Rabu, 12 September 2012

KISAH PENYIAR SENIOR RRI PONTIANAK



Pada era delapan puluhan Radio Republik Indonesia memiliki pendengar yang sangat luas. Saat itu jumlah radio swasta masih sedikit, sementara televisi juga belum banyak. Para penyiarnya memiliki penggemar fanatik. Ada yang suka bawakan makanan hingga berkirim surat. HERIYANTO, Pontianak

SUGENG Dasam sudah 29 tahun menjadi penyiar RRI. Awalnya tak ada niat menjadi penyiar. Sugeng juga merasa tak memiliki bakat. Di sekolah dia juga relatif pendiam alias tidak banyak bicara. “Waktu SMA, ngomong saja saya ini nggak pandai. Padahal kan modal jadi penyiar itu harus pandai bicara,” ujarnya saat ditemui di Gedung RRI Pontianak.

Suatu ketika ada penerimaan penyiar di RRI. Saat itu Sugeng belum lama lulus sekolah. Meski dengan tidak begitu yakin diterima, Sugeng mendaftar jadi penyiar. “Eh waktu daftar, saya diterima pula,” ceritanya. Awalnya sugeng belajar siaran secara otodidak. Dia kerap mendengarkan siaran lain. Setelah mulai siaran, barulah dia dilatih berbagai teknik suara. “Latihannya banyak sekali. Supaya suara enak didengar,” katanya.

Sejak saat itulah Sugeng menjadi penyiar RRI. Setiap hari dia membawakan berbagai program, mulai acara musik hingga baca berita. Sebagai penyiar, Sugeng ternyata banyak diidolakan pada pendengar. Ada pendengar yang sampai bawakan makanan ke studio. Banyak juga pendengar yang kerap mengirim surat padanya.
“Biasanya pendengar itu suka penasaran dengan penyiarnya. Suaranya kan terdengar bagus dan berwibawa. Dikira orangnya juga gagah dan berwibawa. Ternyata mereka sering tertipu, karena orangnya tak seperti suaranya. Ada yang ceking ada yang gemuk..haha..,” kata Sugeng sembari tertawa.

Kala itu memang belum begitu banyak stasiun radio swasta. Televisi juga belum banyak. Hanya ada TVRI. Setiap rumah pasti memiliki satu radio. Pendengar yang berada di kampung bahkan kerap membawa radio saat pergi berladang.  Kepala Seksi Siaran RRI Agustini mengatakan, para pendengar banyak yang berasal dari berbagai daerah. Saat itu belum ada hand phone. Pendengar tidak mengirimkan sms, tetapi mengirim surat pendengar. Dari situlah diketahui dimana saja asal pendengar itu.

Saat itu mereka memakai short wave. Gelombang ini jangkauan jauh. Karena itu siaran mereka bisa menjangkau hingga ke pedalaman. “Pendengar kami bahkan ada yang dari Malaysia, Australia, dan sejumlah negara lain,” cerita Agustini.  Baik Sugeng maupun Agustini sama-sama menjalani pekerjaan sebagai penyiar karena hobi. Karena itu mereka betah hingga sekarang. Meski keduanya saat ini tidak membawa acara sebanyak dulu, sesekali mereka masih mengisi acara. “Kami ini sama-sama menikmati siaran. Jadi kerja bukan semata-mata cari uang. Ya karena hobi. Makanya betah sampai sekarang,” ujar Agustini.

Kini para penyiar radio harus bersaing dengan berbagai media, mulai dari televisi hingga internet. Karena itu agar para pendengar tidak lari mereka harus pandai-pandai mengemas suatu acara. “Kalau tidak pandai mengemas acara, pendengar bisa kabur. Dan radio bisa ditinggalkan,” ujarnya.  Beberapa tahun lalu kemunculan berbagai media yang sangat cepat, terutama televisi dan internet diperkirakan akan mematikan siaran radio. Tetapi pada kenyataannya hal itu tidak benar-benar terbukti. Menurut Sugeng setiap media akan menyesuaikan diri dengan jaman. “Buktinya pendengar kami masih ada. Tentu karena kami mencoba mengemas siaran supaya tetap didengar,” ujarnya.

Kemunculan telepon seluler juga membantu tetap bertahannya siaran radio. Kini hampir di setiap HP ada fasilitas radio di dalamnya. Sehingga para penggunanya bisa sewaktu-waktu mendengar radio. Penyiar lain Diana Rusnawati mengatakan keberhasilan sebuah acara sangat ditentukan oleh penyiarnya. “Kalau penyiarnya bagus, pendengar akan setia mendengarkan. Tetapi kalau penyiarnya kabur, pendengar bisa kabur ke radio lain atau mematikan radionya,” ujarnya.  Menurut Diana, penyiar sering merasa rindu dengan suara penyiar lawas. “Mungkin mereka ingat ketika masa muda suka mendengarkan suara kami. Jadi sering minta kami siaran lagi,” katanya. (her)

Worked All Europe DX Contest (WAEDC)

1. Times
CW: August, second full weekend
Saturday, August 11, 2012, 0000 UTC until Sunday, August 12, 2012, 2359 UTC
SSB: September, second full weekend
Saturday, September 08, 2012, 0000 UTC until Sunday, September 09, 2012, 2359 UTC
RTTY: November, second full weekend
Saturday, November 10, 2012, 0000 UTC until Sunday, November 11, 2012, 2359 UTC
2. Bands 3.5 - 7 - 14 - 21 - 28 MHz
According to IARU recommendations operation should be avoided outside contestpreferred
segments. No operation to take place on:
CW: 3560-3800; 7040-7200; 14060-14350 kHz
SSB: 3650-3700; 7050-7060; 7100-7130; 14100-14125; 14300-14350 kHz.
3. Categories
SINGLE-OP LOW - Max output 100 watts - all bands. Only one signal permitted at
any time.
SINGLE-OP HIGH - Output higher than 100 watts - all bands. Only one signal
permitted at any time.
MULTI-OP - Band changes are allowed every 10 minutes; this includes all activities of
a main station, including QSO & QTC traffic and CQing.
Only exception: Working of a multiplier. Other transmitters may be used in parallel to
the main station to work multipliers on other bands.
SWL – (see §12)
Notes:
· Transmitters, receivers and antennas used in the contest must be located within
a 2 km diameter circle.
· The use of DX spotting nets is allowed in all categories.
4. Off Times
Single Operator stations may only operate 36 out of the 48-hour contest period.
The total of 12 hours off time may be taken in one part but not more than three parts.
The off times must be shown on the summary sheet. If operation is interrupted for more
than 12 hours the three longest off time periods must be a minimum of 12 hours.
5. Exchange
A contest QSO can only be conducted between a European and a non-European station
(exception: RTTY, see §13). The exchange consists of RS/RST and a progressive serial
number starting with 001. If the station worked does not send a serial number, log the
contact with number 000. Each station can be credited only once per band.
6. Multiplier
For non-European stations the multiplier is the number of countries defined in the WAE
Country List (see below) worked per band.
For European stations every non-European DXCC entity counts as a multiplier.
Exception: In the following countries up to ten numerical call areas count as multipliers:
W, VE, VK, ZL, ZS, JA, PY and RA8/RA9 and RAØ -- without respect to their
geographical location.
Examples: W1, K1, KA1 and K3…/1 count as W1; VE1, VO1 und VY1 count as VE1;
JR4, 7M4 und 7K4 count as JA4; ZL2 and ZL6 are two different multipliers.
Multiplier bonus: Country multiplier points are "weighted" by band. Multiply the
number of countries worked on 3.5 MHz by four, on 7 MHz by three, and on 14/21/28
MHz by two. The total multiplier is the sum of the weighted multiplier points of all
bands.
7. QTC Traffic
Additional points can be achieved by QTCs. A QTC is the report of an earlier contest
QSO from DX back to a European station (exception: RTTY, see §13).
The following rules apply:
a. A QTC contains time, call sign and serial number of the reported QSO. Example:
"1307 DA1AA 431" means that DA1AA was worked at 1307 UTC and sent
serial number 431.
b. Each QSO may only be reported once as a QTC. The QTC may not be reported
back to the original station.
c. Every QTC that was correctly transferred counts one point for the sender and one
point for the receiver.
d. Two stations may exchange up to 10 QTCs maximum. The two stations may
establish contact several times to complete the quota.
e. QTCs are transferred by means of QTC series. A QTC series is a block of one
(minimum) to ten (maximum) QTCs. QTC series are numbered using the
following scheme: The first figure is the progressive serial number starting with
one; the second figure denotes the number of QTCs in the series. Example: "QTC
3/7" means this is the third QTC series transmitted by this station and it contains
seven QTCs.
f. For every QTC series that is transmitted or received, the QTC number, time and
frequency band of the QTC transmission must be logged. If any of this data is
missing from your log, no credit will be given for this QTC series.
8. Scoring
The final score is the result of total QSOs plus QTCs on all bands multiplied by the sum
of all multipliers weighted by the band bonus factor (see §6).
9. Disqualification
Violation of the rules of the contest or unsportsmanlike conduct will be deemed
sufficient cause for disqualification. The decisions of the contest committee are final.
10. Submissions
URL: http://waedc.de
Messages to contest manager (no logs): mailto:waedc-info@dxhf.darc.de
Logs need to be sent either in STF- or Cabrillo-Format to the following Email address:
WAEDC CW: waecw@dxhf.darc.de
WAEDC SSB: waessb@dxhf.darc.de
WAEDC RTTY: waertty@dxhf.darc.de
Be sure to put the station call sign in the subject of each message.
By submitting an electronic log, the participant claims to fully accept the rules of the
contest. A written declaration is not necessary.
Note: After publication of the results all logs will be put into the DARC Contest
Logbook (DCL).
Hand-written logs:
After the contest use a proper logging program or LM from DL8WAA to enter your
data. See Link: http://contestsoftware.com
If you do not have a computer, please ask a friend or family member to import the log.
11. DX & Contest Club Competition
The club score is calculated by adding the final results of all participating club members
in all three WAE contests, excluding SWLs. To be counted, the name of the club has to
be indicated in the log on a separate header line using the keyword “CLUB”.
The club must not be an official national amateur radio club. For a club to be listed, a
minimum of three logs must be submitted.
A trophy is sponsored for the top DX (non-EU) and the top EU clubs.
For DL stations participating in the German DARC/VFDB-Clubmeisterschaft put your
own DOK in the log on a separate header line using the keyword “SPECIFIC”.
12. Special Rules for SWLs
SWLs will record stations working in the WAEDC. Participation is only possible as a
single operator on all bands. Every call sign heard - European or non-European station -
may be credited only once per band. Both call signs of a contest QSO have to be
recorded.
Each station that is logged, including the serial number that was sent by that station,
counts one point. Every complete QTC that includes all QTC series information (up to a
maximum of 10 per station) also counts one point.
Multipliers are counted according to the criteria indicated in part 6, but both European
and non-European multipliers are counted. A call sign can only be counted as a
multiplier, if the serial number it sent was recorded. In the best case, for a completely
recorded QSO, two points and two multipliers can be credited.
13. Special Rules for RTTY
In the RTTY portion of the WAEDC there are no continental limits; everybody can
work everybody. Only QTC traffic must be performed between different continents.
Every station may send and receive QTCs. The sum of QTCs exchanged between two
stations (sent plus received) must not exceed 10 (ten).
The European and non-European multipliers indicated in §6 count for all stations.
14. Log Deadline
Log deadline is always two weeks or, more specific, the third Monday after the end of
the contest.
CW: August 27; SSB: September 24; RTTY: November 26, 2012.
15. Criteria for WAEDC Awards and Plaques
Continental winners will receive a plaque. Printable online certificates will be available
for all stations on result publication.
Entries from countries split by numerical call areas for multiplier reasons (see §6) will
be listed according to their reported location within their respective geographical call
area.
Stations activating a WAE country from where no log was received over the last three
years will be recognized as "WAEDC Hero" and receive a special prize. For 2012 these
9 countries are:
NEW 1AØ, HV, JW, JW/b, JX, R1F, SV/A, YU8, ZB
Stations who have been in the Top-Ten/Top-Six list for at least five times can apply for
a special plaque.
The WAEDC committee reserves the right to honour special contest activities with
additional plaques.

WAE DX Contest Manager
Helmut Müller, DF7ZS
Hunsrückstr. 55
D-65929 Frankfurt, Germany
mailto:waedc-info@dxhf.darc.de
http://waedc.de

Senin, 03 September 2012

Andy Sennit: Tahun-Tahun Media Network – Masa Depan




Saya bertanya-tanya berapa lama sebelum kita bisa melihat layanan radio versi TV yang disediakan WRN. Ketika WRN dimulai, itu akan memberi kesempatan bagi broadcaster internasional untuk menjangkau audiens baru yang tidak memiliki radio gelombang pendek dan menjadi sarana alternatif bagi pendengar lama untuk mendengarkan stasiun internasional favorit mereka dengan kualitas audio yang lebih baik. sekarang ini terdapat sejumlah channel TV internasional namun mereka tersebar di berbagai satelit berbeda, jadi hanya penggemar satelit dengan pesawat penerima yang mahal yang bisa menikmatinya. Layanan jenis WRN berbagai stasiun radio yang berbagi transponden yang sama mungkin akan menjadi jalan untuk menjadikan sejumlah siaran tersedia bagi audiens yang lebih luas.
 
Web & Aplikasi
Dalam pada itu website broadcaster internasional akan berupaya lebih keras untuk menjadikan orang mengetahui acara radio atau TV  mereka dan bagaimana memantaunya. Nampak menggelikan bahwa sejumlah besar broadcaster dengan ratusan staf tidak bisa membuat jadwal output mereka dengan akurat. Beberapa diantaranya mengupdate jadwal mereka berminggu-minggu setelah berlaku. Sementara lainnya memberikan pekerjaan menyusun jadwal kepada orang yang tidak memiliki pengetahuan terkait persoalan teknis dan kemudian mereka tidak mengeceknya sebelum dipublikasikan dan kadang kesalahan penulisan tidak pernah dikoreksi.
Saya memperkirakan akan melihat lebih banyak aplikasi dari broadcaster internasional untuk berbagai peralatan mobile. Ini akan meningkatkan kesempatan bagi generasi muda untuk mendapatkan konten mereka – dimana mendengarkan mendengarkan radio konvensional dianggap kuno. Namun kontennya harus disesuaikan dan saya harap broadcaster akan menyadari perlunya mempunyai orang-orang muda sebagai staf mereka untuk memahami bagaimana melayani generasi ini. Terlalu banyak konten penyiaran internasional yang diproduksi dengan pemikiran di atas 50an.
 
Masa-masa sulit
Broadcaster internasional harus menerima bahwa secara umum mereka kurang penting dari sebelumnya. Misalnya, sejak 1947 RNW memiliki service bahasa Belanda yang jangkauannya cukup besar diantara kelompok terget mereka yakni para ekspatriat Belanda. Tapi sejak munculnya internet informasi yang biasa disajikan RNW bisa dijumpai diberbagai website. Karenanya keputusan menyakitkan adalah menutupnya. Saya mempunyai kesan banyak orang yang berkarir di dari siaran internasional memasuki masa-masa kacau dan mereka gagal menyadari betapa banyak perubahan di luar sana. Saya teringat ketika terlibat dalam percobaan telepon di RNW pada tahun 80an dan pembaca berita mengatakan pada saya bahwa dia telah membaca berita selama 30 tahun dan itu adalah pertama kalinya dia mendengar reaksi dari audiens.
Saya pernah berjumpa dengan seorang produser BBB World Service (BBCWS) yang mengaku bahwa dia tidak pernah mendengarkan BBCWS di gelombang pendek. Saya memutuskan bahwa saya tidak bisa dan jangan sampai bekerja di departemen strategi kecuali saya mempunyai kontak reguler dengan audiens, itulah mengapa saya juga bekerja paruh waktu di website bahasa Inggris.
 
Tetesan dalam samudera
Layanan-layanan internasional yang bertahan sampai akhir dekade saat ini akan menjadi yang bisa menghadapi tantangan membuat konten yang dihendaki audiens mereka, memastikan konten-konten tersebut didistribusikan dalam platform yang tepat dan membiarkan orang mengetahuinya. Mereka akan harus bekerja lebih keras untuk bertahan. Alih-alih menjadi ikan besar seperti jika mereka di gelombang pendek, mereka hanyalah tetesan kecil dalam samudera internet. Saya harap mereka sukses. Siaran internasional telah menjadi hidup saya selama hampir 40 tahun dan memberi saya teman dari seluruh dunia. Kini saya berhenti untuk melakukan sesuatu di sini.
(sumber: Media Network via www.swling.com/blog) •hind

Sabtu, 01 September 2012

Sapa Anggota Mediator Edisi 17 Sept-Okt 2012


Jan Abraham – Balikpapan

Pada 4 Juli 2012, buletin BLC Mediator edisi 16 Juli – Agst 2012 telah saya terima dengan baik, senang sekali mendapat berita tentang teman-teman BLC dan berita radio lainnya. Bersama ini juga saya kabarkan bahwa saya mengalami kesulitan dalam memantau radio seperti KBS World dan NHK, apabila berkenan mohon dikirimkan brosur dan bahan bacaan dari stasiun tersebut. Pada kesempatan ini juga saya ingin menyapa teman-teman BLC seperti Bapak Soebianto W di Jakarta, terima kasih atas salamnya lewat Mediator edisi 15 ; Mas Aloysius HM, gimana kabarnya ? jangan lupa balasan surat ditunggu ya ; Bp Tedja Haryanto di Sekadau, terima kasih buat salam hangatnya dan salam buat keluarga ; buat Rudi, semoga sehat selalu  dan salam juga buat keluarga ( Red : Terima kasih Pak yang selalu aktif dengan konstribusi buat kelangsungan BLC, salam )

Saripuddin D – Tapanuli
Selamat sore pak, gimana kabar ? Buletin Mediator Edisi 14 dan 15 bulan Maret s/d Juni 2012 belum saya terima. Terima kasih ( Red : Sebelumnya terima kasih atas pemberitahuan ini karena setiap edisi kami telah mengirimkan buletin kepada anggota BLC, mohon diberitahukan kepada kami apabila buletin edisi ini sudah diterima, salam )

Thedja H – Sekadau Kalimantan Barat
Buletin Mediator edisi 15/3 Mei – Juni 2012 telah saya terima dengan baik dan bersama ini saya ingin kirim salam kepada semua anggota BLC dimana pun berada , salam penuh persahabatan selalu ( Red : Terima kasih Pak atas perhatiannya selama ini , smoga sapa anggota benar2 menjadi ajang silaturahmi sesama anggota BLC, salam )

Pet Gosal – Tomohon
Pada tanggal 20 Agustus 2012 Bapak Pet Gosal melakukan kontak lewat telepon selain mengucapkan Selamat Lebaran, beliau juga mengabarkan menutup klub yang puluhan tahun dipimpinnya di Tomohon dikarenakan banyak stasiun yang tutup sehingga ia putuskan pada tanggal 17 Agustus 2012 menutup klub yang dipimpinnya. Kami berharap keputusan yang sudah dipikirkan matang2 dan memang kelesuan dunia radio saat ini membuat klub jalan di tempat seakan lamban berjalan dan mendapatkan informasi yang banyak dari stasiun radio. Salam

Sapa Redaksi Edisi 17 Sept-Okt 2012


Hallo Pembaca Mediator, salam penuh persahabatan !!!

Alhamdulillah edisi kali ini hadir kembali setelah disibukkan oleh kegiatan pasca Lebaran Idul Fitri 1433 H, namun semua itu dirasakan indah setelah melewati ritual bulan puasa dan menyambut kemenangan di hari raya Idul Fitri 1433 H.

Pada edisi kali ini redaksi memuat beberapa berita menarik tentang kegiatan pendengar KBS World yang telah berlangsung sukses, walau dijumpai masalah tekhnis di sana-sini, ya begitulah menggerakkan sebuah kepanitiaan sebuah acara dimana orang lain atau penonton merasakan indahnya pertunjukan namun ia tidak tahu bagaimana panitia yang berdiri di belakang layar, betapa sibuk dengan segala pembagian tugasnya. Ending nya acara berlangsung sukses itulah parameter sebenarnya. Kami pengurus BLC juga mengucapkan terima kasih setinggi-tinginya atas dipajangnya logo klub BLC sebagai salah satu sponsor acara tersebut. Appluss buat komunitas pendengar KBS World

Selain itu juga seperti biasanya Bpk Denny Herlambang dari Radio Australia menyempatkan diri untuk berbagi informasi di media kita ini sehingga kebanggaan dan kebahagiaan bagi kami untuk menerima dan menerbitkannya pada edisi kali ini. Sebuah semangat kami tularkan kepada pembaca Mediator.
Akhirnya, selamat menikmati sajian kami ini yang hadir dengan segala keterbatasannya seraya selalu menyambut salam persahabatan dan umpan balik terhadap isi bulletin guna perbaikan berkelanjutan. Salam redaksi..(Ketua BLC)

Sayembara triwulan ke-3 tahun 2012 KBS World Radio




Pertanyaan 1
KBS World Radio menyelenggarakan kontes esai wisata Korea mulai tanggal 1 Juni 2012 lalu. Apa nama event tersebut?  Discover Korea
Pertanyaan 2
Apa nama event media terbesar di wilayah Asia-Pasifik yang akan diselenggarakan mulai tanggal 11 hingga 17 Oktober di KBS dan Pusat Konvensi Gedung 63, Yeouido, Seoul? ABU General Assembly

Kami mengirim kenang-kenangan kepada peserta sayembara setelah melakukan undian.
Terima kasih.

Kirimkan jawaban anda paling lambat 30 September 2012 ke :
KBS World Radio , The Plaza Tower Lantai 30, Jln MH Thamrin Kav 28-30 Jakarta 10350
Email : indonesia@kbs.co.kr

Kiriman Rekan Pendengar (Tony Ashar)


Rekan-rekan swl,

SELAMAT LEBARAN 1 SYAWAL 1433 H Mohon maaf lahir bathin

Terlampir:
1) Foto kru AFN Diego Garcia yang dipost di akun FBnya. Saya sudah memperoleh ijin mereka untuk share foto ini ke rekan-rekan. "No problem, Tony. Go ahead", tulisnya membalas permohonan ijin saya.
2) QSL yang sekian lama saya inginkan, saya letakkan di atas peta lokasi Pangkalan AL AS Diego Garcia di sebelah selatan anak benua India, di tengah deburan ombak Samudera Hindia.
3) Bagian data monitoring siaran AFRTS dan alamat yang memperoleh verifikasi.

Wassalam,

Tony Ashar