar kelas. Sekolah yang dikenal dengan "TK di Hutan" itu ditujukan untuk mengembangkan kemampuan fisik dan kemampuan individual anak dengan cara bermain di alam terbuka. Simak laporan lengkapnya.

Belajar Bahasa Jepang
12 Februari
(Sabtu)
Pojok Tamatebako: Paraparanoid

photo
Band Paraparanoid bersama Prieka Khatima dari Radio Jepang

Pojok Tamatebako kali ini akan memperkenalkan anda pada sekelompok mahasiswa Sastra Jepang Universitas Gajah Mada yang bergiat di bidang musik lewat kelompok bernama Paraparanoid. Kelompok ini sempat tampil membawakan lagu-lagu Jepang dalam acara Temu Pendengar Radio Jepang di Jogjakarta pertengahan Januari lalu.

J-Pop Pekan Ini

Setiap Sabtu kami memutarkan tiga lagu yang tengah populer di Jepang pekan ini beserta informasi seputar penyanyi dan lagunya.
13 Februari
(Minggu)
Halo Dari Tokyo

Setiap hari Minggu, kami membacakan surat dan menjawab pertanyaan, serta memutarkan lagu-lagu permintaan pendengar.

Minggu, 06 Februari 2011

Radio Amatir digunakan untuk mengirim pesan keluar dan kedalam Mesir

Huffington Post, 29 January 2011, Craig Kanalley dan Jake Bialer: 
“‘Internet tidak berfungsi, mobil polisi terbakar,’ dikirim oleh seorang Mesir. ‘Hari ini menandai hari besar di Mesir,’ dikirim seorang lainnya. Pesan-pesan ini bukan berasal dari telepon mobile atau internet tetapi dari radio amatir yang menyebarkan kode morse entah dari mana di tengah kekacauan di Mesir. Upaya pemerintah Mesir membatasi komunikasi di dalam negara itu telah mencetuskan gelombang aktivisme dari kelompok internasional  kebebasan berbicara di internet yang disebut Telecomic. ... Para aktivis memberikan instruksi bagaimana menggunakan modem dial-up dan radio amatir, dikenal sebagai Radio Ham, yang dapat digunakan orang Mesir untuk berkomunikasi. Kelompok tersebut mengatakan radio itu juga berfungsi menerima dan menguraikan isi pesan berupa kode, yang dikirim pada frekuensi yang direkomendasikan oleh aktivis kelompok tersebut. Walaupun kelompok-kelompok ini hanya bisa menerima sedikit pesan pendek dari sumber yang tidak diketahui, penggunaan radio amatir oleh orang Mesir untuk menyebarkan pesan merepresentasikan ketertarikan pemakaian teknologi lama untuk mengelakkan restriksi pemerintah.”

Computerworld, 29 January 2011, Nancy Gehring dan Robert Mc Millan:
“We Rebuild menggambarkan dirinya sebagai “kelompok aktivis internet terdesentralisasi yang menggabungkan kekuatan untuk berkolaborasi dalam masalah-masalah terkait akses internet yang bebas tanpa pengawasan.” Kelompok itu membuat IRC bagi orang-orang yang dapat membantu pemancaran radio ham dari Mesir. Mereka mencoba menyiarkan sandi tentang band radio yang mereka pantau sehingga orang di Mesir tahu kemana untuk mengirimkan pesan. Beberapa penggemar ham membuat situs FTP dimana mereka bisa merekam apa yang mereka dengar dan mempostingnya. Sejauh ini mereka mengatakan telah menangkap pesan-pesan kode morse. Allen Fitts, juru bicara Asosiasi Nasional Radio Amatir mengatakan tidak ada yang menangkap transmisi suara apapun dari Mesir pada beberapa hari lalu. Mungkin itu karena orang Mesir mentransmisikan pada frekuensi lebih pendek yang mencakup 30 atau 50 mil. Satu masalah dengan radio ham adalah kebanyakan orang yang tahu bagaimana menggunakannya di Mesir mungkin dilatih oleh militer dan mungkin mereka menentang protes tersebut.
(Sumber: Kim Andrew Elliott reporting on International Broadcasting www.kimandrewelliott.com)―hind.

Selasa, 01 Februari 2011

BBC World Service cuts outlined to staff



BBC menegaskan rencana untuk menutup lima dari 32 service bahasa World Service.

Para pegawai diberitahu bahwa sampai 650 pekerjaan akan hilang dari 2.400 angkatan kerja dalam tiga tahun kedepan.

Siaran bahasa Macedonia, Albania, dan Serbia akan dihentikan begitu pula siaran bahasa Inggris untuk Karibia dan bahasa Portugis untuk Afrika, dalam upaya untuk menghemat £46 juta pertahun. 

Audiens diperkirakan akan anjlok lebih dari 30 juta, dari 180 juta menjadi 150 juta per minggu.

Dirjen Mark Thompson mengatakan ini adalah hari yang menyakitkan bagi BBC. Dalam tulisan surat kabar the Telegraph, dia mengatakan pemangkasan ini “pasti memiliki pengaruh signifikan terhadap audiens yang menggunakan dan mengandalkan siaran-siaran bahasa bersangkutan.” Namun dia mengatakan mereka “konsisten pada tujuan dan strategi internasional jangka panjang” dan bahwa “pendukung peran internasional BBC hendaknya jangan putus asa.” 

World Service yang memulai siaran pada 1932 ini, saat ini menelan biaya £272 juta per tahun dan mempunyai 241 juta audiens di seluruh dunia melalui radio, televisi dan online.

Oktober lalu pemerintah mengumumkan BBC akan mengambil alih pendanaan World Service dari Kementrian Luar Negeri mulai 2014.

Menurut Mr. Thompson, pemotongan tersebut penting oleh karena tinjauan pengeluaran pada musim gugur lalu.

Sebagai bagian dari rencana, acara radio dalam tujuh bahasa - Azeri (bahasa resmi Azerbaijan),  Mandarin China, Russia, Spanyol Kuba, Turki, Vietnam dan Ukraina akan berakhir. 

Sebagai penggantinya akan ada lebih banyak fokus distribusi konten melalui online, mobile dan TV dalam bahasa-bahasa tersebut.

(Sumber:www.bbcnews.com 26 January 2011)―hind.

Analisa Torin Douglas, koresponden media BBC News

BBC World Service menegaskan penutupan lima dari 32 layanan bahasanya. Ini sama sekali tidak mengejutkan. 

Pada Oktober, Kementrian Luar Negeri dan Commonwealth - yang masih mendanai World Service - mengatakan dana bantuannya akan dipotong sebesar 16% berdasarkan tinjauan pengeluaran pemerintah. (World Service belum didanai dengan biaya lisensi TV - tapi akan dimulai pada 2014).

BBC mengatakan juga menghadapi biaya tambahan - termasuk kontribusi pensiun yang besar - yang berarti akan ada penutupan service dan hilangnya pekerjaan secara signifikan.

World Service juga akan menghentikan enam transmisi shortwave pada Maret 2011 - Hindi, Indonesia, Kyrgyz, Nepal dan Great Lakes service untuk Rwanda dan Burundi. BBC mengatakan dua pertiga pekerjaan akan hilang pada 12 bulan pertama. 
Serikat pekerja menyebut langkah ini “keras” dan mencela “pemangkasan drastis” ini.

Berbicara dalam BBC Radio 4 hari ini, Jeremy Dear sekjen Uni Jurnalis Nasional (NUJ), mengatakan World Service adalah vital dan harus diselamatkan. NUJ mengatakan akan menggelar demonstrasi di luar markas besar World Service di London Tengah hari rabu.

Ketua Komite Urusan Luar Negeri Majelis Rendah Richard Ottaway dan ketua Komite Budaya, Media dan Olahraga John Whittingdale, menyeru mereka untuk meninjau rencana tersebut. Menurut NUJ “pemangkasan drastis” itu akan sangat merusak kepentingan nasional Inggris.

“Pemangkasan terhadap service nasional yang dihormati ini pada akhirnya menjadi tanggung jawab pemerintah koalisi, yang kebijakan-kebijakannya merusak kualitas service publik di Inggris,” kata Mr. Dear.

Serikat pekerja penyiaran Bectu juga menyatakan kaget, mengatakan pemangkasan tersebut “harus ditolak.”

Direktur BBC Global News Peter Horrocks mengatakan penutupan tersebut tidak merefleksikan prestasi service maupun acara secara individu. “Mereka semua sangat penting bagi audiens dan BBC,” katanya. Ini hanya karena perlunya penghematan dikarenakan skala pemotongan pembiayaan dana bantuan BBC World Service dari Kementrian Luar Negeri dan Commonwealth. “ Kami perlu memfokuskan upaya dalam bahasa-bahasa yang memiliki pengaruh paling kuat.”

Mantan direktur pelaksana Sir John Tusa menggambarkan pemangkasan itu sebagai “buruk, buruk, buruk.” Berbicara dalam acara hari ini, dia mengatakan: “Saya rasa ini mengerikan bagi pendengar World Service karena mereka tidak akan memiliki akses ke acara-acara dan mengerikan bagi kebijakan luar negeri Inggris karena mereka memperlemah salah satu elemen paling penting diplomasi kultural internasional secara substansial.”

(Sumber: www.bbcnews.com 26 January 2011)―hind.

Reaksi terhadap pemangkasan BBC World Service (part 1)

The Guardian, 26 January 2011, John Plunkett:
“Hari ini BBC dan pemerintah saling menuduh siapa yang bertanggung jawab atas pemangkasan BBC World Service yang akan menyebabkan hilangnya 650 pekerjaan, lebih dari seperempat angkatan kerja. Peter Horrocks, direktur BBC global news menyalahkan menteri luar negeri William Hague, yang mengatakan mendukung konsep World Service yang kuat tetapi gagal menyediakan dana untuk mendukungnya. Dalam tanggapannya Hague menjelaskan bahwa sebenarnya managemen BBC bermaksud mengurangi 13 service bahasa asing dari broadcaster berita global itu, hanya saja diveto pemerintah dan dikurangi menjadi lima.”

The Telegraph, 27 January 2011, Neil Midgley:
“Andrew Tyrie: Ketua Komite Keuangan Majelis Rendah mengatakan: ada keprihatinan mendalam dalam Majelis Rendah terkait keputusan ini, saya harap menteri luar negeri akan mempertimbangkan kembali dengan para anggota kabinet. Khususnya saya harap dia akan melihat pada anggaran bantuan luar negeri yang naik menjadi 37 persen, disaat dia bermaksud melakukan pemangkasan 16 persen pada World Service. Menteri kebudayaan bayangan dari Partai Buruh Ivan Lewis dan dari Partai Liberal Don Foster juga berbicara secara tegas menentang pemangkasan tersebut.”

Australian Broadcasting Corporation, The World Today, 27 January 2011, SIMON LAUDER (reporter): “Berbicara di BBC seorang anggota parlemen konservatif Komite Budaya Media dan Olahraga, Louise Bagshawe, mengatakan service-service yang akan dihentikan tidak begitu berharga seperti sebelumya. LOUISE BAGSHAWE: Jadi kita tidak sedang membicarakan skenario hari kiamat. Apa yang kita bicarakan adalah tentang penyusunan prioritas strategis, sebagai contoh kami memangkas services radio ke China dan Russia. Apa yang tidak kami jelaskan adalah China sangat sering memblokir service shortwave tersebut sehingga siaran tidak benar-benar sampai pada audiens dan bahwa di Russia penggunaan shortwave menurun besar-besaran dan orang beralih ke internet.”   
Daily Mail, 27 January 2011, Paul Revoir:
“Mantan direktur pelaksana BBC World Service Sir John Tusa mengklaim pemangkasan itu “mengerikan” bagi pendengar di seluruh dunia dan merusak kebijakan luar negeri Inggris, karena World Service dipandang sebagai salah satu alat diplomasi budaya Inggris yang paling krusial.”

BBC News, 26 January 2011, Torin Douglas:
“BBC telah mengungkapkan pemangkasan World Service secara luas―ternyata lebih buruk dari yang ditakutkan orang. Sir John Tusa mantan kepala World Service menyatakan pemangkasan itu ‘buruk, buruk, buruk.’ Dia mengatakan Kementrian Luar Negeri seharusnya mengurangi anggaran pembangunan internasional sebagai gantinya. Dia yakin pengurangan £46 juta akan memiliki lebih sedikit pengaruh daripada dampak pemangkasan World Service.”

The Guardian, 26 January 2011, John Domokos (video):
“'Ini adalah lonceng kematian.' ... Jurnalis berunjuk rasa di luar Bush House menentang kemungkinan hilangnya 650 pekerjaan dalam penghematan anggaran World Service.”

The Scotsman, 27 January 2011, David Maddox:
“Daya Thussu, profesor Komunikasi Internasional dan co-direktur Pusat Media India di Universitas Westminster, mengatakan: 'Keputusan ini merupakan langkah tidak bijaksana disaat pengaruh Inggris di dunia yang lebih luas pudar akibat munculnya aktor-aktor baru―China, India, Brazil.'”

The Press and Journal (Aberdeen), 27 January 2011, editorial:
“Dari semua pemangkasan yang dapat dipilih BBC, mengurangi World Service akan menjadi salah satu yang tidak populer. World Service adalah korporasi global yang telah membantunya menjadi broadcaster paling terpercaya dan dihormati di dunia. Dalam masa politik global setelah Perang Dingin ini, World Service adalah alat berharga untuk apa yang disebut intervensi diplomatik ‘lunak’ dalam perselisihan dan untuk mengawasi rezim di seluruh dunia. Kepentingan strategisnya begitu penting karena World Service didanai dengan dana bantuan Kementrian Luar Negeri. Susunan seperti itu akan berakhir pada 2014 ketika World Service akan harus didanai dari anggaran BBC sendiri. Jelasnya, BBC harus melakukan penghematan untuk terus mendanai sedikit level World Service dibawah persetujuan pendanaan terbatas yang disepakati dengan para menteri. Bagaimanapun, akan ada sedikit simpati, dengan sebuah organisasi yang terus menghasilkan produk ditengah kompetisi dengan service-service yang disediakan oleh sektor publik.”

(Sumber: Kim Andrew Elliott reporting on International Broadcasting www.kimandrewelliott.com)―hind.

Detail pemangkasan BBC World Service

“Penutupan service bahasa secara penuh: Akan dilakukan penutupan 5 service bahasa secara menyeluruh―Albania, Macedonia, Portugis untuk Afrika, Serbia, juga bahasa Inggris untuk kawasan regional Karibia.”

“Acara radio yang diakhiri: BBC World Service akan menghentikan semua acara radio―sebagai gantinya berfokus pada konten dan distribusi online, mobile dan televisi―dalam bahasa-bahasa sebagai berikut: Azeri, Mandarin China (acara radio dalam bahasa Kanton terus berlanjut), Russia (mempertahankan beberapa acara yang hanya akan didistribusikan secara online), Spanyol untuk Kuba, Turki, Vietnam dan Ukraina.”   

“Pengurangan distribusi shortwave dan medium wave: Akan dilakukan pengurangan bertahap dalam medium wave dan shortwave. Siaran bahasa Inggris melalui shortwave dan medium wave ke Russia dan bekas Uni Soviet direncanakan akan berakhir pada Maret 2011. 268 service medium wave meliputi Eropa Barat dan Inggris Tenggara akan berakhir pada Maret 2011. Pendengar di Inggris dapat terus mendengarkan melalui DAB, televisi digital dan online. Mereka yang tinggal di Eropa dapat terus mendengarkan secara online atau langsung melalui satelit domestik Hotbird dan UK Astra. Pada Maret 2014, siaran bahasa Inggris di Afrika dan Asia melalui shortwave dapat dikurangi menjadi 2 jam perhari. BBC World Service akan menghentikan seluruh distribusi konten radio melalui shortwave pada Maret 2011 dalam bahasa: Hindi, Indonesia, Kyrgyz, Nepal, Swahili, dan Great Lakes service (untuk Rwanda dan Burundi). Service-service radio ini akan terus tersedia untuk audiens dengan cara distribusi yang lain seperti radio FM (siaran langsung dan melalui patner), online, mobile dan media baru lainnya. Siaran shortwave lainnya selain dalam bahasa Inggris diperkirakan akan berakhir pada Maret 2014 dengan pengecualian sejumlah kecil service seperti bahasa Birma dan Somali.” 
(Sumber: Kim Andrew Elliott reporting on International Broadcasting www.kimandrewelliott.com)―hind.