Minggu, 01 Agustus 2010

Pujian untuk 3 stasiun radio ‘gelap’ yang siaran ke Zimbabwe

Pujian untuk 3 stasiun radio ‘gelap’ yang siaran ke Zimbabwe 

Nehanda Radio, 16 July 2010, Rejoice Ngwenya: 
“Ketakutan pada rezim Zanu PF presiden Robert Mugabe yang menyiarkan undang-undang yang secara sengaja mencegah opini alternatif berurat berakar di parlemen DNA. Hal positif dari skenario ini adalah berkembangnya siaran shortwave dan internet merentang di seluruh dunia, yang paling populer adalah VOA Studio 7 berbasis di Washington DC, Voice of the People di Botswana dan SW Radio Africa di Inggris. ... Selama regulasi siaran tidak dicabut, kami orang Zimbabwe di dalam negeri akan terus mendengarkan VOA Studio 7, Voice of the People dan SW Radio Africa untuk berita yang NYATA.”
(Sumber: www.kimandrewelliott.com)

Shortwave in the news

Shortwave in the news

NPR, 17 July 2010:
“Dalam pojok spektrum radio shortwave yang seperti bayangan anda sering bisa menjumpai suara-suara mekanikal misterius menghitung rangkaian bilangan tanpa henti - dalam bahasa Inggris, Czech, Russia dan Jerman...mungkin kode Morse. Tapi siapa yang mendengarnya? Suara-suara itu berasal dari apa yang dikenal sebagai ‘numbers stations’ dan mereka telah lama dianggap sebagai bagian operasi spionase internasional.
Faktanya, mata-mata Russia baru-baru ini tertangkap di sini di AS mungkin mendapat perintah dari Moskow melalui sebuah numbers stations shortwave.”

Sejarawan Richard Cummings di Jerman memperhatikan dokumen-dokumen pengadilan. Ia menulis:
“Nampaknya satu-satunya komunikasi shortwave antara Moskow dan agen-agennya di USA adalah melalui RADIOGRAMS, bukan dengan rekaman suara seperti yang anda tulis dalam blog (mengutip Brett Sokol di Slate). ... ‘Agen-agen gelap Russia itu mendengarkan stasiun shortwave asing yang memancarkan rangkaian bilangan - beberapa dalam kode Morre, lainnya dikatakan dalam rekaman suara - yang kemudian mereka uraikan ke dalam kata-kata.’ Seperti dijelaskan dalam dokumen, suara RADIOGRAMS mirip kode Morse tapi bukan kode Morse.” 

AOL News, 16 July 2010: Kendall dan Gwendolyn Myers, “ditangkap musim panas lalu dan dituduh melakukan mata-mata untuk Kuba, dijatuhi hukuman hari ini di pengadilan federal di Washington, D.C.
... Taktiknya: kedua Myers bertukar informasi di toko bahan makanan dengan menukar kereta belanjanya dengan orang Kuba yang menangani mereka, dengannya mereka juga berkomunikasi melalui radio shortwave dan menenkripsi email dari warnet.” -- Mereka mendengarkan pesan-pesan kode di shortwave, tapi tidak memancarkannya.

Daily Dispatch (East London, South Africa), 23 July 2010:
“23 July 1960: Sebuah permintaan untuk stasiun siaran shortwave di Eastern Cape kemarin diajukan oleh Kongres Persatuan Pertanian Timur. Dinyatakan bahwa penerimaan longwave sangat buruk di daerah yang jauh dari Grahamstown dan saat musim panas benar-benar tidak mungkin. Resolusi itu meminta siaran berita regional dari Grahamstown melalui shortwave. Berbicara dalam mendukung gerakan tersebut, dikemukakan oleh Persatuan Petani Elliot, Mr. S Marr mengatakan persoalan itu merupakan sesuatu yang penting bagi petani, terutama berkenaan dengan penerimaan ramalan cuaca.” -- “Longwire” disini tidak diragukan lagi merujuk pada medium wave, seperti Afrika Selatan tidak menggunakan frekuensi longwave untuk siaran pada 1960. Afrika Selatan telah - dan masih - menggunakan shortwave untuk mencapai daerah terpencil negara itu.


Greenwich Civizen, 23 July 2010:
Greenwich, Connecticut, membuat “sejarah ketika pionir radio Greenwich Edwin Armstrong serta timnya membuat siaran radio shortwave trans-Atlantik yang pertama pada 11 Desember 1921 dari stasiunnya di 1BCG. Monumen yang menandai peristiwa itu dapat dijumpai di bundaran lalu lintas di North Street dan Clapboard Ridge Road.” -- Akankah siaran shortwave trans-Atlantik terus bertahan sampai ulang tahun ke 100 komunikasi shortwave trans-Atlantik yang pertama ini? 

Southgate Amateur Radio Club, 16 July 2010:
“Majalah Popular Communications meluncurkan sebuah website yang lebih mudah dilayari. ... Popular Communications adalah majalah nomor 1 dunia untuk penggemar scanning, pendengar shortwave, DXer broadcast dan penggemar radio lainnya. Website baru Popular Communications dapat diakses di http://www.popular-communications.com .” 

Syracuse Online, 18 July 2010, Lee Badman:
“Apakah minat anda pada shortwave dan utility monitoring, scanning atau amateur radio, bukan rahasia kalau perlengkapannya dapat mahal. ... Salah satu website favorit saya untuk review perlengkapan adalah eHam.net. Meskipun banyak situs yang memiliki review-review perlengkapan, review eHam.net cenderung mengulas segala sesuatu dari perlengkapan top-dollar sampai antena kabel sederhana.”
(Sumber: www.kimandrewelliott.com)

Kasus Vatican Radio: shortwave sebabkan kanker?

Kasus Vatican Radio: shortwave sebabkan kanker?

IEEE Spectrum, July 2010, Alexander Hellemans:
“Studi baru yang diperintahkan sebuah pengadilan di Roma membangkitkan persengketaan sepanjang dekade antara penduduk Cesane Italy, yang tinggal dekat komplek antena shortwave yang sangat besar, dan operator komplek yaitu Vatican Radio. ... Sembilan belas anak yang tinggal pada jarak 12 km atau kurang dari antena itu meninggal dunia karena leukimia atau lymphoma antara 1980 dan 2003, suatu jumlah yang lebih tinggi dari kelompok yang diawasi pada bagian lain negara itu. Menurut hakim, laporan tersebut membenarkan penyelidikan yang sedang dilakukan atas 6 pejabat Vatican Radio karena pembunuhan yang tidak direncanakan. Sebagai balasan, Vatican mendapat bantuan dari 2 ahli tandingan, oncologist terkenal dan mantan menteri kesehatan Italy Umberto Veronse dan Susanna Lagorio, seorang epidemologist di Institut Kesehatan Nasional Italy.
(Sumber: www.kimandrewelliott.com)

Keahlian sebagai negarawan abad 21

Keahlian sebagai negarawan abad 21

The Economist, Babbage blog, 22 July 2010, B.G:
“Saya ragu-ragu akan frase ‘keahlian sebagai negarawan abad 21.’ ... Apakah itu semacam broadcaster baru yang dijalankan negara, Radio Free Europe digital? Apakah itu semacam diplomasi publik baru? ... Ambil salah satu dari ide ini: RFE digital. Informasi akurat sekarang ini sama pentingnya seperti saat Perang Dingin, jadi merupakan ide bagus untuk mendistribusikan informasi itu dimana pendengar berada, di forum sosial internet.
Tapi sekarang, serta kemudian, sulit menentukan bagaimana mendanai sebuah broadcaster negara agar dapat dipercaya. Radio Free Europe dibayari oleh CIA, Apakah oleh karena itu Radio Free Europe menjadi ternoda? Jika Radio Free Europe merasa seperti itu - dan memang demikian - maka itu tidak begitu menjadi soal. ... Atau ambil ide lainnya: diplomasi publik digital. ... Dunia rasanya masih tidak paham bagaimana besarnya Amerika, ini adalah masalah pokok diplomasi publik, yang diperkirakan akan mengisi gap antara kebijakan Amerika dan imejnya sendiri. Saya tidak yakin bagaimana Twitter akan membantu.”
(Sumber: www.kimandrewelliott.com)

Komputer VOA tidak dapat digunakan mendownload, melihat atau mengirim email dokumen Wikileaks AfPak

Komputer VOA tidak dapat digunakan mendownload, melihat atau mengirim email dokumen Wikileaks AfPak 

Washington Post, 28 July 2010, Al Kamen: 
“The International Broadcasting Bureau nampaknya merespon hari Senin atas membanjirnya dokumen rahasia Wikileaks dengan email instruksi kepada karyawan Voice of America.
‘Telah menjadi perhatian Direktorat IT dan IBB Office of Security, bahwa beberapa karyawan agensi ingin mendownload materi terkait cerita yang muncul pada halaman utama Washington Post mengenai materi rahasia yang bocor tentang upaya-upaya AS di Afghanistan dan Pakistan. Sejumlah dokumen sekarang ini terdapat di internet digolongkan sebagai rahasia atau sangat rahasia. Walaupun materi ini telah bocor, tapi belum dicabut kerahasiaannya dan untuk tujuan kita, masih dianggap rahasia. Jaringan agensi, sistem penyimpanan kita bukan sistem yang diklasifikasikan dan tidak dapat menyimpan materi rahasia di dalamnya. Mohon jangan mendownload, melihat atau mengirim email apapun dari file tersebut dari komputer agensi.’ Jadi anda dapat melaporkan dalam pemberitaan, tapi jangan menggunakan materi sebenarnya.” 

Jadi apakah RFE/RL, sebuah korporasi yang didanai pemerintah dan bukan sebuah agensi pemerintah seperti VOA, tunduk pada alasan yang sama? Rupanya tidak, menyimpulkan dari ulasan ekstensif mereka mengenai kisah ini, contohnya dalam berita RFE/RL 26 July 2010. Mereka juga mewawancarai pendiri Wikileaks Julian Assange.

Sementara itu broadcaster internasional lainnya mendownload, membahas dan melaporkan dokumen tersebut. Contohnya Deutsche Welle seperti dikutip Actmedia News Agency (Bucharest) pada 27 July 2010.
(Sumber: www.kimandrewelliott.com)

Dokumen Wikileaks menyebut bayaran bagi stasiun radio Afghanistan untuk cerita-cerita yang friendly

Dokumen Wikileaks menyebut bayaran bagi stasiun radio Afghanistan untuk cerita-cerita yang friendly

Yahoo! News, 27 July 2010, John Cook:
“Tersembunyi diantara 92.000 dokumen yang dirilis hari Minggu oleh Wikileaks beberapa bukti intrik bahwa militer AS di Afghanistan mengadopsi strategi public relation yang telah menyebabkan kesulitan bagi militer AS di Iraq: membayar outlet media lokal untuk mengatur cerita-cerita yang friendly. ... Dalam salah satu dokumen Wikileaks, seorang anggota PRT melaporkan pengiriman ‘12 jam PSYOP Radio Content Programming’ ke dua stasiun radio di provinsi Ghazni pada 2008, dan membayar salah satunya ‘3.900 dollar untuk siaran Radio Content Programming bulan Oktober.’
... Radio Ghaznawiyaan didirikan dan didanai Agen Pembangunan Internasional, tapi USAID di masa lalu menggambarkan radio itu sebagai kisah sukses jurnalisme independen lokal yang diluncurkan dengan bantuan Amerika. Jadi para pendengarnya mungkin terkejut mengetahui bahwa Radio tersebut adalah outlet yang dibayar 'PSYOP Radio Content America.'”
(Sumber: www.kimandrewelliott.com)

Kuis Belajar Bahasa Jepang bln Agustus 2010

Kuis BBJ

″Kita mendatangi sebuah restoran Sushi, ... udang, telur ikan salmon semuanya kelihatan lezat, agak sulit menentukan pilihan karena itu mari kita tanya sang pembuat sussi. Ungkapan mana yang cocok?″ 
O-SUSUME-WA NAN-DESU-KA


Kirim jawaban sebelum Rabu terakhir Agustus 2010 ke Indonesian Section Radio Jepang NHK World Tokyo 150-8001 Japan atau melalui situs www.nhk.or.jp/indonesian