Komentar atas ditutupnya siaran shortwave Radio Prague pada 31/1/2011 (Mailbox 5/2/2011)
Harold Yeglin dari Virginia menulis:
“Selama bertahun-tahun saya mendengar laporan-laporan Radio Prague melalui radio shortwave. Tetapi, pada 10 tahun terakhir saya memperoleh berita bahasa Inggris anda melalui internet. Tidak ada gangguan udara, tidak ada signal yang timbul-tenggelam, tidak ada tubrukan frekuensi.”
Bill Bergadano dari New Jersey mempunyai pandangan berbeda:
“Saya mendengarkan acara Mailbox malam ini melalui web dan dua surat pertama yang dibacakan membuat saya tertawa terbahak-bahak, surat pertama mengatakan mendengarkan melalui situs internet lebih baik. Menurut siapa? Komputer saya BUKAN radio, kemudian surat selanjutnya mengatakan...radio telegraph merupakan cara kuno. Benarkah! Sebaiknya orang itu pergi ke ham band - dimana morse ada dimana-mana. Disebutkan kalau acara Mailbox akan terus berlanjut melalui web. Terlalu buruk karena saya tidak akan mendengarnya, anda ingin membuang waktu dengan peralatan radio web.”
Ian Evans di United Kingdom juga mendengarkan Mailbox pekan lalu:
“Surat-surat (yang dibaca) sebagian besar memusuhi shortwave dan pendengarnya. Seperti biasa para techno-evangelist sama sekali tidak mengerti. Pendengar shortwave adalah (orang-orang) romantis dan tidak ada romantika dalam mendengarkan di internet. Internet merupakan alat yang sangat berguna dan saya senang memiliki akses ke sana tetapi bagi saya itu semata-mata fungsional. Apa yang tidak dapat tergantikan adalah ritual duduk pada waktu yang ditetapkan sebelumnya dan mendengarkan, menunggu signal mengudara, menyesuaikan kontrol dan berharap kondisi (penerimaan) yang baik. Ketika saya berpikir tentang radio saya, saya merasa sayang dan kehangatan. Ketika saya berpikir tentang komputer saya, saya tidak merasakan apa-apa, itu hanya sebuah kebutuhan praktis.”
Stephen Hrebenach dari Ohio mengatakan:
“Saya memahami masalah anggaran yang dihadapi stasiun anda, mengharuskan beberapa perubahan. Saya harap Radio Prague dapat survive dalam jangka pendek dan maju pesat dalam jangka panjang.”
Mick Edward dari United Kingdom menulis:
“Dengan sangat sedih dan tidak percaya mengetahui anda menghentikan siaran shortwave. Saya telah mendengar acara-acara anda selama bertahun-tahun dan juga menghargai konten anda yang berdasarkan fakta dan menghibur. Ada sedikit broadcaster internasional yang menyampaikan siaran secara seimbang dan profesional, Radio Prague menjadi salah satunya. Dengan menutup pemancar anda, anda menghilangkan sangat banyak pendengar suara lantang anda dalam masalah-masalah Eropa.”
“Kebanyakan teman saya pendengar shortwave Radio Prague tidak akan bermigrasi ke podcast. Saya yakin pemerintah anda tidak menyadari betapa banyak orang yang mendengar anda, juga tidak menyadari betapa penting siaran anda dalam mempromosikan pariwisata. Saya tidak akan pernah mengunjungi Republik Czech jika tidak mendengarkan anda. Nampaknya cahaya telah lenyap di Eropa dan Czech Radio dihentikan, sesuatu yang tidak dapat dilakukan orang Jerman pada 1945.”
Nick Sharpe dari United Kingdom menulis:
“Saya menjadi pendengar shortwave sejak di sekolah menengah sekitar 1973. Ketika pertama mendengarkan saya menggunakan radio Grundig Jerman. Radio Prague dan Radio Nederland adalah stasiun berbahasa Inggris utama yang dapat didengar pada 49 meter band di sore hari setelah sekolah. Ibu saya bekerja sebagai juru ketik di bagian tank tentara Inggris, jadi saya tidak bisa secara terbuka mendiskusikan kalau saya mendengarkan stasiun komunis tapi saya dapat selalu mengingat suara presenter pada saat itu. Saya sedih mendengar ini adalah minggu terakhir Radio Prague di shortwave namun saya berterima kasih anda tidak mengakhiri stasiun anda yang mana saya hendak mendengarkannya melalui link Real Audio.”
Email ini berasal dari Yukiko Tsuji-Maki dari Jepang:
“Menyedihkan Radio Prague hilang dari udara shortwave, tapi saya memahami langkah tersebut bila mengingat kemajuan teknologi komunikasi sekarang ini. Kegembiraan mendengarkan radio telah pergi, tetapi kegembiraan mendengarkan Radio Prague tetap sama hanya dengan cara beda, internet. Mengatakan yang sebenarnya, di tempat saya sangat sulit menangkap signal Radio Prague, jadi biasanya saya mendengarkan acara anda di internet. Oleh karena itu, selama Radio Prague terus siaran di internet, saya tidak menentang keputusan anda. Saya menyambut baik keputusan anda yang lain untuk mengirim kartu QSL bagi pendengar di internet. Saya berpikir broadcaster perlu mengetahui reaksi dan respon atau opini pendengar terhadap acara-acara mereka.”
Pendengar lain dari Jepang Hiroyuki Okada mengirim komentarnya:
“Hari penutupan siaran shortwave anda sudah sangat dekat. Saya sangat sedih tidak punya kesempatan mendengar siaran Inggris anda. Tapi saya dapat melihat halaman web anda dan menemukan (pertanyaan) kuis bulan ini.”
(Sumber: Radio Prague www.english.cz)―hind.
Jalan Penjajap Timur 3A Pemangkat 79453 Kalimantan Barat - Indonesia Telepon 0562-243873 HP.085654686895
Sabtu, 19 Februari 2011
Quiz Radio Cairo bulan February 2011
1. Tahun ini perayaan perpustakaan ″kutubkhoonah/daarul kutub″ memasuki tahun ke berapa? 140.
2. Sampai tahun ini, Pameran Buku Internasional Cairo sudah digelar berapa kali?
3. Tahun ketika Nabi Muhammad SAW dilahirkan disebut tahun apa? Gajah.
Jawaban dikirim ke :
Radio Cairo PO. Box 566 Maspero, Cairo, Egypt 11511 atau
Kedubes Mesir, Jl. Denpasar Raya Blok A12 No. 1 Kuningan Timur Jakarta Selatan atau
bulletin_rcsi@yahoo.com
sebelum hari Selasa terakhir bulan April 2011.
(Sumber: Wirdah Fachiroh Fachri-Radio Cairo)―[HIND].
2. Sampai tahun ini, Pameran Buku Internasional Cairo sudah digelar berapa kali?
3. Tahun ketika Nabi Muhammad SAW dilahirkan disebut tahun apa? Gajah.
Jawaban dikirim ke :
Radio Cairo PO. Box 566 Maspero, Cairo, Egypt 11511 atau
Kedubes Mesir, Jl. Denpasar Raya Blok A12 No. 1 Kuningan Timur Jakarta Selatan atau
bulletin_rcsi@yahoo.com
sebelum hari Selasa terakhir bulan April 2011.
(Sumber: Wirdah Fachiroh Fachri-Radio Cairo)―[HIND].
Jumat, 18 Februari 2011
Soalan daripada Radio Antarabangsa China CRI
Hi,Saudara Pendengar,
Bahagian Bahasa Melayu Radio Antarabangsa China(CRI) mengumpulkan jawapan tentang pandangan anda mengenai isu bagaimana mencari jodoh yang sesuai bermula pada hari ini hingga 1 Mac nanti. Silalah menjawab soalan-soalan yang dikemukakan sebagai berikut dengan teliti dan seterperinci mungkin. Mereka yang jawapannya dipilih disiarkan dalam rancangan radio CRI akan diberikan hadiah sebagai kenang-kenangan.
Bahan latar belakang:
Buku Merah Samar (pink) Penyelidikan Cinta dan Perkahwinan China, iaitu laporan tentang keadaan kehidupan cinta dan perkahwinan penduduk China terutamanya golongan muda pada zaman sekarang telah diumumkan oleh laman web Jiayuan.com. Menurut laporan tersebut, jumlah bujangan China telah mencatat 180 juta orang. Selain itu, beberapa fenomena yang wujud dalam hubungan wanita dengan lelaki juga terkandung dalam laporan tersebut. Misalnya, jumlah bujangan lelaki jauh lebih banyak daripada bujangan wanita; “rumah” dan “kereta swasta” merupakan dua syarat utama bagi bujangan lelaki untuk mencari jodoh.
Sementara itu, konsep LQ, atau Love Quotient dalam bahasa Inggeris pertama kali disebut dalam laporan tersebut. Selain itu, begitu banyak jumlah bujangan telah menyebabkan munculnya pelbagai kaedah untuk mencari jodoh.
Soalan 1:
Sekiranya saudara masih bujang, apakah kaedah saudara akan ambil untuk mencari jodoh. Melalui laman web? Rancangan TV? Atau berjumpa dengan orang yang diperkenalkan oleh sahabat atau saudara mara? Apakah sebabnya?
Soalan 2:
Yang manakah saudara paling pentingkan semasa mencari jodoh, pendapatan, latar belakang keluarga, taraf pendidikan, umur, paras rupa atau hati budi?
Soalan 3:
Apakah pendapat anda mengenai perkahwinan atau percintaan transnasional?
Silalah memaklumkan nama dan alamat kiriman anda kepada kami di emel : mal@cri.com.cn
Bahagian Bahasa Melayu
Radio Antarabangsa China
Kamis, 17 Februari 2011
Akhir sebuah era: Radio Prague mengakhiri siaran di shortwave (sambungan)
... Karena keputusan meninggalkan siaran shortwave mengemuka, kami menerima banyak dukungan dari pendengar di seluruh dunia. Keputusan tersebut begitu memecah belah mereka.
“Nama saya Mark Coady, 55 tahun dan tinggal di Peterborough, Ontario, saya telah mendengarkan Radio Prague sejak sekitar 1980. Dalam memahami alasan penutupan shortwave, saya benar-benar akan merindukannya. Saya rasa masalahnya adalah pemerintah tidak paham nilai ekonomis shortwave, anda dapat mencapai banyak orang dengannya. Adalah hal yang mudah bagi pemerintah untuk menghentikan, sebab banyak orang tidak lagi memahami shortwave.”
“Nama saya Rajdeep Dah dari India. Saya pendengar lama Radio Prague siaran bahasa Inggris melalui shortwave, saya telah mendengarkan selama 10 tahun. Saya belum pernah ke Republik Czech tapi saya tahu banyak tentang Prague dan Eropa melalui berita, current affairs, olahraga yang sungguh mengagumkan saya. Ketika saya tahu Radio Prague menutup siaran bahasa Inggris di shortwave saya sangat sedih, benar-benar sedih.”
“Nama saya Brendon Monaghan, saya pelajar tingkat sarjana dari Portland, Oregon AS, saya telah mendengarkan Radio Prague sejak sekitar pertengahan 90an, melalui internet atau radio. Ditinjau dari komentar-komentar dalam mailbox dan laman facebook, ada lebih dari satu hal yang dapat anda ambil dari diakhirinya shortwave ini. Anda dapat memperlakukannya seperti sebuah pemakaman dan membicarakan betapa buruknya itu serta keluh kesah hilangnya stasiun anda atau anda dapat melihat itu sebagai upaya untuk tetap relevan dan berada di puncak teknologi baru dan berada sebagai transisi ke abad 21.”
“Saya Francois Pellican dari Nederland, saya tinggal di Republik Czech. Saya menggunakan Radio Prague sebagai sumber informasi utama mengenai orang Czech dan Republik Czech. Sebenarnya saya tidak pernah mendengarkan Radio Prague melalui shortwave tetapi menggunakan web, saya menggunakan podcast, saya menggunakan siaran melalui internet dan juga membaca artikel Radio Prague. Pendapat saya tentang menghentikan shortwave adalah sederhana: saya tahu ada pemangkasan anggaran dan saya berpikir demikian sebab Radio Prague menyajikan sumber informasi unggul melalui internet. Bagi saya menghentikan siaran shortwave adalah pengorbanan yang bisa dipahami.”
“Nama saya Rodney Bowers. Saya pertama kali mendengarkan Radio Prague di sebuah kota kecil bernama Hartwell, Georgia di AS. Saya memilki radio shortwave pertama saat saya sekitar 14 tahun di akhir 60an, Radio Prague adalah salah satu stasiun yang mudah ditangkap dan memiliki signal bagus. Dalam satu taraf saya berada di kedua sisi dari isu shortwave ini. Terlibat dalam bisnis komputer, tentu saya paham kekuatan internet serta kemampuannya untuk mengantarkan bermacam-macam konten, bukan hanya audio tetapi juga video, konten tertulis, yang tidak bisa didapati dalam shortwave. Pada sisi shortwave, anda bisa mendengarnya di mana saja, anda bisa mendengarnya di tempat asing dimana anda tidak memiliki koneksi internet. Jadi dalam memandang hal tersebut, sebagian daya tarik untuk dapat terhubung dengan masa telah berkurang dengan fakta bahwa anda tidak mempunyai siaran shortwave. Saya akan terus mendengarkan keduanya. Siaran Radio Prague akan berakhir dan itu mengecewakan namun tentu saya masih memiliki radio shortwave dan saya juga memiliki koneksi internet, jadi saya akan menggunakan keduanya.”
Siaran terakhir kami sudah sepantasnya ditujukan untuk Oldrich Cip yang telah mengatur jadwal frekuensi dan acara Radio Prague selama bertahun-tahun. Terima kasih banyak untuknya dan anda yang telah menyempatkan untuk menulis sebagai partisipasi dalam acara ini. Radio Prague akan tetap ada di sini, menyuguhkan berita serta acara feature tentang dan dari Republik Czech. Tetaplah mendengarkan, dan mintalah pada broadcaster lokal untuk menyiarkan kembali acara harian kami. Bagi anda yang tidak dapat mendengar secara online, kami akan sangat senang dan merasa terhormat untuk memberikan anda service ini, dari semua staf kami, terima kasih telah mendengarkan dan selamat tinggal.
(Sumber: Radio Prague www.radio.cz)―hind.
“Nama saya Mark Coady, 55 tahun dan tinggal di Peterborough, Ontario, saya telah mendengarkan Radio Prague sejak sekitar 1980. Dalam memahami alasan penutupan shortwave, saya benar-benar akan merindukannya. Saya rasa masalahnya adalah pemerintah tidak paham nilai ekonomis shortwave, anda dapat mencapai banyak orang dengannya. Adalah hal yang mudah bagi pemerintah untuk menghentikan, sebab banyak orang tidak lagi memahami shortwave.”
“Nama saya Rajdeep Dah dari India. Saya pendengar lama Radio Prague siaran bahasa Inggris melalui shortwave, saya telah mendengarkan selama 10 tahun. Saya belum pernah ke Republik Czech tapi saya tahu banyak tentang Prague dan Eropa melalui berita, current affairs, olahraga yang sungguh mengagumkan saya. Ketika saya tahu Radio Prague menutup siaran bahasa Inggris di shortwave saya sangat sedih, benar-benar sedih.”
“Nama saya Brendon Monaghan, saya pelajar tingkat sarjana dari Portland, Oregon AS, saya telah mendengarkan Radio Prague sejak sekitar pertengahan 90an, melalui internet atau radio. Ditinjau dari komentar-komentar dalam mailbox dan laman facebook, ada lebih dari satu hal yang dapat anda ambil dari diakhirinya shortwave ini. Anda dapat memperlakukannya seperti sebuah pemakaman dan membicarakan betapa buruknya itu serta keluh kesah hilangnya stasiun anda atau anda dapat melihat itu sebagai upaya untuk tetap relevan dan berada di puncak teknologi baru dan berada sebagai transisi ke abad 21.”
“Saya Francois Pellican dari Nederland, saya tinggal di Republik Czech. Saya menggunakan Radio Prague sebagai sumber informasi utama mengenai orang Czech dan Republik Czech. Sebenarnya saya tidak pernah mendengarkan Radio Prague melalui shortwave tetapi menggunakan web, saya menggunakan podcast, saya menggunakan siaran melalui internet dan juga membaca artikel Radio Prague. Pendapat saya tentang menghentikan shortwave adalah sederhana: saya tahu ada pemangkasan anggaran dan saya berpikir demikian sebab Radio Prague menyajikan sumber informasi unggul melalui internet. Bagi saya menghentikan siaran shortwave adalah pengorbanan yang bisa dipahami.”
“Nama saya Rodney Bowers. Saya pertama kali mendengarkan Radio Prague di sebuah kota kecil bernama Hartwell, Georgia di AS. Saya memilki radio shortwave pertama saat saya sekitar 14 tahun di akhir 60an, Radio Prague adalah salah satu stasiun yang mudah ditangkap dan memiliki signal bagus. Dalam satu taraf saya berada di kedua sisi dari isu shortwave ini. Terlibat dalam bisnis komputer, tentu saya paham kekuatan internet serta kemampuannya untuk mengantarkan bermacam-macam konten, bukan hanya audio tetapi juga video, konten tertulis, yang tidak bisa didapati dalam shortwave. Pada sisi shortwave, anda bisa mendengarnya di mana saja, anda bisa mendengarnya di tempat asing dimana anda tidak memiliki koneksi internet. Jadi dalam memandang hal tersebut, sebagian daya tarik untuk dapat terhubung dengan masa telah berkurang dengan fakta bahwa anda tidak mempunyai siaran shortwave. Saya akan terus mendengarkan keduanya. Siaran Radio Prague akan berakhir dan itu mengecewakan namun tentu saya masih memiliki radio shortwave dan saya juga memiliki koneksi internet, jadi saya akan menggunakan keduanya.”
Siaran terakhir kami sudah sepantasnya ditujukan untuk Oldrich Cip yang telah mengatur jadwal frekuensi dan acara Radio Prague selama bertahun-tahun. Terima kasih banyak untuknya dan anda yang telah menyempatkan untuk menulis sebagai partisipasi dalam acara ini. Radio Prague akan tetap ada di sini, menyuguhkan berita serta acara feature tentang dan dari Republik Czech. Tetaplah mendengarkan, dan mintalah pada broadcaster lokal untuk menyiarkan kembali acara harian kami. Bagi anda yang tidak dapat mendengar secara online, kami akan sangat senang dan merasa terhormat untuk memberikan anda service ini, dari semua staf kami, terima kasih telah mendengarkan dan selamat tinggal.
(Sumber: Radio Prague www.radio.cz)―hind.
Akhir sebuah era: Radio Prague mengakhiri siaran di shortwave
Dengan presentasi khusus ini, Radio Prague mengakhiri 75 service radio shortwave-nya. Seperti yang anda ketahui sekarang, tindakan penghematan di seluruh kementrian pemerintah Czech memaksa pemangkasan anggaran dalam banyak sektor, dan penyiaran publik adalah salah satunya. Selama sebagian besar abad lalu signal kami disiarkan ke enam benua, membawakan berita serta informasi tentang Czecho Slovakia dan Republik Czech kepada pendengar di seluruh dunia.
Radio Prague akan terus memenuhi misinya melalui siaran internet dan satelit―kami berharap 75 tahun yang lain―melalui media apapun di masa depan yang memungkinkan. Namun hari ini kami menandai akhir dari cara tradisional komunikasi modern yang telah berjasa sejak kemunculannya.
Czechoslovak Radio memulai service internasionalnya di shortwave melalui Radio Prague pada 1936, menurut kata-kata pemerintah, “untuk menyajikan propaganda dan informasi pemerintah dalam bahasa-bahasa utama dunia, serta menyajikan acara khusus bagi orang Czech dan Slovak yang tinggal di luar negeri dan tidak dapat mendapatkan acara radio domestik kami. Misi service shortwave baru ini akan menjadi penting sebab budaya kami―khususnya musik―akan menemukan audiens baru di seluruh dunia, memperkenankan kami untuk menunjukkan pada negara-negara Eropa lain betapa banyaknya kami berkontribusi pada kemajuan umat manusia di tengah kompetisi yang bersahabat.
Contoh paling hebat dari etos tersebut dimana Radio Prague menghubungkan siaran radio yang merupakan pengalaman yang terjadi pada hari natal 1937, ketika siaran langsung radio antara India, Prague dan AS untuk membolehkan penulis Karel Capek dan penemu Frantisek Krizik bertukar pesan muhibah dengan Albert Einstein di Princeton dan penyair India Rabindranath Tagore di Bengal.
Pengalaman tersebut menunjukkan potensi sebuah media yang telah menyebarkan pesan kami ke seluruh dunia bagaimanapun iklim politik atau rezim di dalam negeri maupun tempat lain. Dalam iklim ketegangan menuju ke Perang Dunia II, Radio Prague digunakan untuk melawan propaganda Nazi yang ditujukan untuk membangun dukungan internasional atas pencaplokan Sudentenland. 43 tahun kemudian ketika Czechoslovakia diserbu tank-tank Uni Soviet, service shortwave Radio Prague terus memberi informasi dunia apa yang sedang terjadi, sampai ia menjadi service propaganda Soviet dalam sisa Perang Dingin.
Sebagaimana siaran shortwave Radio Prague bertahan terhadap invasi bermusuhan atas negara sendiri, Radio Prague terus menembus blokade informasi di seluruh dunia. Transmisi Radio Prague terdengar di Cuba dalam bahasa Spanyol, di Belarus dalam bahasa Russia, meliputi Timur Tengah serta Afrika dalam bahasa Inggris dan Perancis. Pada tahun-tahun itu kami memiliki siaran dalam bahasa Swahili dan Portugis, Arab dan Italia, Esperanto dan banyak lagi. Bahkan sekarang, lebih mudah untuk memblokir internet daripada signal radio shortwave.
Orang yang bertanggung jawab pada masalah teknis siaran shortwave Czech Radio selama 40 tahun terakhir adalah Oldrich Cip, yang juga ketua Komite Koordinasi High Frequency internasional.
“Saya rasa semua stasiun shortwave masih penting meskipun era siaran shortwave tentu sudah berubah. Shortwave masih berharga bagi bagi segmen audiens tertentu, metode penyampaian radio internasional telah bervariasi dengan internet dan satelit namun shortwave mempunyai properti tertentu, dan saya sangat yakin akan selalu ada segmen audiens tertentu yang lebih suka siaran shortwave dari pemancar terrestrial dari pada metode penyampaian lain. Saya khawatir segolongan pembuat keputusan di beberapa organisasi besar mungkin akan menyebabkan efek domino, ketika mereka mulai mengurangi (shortwave) kemudian (organisasi) yang kecil mengikutinya. Jadi saya khawatir pengurangan siaran shortwave seluruh dunia dibuat dengan sangat tergesa-gesa dan itu bukan perkembangan yang bagus.”
Tapi jika dana untuk siaran shortwave yang mahal kurang, apa yang anda rekomendasikan?
“Well menguranginya! Namun tetap mengudara.
Saya percaya siaran-siaran shortwave akan selalu berguna. Saya rasa kelompok pendengar tertentu ini akan tetap mendengarkan shortwave dan sayangnya Radio Prague tidak ada di sana.” (bersambung)
(Sumber: Radio Prague www.radio.cz)―HIND.
Radio Prague akan terus memenuhi misinya melalui siaran internet dan satelit―kami berharap 75 tahun yang lain―melalui media apapun di masa depan yang memungkinkan. Namun hari ini kami menandai akhir dari cara tradisional komunikasi modern yang telah berjasa sejak kemunculannya.
Czechoslovak Radio memulai service internasionalnya di shortwave melalui Radio Prague pada 1936, menurut kata-kata pemerintah, “untuk menyajikan propaganda dan informasi pemerintah dalam bahasa-bahasa utama dunia, serta menyajikan acara khusus bagi orang Czech dan Slovak yang tinggal di luar negeri dan tidak dapat mendapatkan acara radio domestik kami. Misi service shortwave baru ini akan menjadi penting sebab budaya kami―khususnya musik―akan menemukan audiens baru di seluruh dunia, memperkenankan kami untuk menunjukkan pada negara-negara Eropa lain betapa banyaknya kami berkontribusi pada kemajuan umat manusia di tengah kompetisi yang bersahabat.
Contoh paling hebat dari etos tersebut dimana Radio Prague menghubungkan siaran radio yang merupakan pengalaman yang terjadi pada hari natal 1937, ketika siaran langsung radio antara India, Prague dan AS untuk membolehkan penulis Karel Capek dan penemu Frantisek Krizik bertukar pesan muhibah dengan Albert Einstein di Princeton dan penyair India Rabindranath Tagore di Bengal.
Pengalaman tersebut menunjukkan potensi sebuah media yang telah menyebarkan pesan kami ke seluruh dunia bagaimanapun iklim politik atau rezim di dalam negeri maupun tempat lain. Dalam iklim ketegangan menuju ke Perang Dunia II, Radio Prague digunakan untuk melawan propaganda Nazi yang ditujukan untuk membangun dukungan internasional atas pencaplokan Sudentenland. 43 tahun kemudian ketika Czechoslovakia diserbu tank-tank Uni Soviet, service shortwave Radio Prague terus memberi informasi dunia apa yang sedang terjadi, sampai ia menjadi service propaganda Soviet dalam sisa Perang Dingin.
Sebagaimana siaran shortwave Radio Prague bertahan terhadap invasi bermusuhan atas negara sendiri, Radio Prague terus menembus blokade informasi di seluruh dunia. Transmisi Radio Prague terdengar di Cuba dalam bahasa Spanyol, di Belarus dalam bahasa Russia, meliputi Timur Tengah serta Afrika dalam bahasa Inggris dan Perancis. Pada tahun-tahun itu kami memiliki siaran dalam bahasa Swahili dan Portugis, Arab dan Italia, Esperanto dan banyak lagi. Bahkan sekarang, lebih mudah untuk memblokir internet daripada signal radio shortwave.
Orang yang bertanggung jawab pada masalah teknis siaran shortwave Czech Radio selama 40 tahun terakhir adalah Oldrich Cip, yang juga ketua Komite Koordinasi High Frequency internasional.
“Saya rasa semua stasiun shortwave masih penting meskipun era siaran shortwave tentu sudah berubah. Shortwave masih berharga bagi bagi segmen audiens tertentu, metode penyampaian radio internasional telah bervariasi dengan internet dan satelit namun shortwave mempunyai properti tertentu, dan saya sangat yakin akan selalu ada segmen audiens tertentu yang lebih suka siaran shortwave dari pemancar terrestrial dari pada metode penyampaian lain. Saya khawatir segolongan pembuat keputusan di beberapa organisasi besar mungkin akan menyebabkan efek domino, ketika mereka mulai mengurangi (shortwave) kemudian (organisasi) yang kecil mengikutinya. Jadi saya khawatir pengurangan siaran shortwave seluruh dunia dibuat dengan sangat tergesa-gesa dan itu bukan perkembangan yang bagus.”
Tapi jika dana untuk siaran shortwave yang mahal kurang, apa yang anda rekomendasikan?
“Well menguranginya! Namun tetap mengudara.
Saya percaya siaran-siaran shortwave akan selalu berguna. Saya rasa kelompok pendengar tertentu ini akan tetap mendengarkan shortwave dan sayangnya Radio Prague tidak ada di sana.” (bersambung)
(Sumber: Radio Prague www.radio.cz)―HIND.
Perasaan emosional Aung San Suu Kyi pada radio Grundig miliknya
Khaleej Times (Dubai) 21 Desember 2010, Suresh Pattali, mewawancara Aung San Suu Kyi,
“Q: Seperti apa kesetiaan anda pada teman baik anda, radio shortwave? Saya dengar anda mengetahui kemenangan anda atas Hadiah Nobel dari radio tersebut? Suu Kyi: Kesetiaan saya sangat besar tapi saya harus mengakui kalau tidak punya banyak waktu mendengarkannya selama beberapa bulan lalu dan saya merasa sedikit bersalah karena itu! Q: Apa merek radionya? Suu Kyi: Grundig. Haruskah saya mengiklankannya seperti itu (tertawa)?Baiklah, radio Grundig sangat terpercaya (tertawa lagi), Q: Bagaimana perasaan emosional anda pada radio itu? Suu Kyi: suami saya memberikannya beberapa tahun lalu, radio itu hampir sama lama dengan masa penahanan saya.”
Newsweek, 21 Desember 2010, Danielle Bernstein mewawancara Aung San Suu Kyi,
“Q: anda menghabiskan banyak waktu ketika dalam tahanan rumah dengan mendengarkan radio. Apa yang suka anda dengar? Suu Kyi: Mendengarkan acara politik adalah sebuah kewajiban, sebuah tugas. Tetapi saya (juga) menikmati acara budaya. Saya banyak mendengarkan BBC World Service, namun karena beberapa alasan mereka nampaknya tidak memiliki begitu banyak acara musik saat ini. Boleh jadi acara-acara tersebut muncul ketika saya mendengarkan BBC bahasa Birma dan Radio Free Asia. Saya mendengarkan setidaknya enam jam setiap hari. Ada banyak berita mengejutkan sepanjang waktu. Nampaknya ada terlalu banyak kekerasan dan bencana alam di seluruh dunia, tidak hanya di sini di Birma. Banjir, gempa bumi, siklon...”
(Sumber: Kim Andrew Elliott reporting on International Broadcasting www.kimandrewelliott.com)―hind.
“Q: Seperti apa kesetiaan anda pada teman baik anda, radio shortwave? Saya dengar anda mengetahui kemenangan anda atas Hadiah Nobel dari radio tersebut? Suu Kyi: Kesetiaan saya sangat besar tapi saya harus mengakui kalau tidak punya banyak waktu mendengarkannya selama beberapa bulan lalu dan saya merasa sedikit bersalah karena itu! Q: Apa merek radionya? Suu Kyi: Grundig. Haruskah saya mengiklankannya seperti itu (tertawa)?Baiklah, radio Grundig sangat terpercaya (tertawa lagi), Q: Bagaimana perasaan emosional anda pada radio itu? Suu Kyi: suami saya memberikannya beberapa tahun lalu, radio itu hampir sama lama dengan masa penahanan saya.”
Newsweek, 21 Desember 2010, Danielle Bernstein mewawancara Aung San Suu Kyi,
“Q: anda menghabiskan banyak waktu ketika dalam tahanan rumah dengan mendengarkan radio. Apa yang suka anda dengar? Suu Kyi: Mendengarkan acara politik adalah sebuah kewajiban, sebuah tugas. Tetapi saya (juga) menikmati acara budaya. Saya banyak mendengarkan BBC World Service, namun karena beberapa alasan mereka nampaknya tidak memiliki begitu banyak acara musik saat ini. Boleh jadi acara-acara tersebut muncul ketika saya mendengarkan BBC bahasa Birma dan Radio Free Asia. Saya mendengarkan setidaknya enam jam setiap hari. Ada banyak berita mengejutkan sepanjang waktu. Nampaknya ada terlalu banyak kekerasan dan bencana alam di seluruh dunia, tidak hanya di sini di Birma. Banjir, gempa bumi, siklon...”
(Sumber: Kim Andrew Elliott reporting on International Broadcasting www.kimandrewelliott.com)―hind.
From The DX Corner...
Voice of Turkey―DX Corner 29 January 2011, 13.46-14.07 UTC on 11735 Khz:
Kabinet Kanselir Angela Merkel memerintahkan broadcaster internasional Deutsche Welle pada hari rabu 19 January untuk memperketat fokusnya dan mengurangi programnya bagi warga Jerman yang tinggal di luar negeri. Deutsche Welle yang didanai oleh pembayar pajak dan siaran dalam sekitar 30 bahasa akan mengganti frekuensi shortwave serta medium wave dan berkonsentrasi pada siaran FM di negara-negara yang dipilih. Deutsche Welle yang menerima dana sebesar 223 juta euro pertahun juga mempunyai siaran televisi dan webcast. Internet yang membolehkan orang Jerman di seluruh dunia untuk memperoleh berita dari website bahasa Jerman telah menyebarkan keperluan Deutsche Welle untuk memberi informasi para ekspatriat Jerman. Channel televisi reguler juga dapat diakses melalui satelit. Di masa depan Deutsche Welle akan berfokus pada audiens non-Jerman dan memberi perhatian lebih besar pada kebijakan luar negeri Jerman. Setelah 2013 Deutsche Welle secara bertahap akan berfokus pada audiens di Asia, Afrika, negara-negara Arab dan Amerika Latin. Transmisi radio shortwave harus dihentikan dan hanya terdapat untuk sedikit wilayah. Pemerintah memberitahu bahwa radio Deutsche Welle akan terus siaran dan tidak akan ditutup.
Pada 15 January 2011, Voice of America mengakhiri transmisi shortwave dalam bahasa Indonesia serta Vietnam dan mengurangi shortwave dalam bahasa Mandarin dan Perancis untuk Afrika. Siaran bahasa Indonesia pada 0000-0030, 1130-1230, 1400-1500, 2200-2400 UTC. VOA Indonesia mempunyai jumlah audiens terbanyak melalui acara televisi di stasiun lokal. Penyiaran kembali acara VOA Indonesia terus dilanjutkan.
VOA bahasa Vietnam pada 1300-1330, 1500-1600, 2230-2330 UTC. VOA Vietnam mempunyai jumlah audiens lebih banyak di frekuensi medium wave 1575 Khz pada 1300-1330 melalui Thailand dan 1170 Khz melalui Filipina pada 1500-1600. Siaran melalui satelit Asiasat serta internet juga terus dilanjutkan. Siaran shortwave bahasa Mandarin pada 0100-0300 dan 0700-0900 UTC dihapuskan, kedua waktu ini bukan merupakan waktu yang digemari di China dan acara pada waktu ini (juga) diulangi, tetapi audio stream melalui internet dan satelit terus dilanjutkan pada jam-jam tersebut.
Siaran bahasa Perancis pada 0530-0630 senin-jumat dan 2000-2100 sabtu-minggu juga dihapuskan.[HIND]
Kabinet Kanselir Angela Merkel memerintahkan broadcaster internasional Deutsche Welle pada hari rabu 19 January untuk memperketat fokusnya dan mengurangi programnya bagi warga Jerman yang tinggal di luar negeri. Deutsche Welle yang didanai oleh pembayar pajak dan siaran dalam sekitar 30 bahasa akan mengganti frekuensi shortwave serta medium wave dan berkonsentrasi pada siaran FM di negara-negara yang dipilih. Deutsche Welle yang menerima dana sebesar 223 juta euro pertahun juga mempunyai siaran televisi dan webcast. Internet yang membolehkan orang Jerman di seluruh dunia untuk memperoleh berita dari website bahasa Jerman telah menyebarkan keperluan Deutsche Welle untuk memberi informasi para ekspatriat Jerman. Channel televisi reguler juga dapat diakses melalui satelit. Di masa depan Deutsche Welle akan berfokus pada audiens non-Jerman dan memberi perhatian lebih besar pada kebijakan luar negeri Jerman. Setelah 2013 Deutsche Welle secara bertahap akan berfokus pada audiens di Asia, Afrika, negara-negara Arab dan Amerika Latin. Transmisi radio shortwave harus dihentikan dan hanya terdapat untuk sedikit wilayah. Pemerintah memberitahu bahwa radio Deutsche Welle akan terus siaran dan tidak akan ditutup.
Pada 15 January 2011, Voice of America mengakhiri transmisi shortwave dalam bahasa Indonesia serta Vietnam dan mengurangi shortwave dalam bahasa Mandarin dan Perancis untuk Afrika. Siaran bahasa Indonesia pada 0000-0030, 1130-1230, 1400-1500, 2200-2400 UTC. VOA Indonesia mempunyai jumlah audiens terbanyak melalui acara televisi di stasiun lokal. Penyiaran kembali acara VOA Indonesia terus dilanjutkan.
VOA bahasa Vietnam pada 1300-1330, 1500-1600, 2230-2330 UTC. VOA Vietnam mempunyai jumlah audiens lebih banyak di frekuensi medium wave 1575 Khz pada 1300-1330 melalui Thailand dan 1170 Khz melalui Filipina pada 1500-1600. Siaran melalui satelit Asiasat serta internet juga terus dilanjutkan. Siaran shortwave bahasa Mandarin pada 0100-0300 dan 0700-0900 UTC dihapuskan, kedua waktu ini bukan merupakan waktu yang digemari di China dan acara pada waktu ini (juga) diulangi, tetapi audio stream melalui internet dan satelit terus dilanjutkan pada jam-jam tersebut.
Siaran bahasa Perancis pada 0530-0630 senin-jumat dan 2000-2100 sabtu-minggu juga dihapuskan.[HIND]
Langganan:
Postingan (Atom)