Jalan Penjajap Timur 3A Pemangkat 79453 Kalimantan Barat - Indonesia Telepon 0562-243873 HP.085654686895
Kamis, 06 Desember 2012
Minggu, 18 November 2012
RCI Action: Hentikan Pembongkaran Pemancar Kita
31 Oktober
semakin dekat, CBC telah meminta para karyawan yang masih tersisa di situs
pemancar RCI Sackville untuk mulai membongkar antena dan pemancar yang tidak
sedang digunakan oleh 3 broadcaster klien yang masih tersisa (NHK, KBS &
Voice of Vietnam) serta service CBC ke Quebec Utara. Lebih jelasnya jika
infrastruktur pemancar ini dibongkar maka ia tidak akan kembali lagi.
RCI Action
memasang permohonan di website mereka untuk menghubungi Menteri Kebudayaan
Kanada James Moore james.moore@part.gc.ca dan katakan padanya agar CBC/Radio Canada
menghentikan pembongkaran pemancar Sackville.
(Sumber:RCI
Action)
Dalam
beberapa hari kedepan jaringan pemancar yang memungkinkan Kanada untuk siaran
ke seluruh dunia akan dibongkar satu demi satu. Setelah lebih dari 67 tahun
pemancar gelombang pendek RCI telah menjamin suara Kanada bisa didengar
meskipun terjadi Perang Dingin, bencana alam dan pemblokiran internet. Kini
peralatan komunikasi yang efektif dan efisien ini akan dibongkar oleh
brosdcaster publik Kanada CBC/Radio Canada.
Bagi kita
yang memahami betapa pentingnya sarana ini merasa sedih karena broadcaster
tersebut ingin melenyapkan pemancar itu secepatnya. Siaran gelombang pendek RCI
berakhir pada 24 Juni 2012. Negara-negara lain yang menggunakan pemancar
tersebut akan berakhir pada 31 Oktober 2012.
Namun
demikian CBC/Radio Canada telah memulai proses pembongkaran pemancar-pemancar
yang tidak digunakan dan akan mulai membongkar jaringan pemancar yang masih
berfungsi dengan segera.
...
Pemancar-pemancar tersebut tidak memerlukan biaya banyak untuk perawatannya.
Mengapa kita ingin memutus komunikasi dengan dunia? Siapakah yang harus membuat
keputusan?
Mohon
hubungi Menteri Kebudayaan Kanada James Moore james.moore@part.gc.ca dan katakan padanya untuk menghentikan
pembongkaran pemancar kita.
Dan mohon
jika anda punya saran beritahu kami di rciaction@yahoo.ca Terima kasih!(www.swling.com/blog) •hind
RADIO FREE ASIA UPGRADES AUTOMATED RECEPTION REPORT SYSTEM NOVEMBER 2012
Radio Free Asia
(RFA) is ready to launch a new automated reception report system! For years
DXers have been able to submit reception reports to RFA at: www.techweb.rfa.org
and receive a QSL card in the mail. In a few days RFA will relaunch the site
with system upgrades including:
- an easier-to-navigate interface
- DXer registration
- option to submit
anonymous reception reports
Background
The Q-code was
developed and instituted in 1912 in order to facilitate communication between
maritime radio operators of different nationalities. It is for this reason that
the Q-prefix has been excluded from call-signs.
Shortwave radio
listeners, or DXers, direct their "QSL" request (Can you verify
transmission?) to radio stations around the world they happened to have
monitored. "D" in DX is for distance and the "X" refers to
the unknown. DXers are hobbyists who enjoy DXing or trying to pick up radio
stations from a distance.
These reception
reports are valuable to radio stations as they assist in evaluating transmission
signal strength and quality. Radio stations usually reply by mailing a
"QSL Card". The QSL card acknowledges the receipt of the report and
confirms the details of the transmission.
To make the best of
changing propagation conditions, RFA rotates frequencies during the summer and
winter seasons to maintain the best possible coverage. As a shortwave
broadcaster, Reception Reports are important to RFA in helping determine the
best frequencies to use in order to reach our target audience.
RFA is a private,
nonprofit corporation that broadcasts news and information to listeners in
Asian countries where full, accurate, and timely news reports are unavailable.
Created by Congress in 1994 and incorporated in 1996, RFA currently broadcasts
in Burmese, Cantonese,
Khmer, Korean to North Korea, Lao, Mandarin, the Wu dialect, Vietnamese,
Tibetan (Uke, Amdo, and Kham), and Uyghur. RFA strives for accuracy, balance,
and fairness in its editorial content. As a ‘surrogate’ broadcaster, RFA
provides news and commentary specific to each of its target countries, acting
as the free press these countries lack. RFA broadcasts only in local languages
and dialects, and most of its broadcasts comprise news of specific local
interest. More information about Radio Free Asia, including our current
broadcast frequency schedule, is available at www.rfa.org/english/about/frequencies.html.
You
also have the option of using the following Microsoft Tag from your smartphone.
The free mobile app for your smartphone is available at http://gettag.mobi.
Reception
reports are also accepted by email at qsl@rfa.org, and for anyone
without Internet access, reception reports can be mailed to us at:
Reception
Reports
Radio
Free Asia
2025
M. Street NW, Suite 300
Washington
DC 20036
United States of America
TEMU KANGEN DX KALBAR 2012
Jauh hari sebelum pelaksanaan Temu Kangen DX
Kalbar telah diberitahu oleh Bung Siz Iskandar bahwa akan ada kumpul pendengar
senior di rumahnya di Graha Bumi Khatulistiwa Jln Tabrani Ahmad Pontianak pada
hari Minggu, 28 Oktober 2012. Di kala undangan disampaikan saya bersedia hadir
mengingat sebagian pendengar senior adalah salah satu pendiri dan anggota
Borneo Listeners Club. Namun disayangkan waktu yang tidak pas bertepatan dengan
acara Hari Raya Qurban di tempat saya, sehingga saya berhalangan hadir.
Walau bagaimanapun saya sangat mengappresiasi
acara ini bisa berlangsung, setidaknya dengan media radio silaturahmi tetap
terjalin dan saya merupakan yang bungsu dari semua pendengar senior yang hadir.
Patut dibanggakan dengan radio, kita semua adalah bersaudara yang tak melhat
status dan umur dipertemukan dalam satu wadah persahabatan dan persaudaraan
yang tak lekang oleh waktu.
Bung Siz Iskandar, disadarinya atau tidak
telah mengantarkan saya melihat sisi lain dunia radio bahwa kita bukan saja
mendengar radio semata namun ada pertemuan sesama komunitas pendengar. Beliau
mengajak saya untuk hadir di Temu Keluarga Pendengar di Solo Jawa Tengah dan pertama
kali ikut sangat berkesan sehingga saya rindu dengan pertemuan seperti itu yang
mempertemukan kita dengan banyak orang di dalam lingkaran komunitas dan
terjalin silaturahmi sesama pendengar
radio hingga hari ini.
Di sela kesibukan pendengar masing-masing di
berbagai profesi tentunya adalah pekerjaan yang sulit mengumpulkan rekan
pendengar di suatu acara. Tapi saya yakin suatu hari nanti kita akan diberikan
kesempatan waktu sehingga kita dapat bertemu.
Kepada rekan pendengar senior saya, saya
khaturkan maaf yang setinggi-tingginya tidak dapat hadir dalam acara yang
diberi tema “Temu DX Kalbar 2012” dan saya berharap di tahun 2013 acara ini
akan terselenggara kembali. Amin. ( Ketua BLC )
Langganan:
Postingan (Atom)






