Minggu, 22 Januari 2012

Tinjauan Peristiwa Penting dalam Bidang Penyiaran di Tahun 2011



Tahun 2011 dimulai dengan sejumlah berita buruk —pada 1 Januari Radio Slovakia International mengakhiri hampir seluruh emisinya di gelombang pendek disusul oleh Radio Prague pada 31 Januari. Siaran-siaran gelombang pendek yang masih tersisa dipancarkan oleh Radio Miami dan Radio Exterior de Espana. Sebelumnya pada 29 Desember 2010 radio lain memulai siaran di gelombang pendek, Gunaz Radio dengan emisi untuk Iran. Kita kembali mendengar Radio Wai dari Malaysia dan Cross Radio dari pulau Pohnpei di Micronesia. Radio kristen yang disebut “Chat” yang dikenal secara luas sebagai Radio Dardasha dimulai pada 17 Januari dari Cyprus. Pada bulan Februari ketika terjadi siklon Yasi di Australia, Radio Australia memulai siaran di gelombang pendek pada sejumlah stasiun lokal mereka. Pada 25 Februari BBC mengakhiri siaran dalam sejumlah bahasa asing. Pada 11 Februari Greenland Radio KNR menghentikan siaran di gelombang menengah dan gelombang pendek untuk selamanya. Pada bulan Maret siaran radio Amerika Serikat dari pesawat terbang yang disebut “Commando Solo” memulai transmisinya ke Libya. Di Antartika, radio yang berbasis di San Gabriel Argentina memulai kembali siarannya di 15476 kHz. Pada bulan April Belanda membeli pemancar dari Radio Sweden guna melengkapi pusat radio baru di Madagaskar dan di AlJazair pemancar gelombang pendek baru dipasang di Burgla. Pada bulan Mei stasiun KFBS di pulau Saipan ditutup dan stasiun keagamaan di Amerika Serikat WTWW membeli sebuah pemancar baru. Upaya penyiaran Family Radio dari Oakland di California yang berlangsung selama berbulan-bulan tanpa henti yang memperkirakan hari kiamat pada 21 Mei 2011 ternyata gagal. Pada bulan Mei kita kembali mendengar Radio Quito dari Ekuador dan La Voz de Resistencia—radio tentara gelap di Colombia. Italian Radio Service memulai emisinya dari sebuah situs baru di Romania. Paruh kedua tahun lalu dimulai dengan sebuah negara baru di Afrika—Sudan Selatan namun Juba Radio Peace yang terletak di ibu kota tidak pernah memulai kembali siarannya. Pada 30 Juli, 10 tahun setelah penutupan stasuin radio Taliban, Voice of Shari`ah, Radio Afghanistan memulai kembali siaran di gelombang pendek dengan acara-acara dalam bahasa Inggris dan Urdu. Taliban telah melarang kepemilikan pesawat radio, TV, komputer dan banyak peralatan lain. Pada pertengahan Agustus Radio Voice of Africa dari Libya yang pro Gadaffi mengakhiri emisinya dan Radio Libya kembali di gelombang pendek pada akhir Oktober. Pada 13 Agustus dipasang sebuah pemancar radio baru “Voice of Andes” di Friesland, Jerman. Dua stasiun yang beroperasi dari pulau Palau di Samudera Pasifik telah aktif di gelombang pendek pada bulan September dengan siaran yang dipancarkan ke Kamboja. Pada bulan Oktober sebuah pusat gelombang pendek baru didirikan di Venezuela dan sebuah pemancar dipasang di Angola. Tiga bulan terakhir tahun 2011 juga membawa kabar buruk bagi penyiaran radio, Radio Deutsche Wellw menghentikan siaran dalam bahasa Jerman dan Radio Portugal dalam bahasa Portugis. Penutupan atau rencana penutupan pusat radio ternama di dunia juga diumumkan seperti Rampisham—Inggris, Trincomalee—Sri Lanka, Fontbonne yang dimiliki Trans World Radio di Perancis dan Sines di Portugal.
(diterjemahkan & dipublikasikan dengan izin dari Radio Bulgaria www.bnr.bg)•hind

Tidak ada komentar: