Jumat, 30 April 2010

Sayembara Triwulanan II KBS World 2010


Sayembara Triwulanan II KBS World 2010
1.      Apakah nama masakan Korea yang terdiri dari nasi yang dicampur dengan berbagai sayuran, daging, telur dan saus cabe merah?
Bimbimbab
2.      Apakah nama daerah yang dekat dengan perbatasan antarKorea yang sedang dijadikan sebagai taman ekologi?
       DMZ ( Demilitarized Zona )

Kirim jawaban anda paling lambat akhir Juni 2010 ke :
KBS World, d/a Kedubes Korea Jln Gatot Subroto 57 Jakarta 12041

Sayembara Radio Jerman Deutsche Welle Apr- Juni 2010


Sayembara Radio Jerman Deutsche Welle Apr- Juni 2010

Negara mana yang menjadi Tuan Rumah Piala Dunia 2010 ?
 Jawaban : Afrika selatan.

 Kirim jawaban anda paling lambat akhir Juni 2010 ke :
Deutsche Welle, Tromol pos 1128 Jakarta 10011
email : indones@dw-world.de, SMS : +62812 110 1115

Selasa, 27 April 2010

Televisi Amerika Peroleh Video Latihan Al-Qaida di Yaman

Sebuah jaringan televisi Amerika, ABC News, telah memperoleh video Umar Farouk Abdulmutallab, yang menggambarkan Abdulmutallab sedang berlatih di sebuah kamp latihan Al-Qaida di Yaman.
Abdulmutallab adalah seorang pria Nigeria tersangka aksi percobaan pengeboman dalam sebuah pesawat penumpang Amerika  pada Hari Natal lalu, dengan menyembunyikan bom dalam celana dalamnya.
Dalam video tersebut, Abdulmutallab dan para pemuda lain ditunjukkan menembaki sasaran antara lain yaitu bintang Yahudi, logo PBB dan bendera Inggris.
Abdulmutallab juga ditunjukkan dalam video mengatakan, “Musuh berada di wilayah kita bersama tentaranya, Yahudi dan kaum Nasrani serta agen-agen mereka.” Logo Al-Qaida ditunjukkan  pada pojok kanan bawah video itu.
ABC mengatakan video itu diperoleh seorang wartawan Yaman yang bekerja bagi jaringan televisi Amerika tersebut. ( sumber : VOA )

Siapa Bilang Koran Telah Mati ???

“Setahun lalu orang khawatir hilangnya frekuensi radio FM kami akan menjadi masalah besar, tapi kami berusaha mengatasinya,” kata Kenan Aliyev, direktur Radio Azadliq-RFE/RL Azerbaijani Service. Ia menerbitkan sebuah koran didistribusikan tiap minggu di ibukota Azerbaijan, Baku dan di seluruh negara.
“Siapa bilang koran telah mati? Itu tidak benar.”
“Ketika anda tidak punya akses bebas ke siaran radio, anda harus kembali ke cara tradisional.”
Pada Januari 2009, pemerintah Azerbaijan melarang semua siaran internasional, termasuk RFE/RL, VOA dan BBC dari siaran radio nasional. Ini merupakan tantangan bagi Kenan dan rekan-rekannya.
“Pendengar biasanya mendengar kami melalui radio FM. Ketika frekuensinya ditutup, kebanyakan dari mereka kehilangan hubungan dengan kami,” katanya.
“Jadi kami punya ide untuk mempublikasikan konten kami di koran lokal.”
Koran bernama ″Berpikir Beda″ (slogan Radio Azadliq) merupakan proyek kerjasama antara Radio Azadliq, cabang LSM internasional IREX dan penerbit lokal. Sejak Desember tahun lalu, 10.000 eksemplar koran didistribusikan tiap minggu di Baku dan wilayah regional.
“Tujuan utamanya adalah untuk menyampaikan konten kami kepada orang-orang. Koran itu membolehkan kami bekerja meski ada larangan, dan ini adalah cara hebat untuk mempromosikan frekuensi radio shortwave dan satelit serta website kami.”
Internet berkembang cepat di Azerbaijan. Facebook baru-baru ini mengumumkan memiliki 140.000 member di negara ini.
“10.000 diantaranya adalah penggemar Radio Azadliq,” kata Kenan, dan website kami dikunjungi 1 juta orang untuk pertama kalinya pada bulan Januari. Koran ini banyak membantu kami memberitahu orang tentang konten online kami.
Halaman paling populer di www.azadliq.org diantaranya ″Korrupsiyametr″ (Corruption Meter), didedikasikan untuk meningkatkan kesadaran tentang korupsi dan masalah-masalah transparansi. Juga populer ″Oxu Zali″ (Reading Room), untuk mendiskusikan kesusastraan dan mempublikasikannya. “Kami memberi mereka platform untuk bebas berekspresi”, jelas Kenan. 
Pada akhirnya, kami akan selalu menemukan cara untuk menjangkau pendengar dan pemirsa. Hal paling penting adalah informasi kami terpercaya. Itu adalah keuntungan terbesar kami.
(Sumber: RFE/RL)

Minggu, 25 April 2010

Media Somali bereaksi terhadap larangan memutar musik

Sekali lagi, media di Somalia menghadapi fatwa tidak masuk akal dari kelompok ekstrimis. Tetapi mereka telah menemukan cara lucu dan ironis untuk merespon larangan itu agar tetap dapat bersiaran.

Tembakan, raungan singa dan  kokok ayam adalah diantara suara yang dijadikan jingle baru di stasiun-stasiun FM di ibukota Somalia, Mogadishu. Hal itu sebagai reaksi atas larangan memutar musik yang diberlakukan oleh kelompok Hisbul Islam yang menyatakan musik bertentangan dengan ajaran Islam. 

Larangan tersebut mulai berlaku pada 13 April, tapi 2 stasiun tidak menurutinya - yaitu Radio Mogadishu milik pemerintah dan stasiun Barkulan yang dioperasikan PBB, berbasis di Nairobi.

2 orang yang bekerja di stasiun FM di Mogadishu mengatakan bahwa kematian mungkin menjadi konsekuensi bagi jurnalis yang menentang larangan itu, disamping konsekuensi penutupan stasiun dan penyitaan peralatan siaran.

Stasiun radio yang berlokasi di wilayah di bawah kontrol pemerintah juga tunduk pada larangan itu, hal ini karena pemerintah hanya mengontrol sebagian kecil wilayah Mogadishu dan jurnalis perlu mengakses daerah yang dikontrol kelompok radikal untuk melaksanakan tugas mereka.

Baru-baru ini, Al-shabab, kelompok radikal lainnya, memutuskan bahwa BBC dan VOA anti Islam. Akibatnya mereka menutup stasiun relay BBC dan menyita semua peralatan, termasuk pemancar, komputer dan peralatan satelit. Mereka juga meminta stasiun radio lokal untuk tidak menyiarkan konten BBC atau VOA.
(Sumber: Radio France International)

Sabtu, 24 April 2010

Ketua BLC bersama Kepala Seksi CRI, RRI, Radio Elshinta


Di sela-sela acara peresmian kerjasama antara China Radio International dan Radio Elshinta, dan seminar Peluang Usaha dalam menghadapi pasar bebas China ASEAN Free Trade Assosiation ( CAFTA) yang dilaksanakan pada hari Selasa, 20 Juni 2010 di Hotel Sultan Jakarta. Di photo 1...dari kanan Rudi Hartono (Ketua Borneo Listeners Club), Li Shukun (Kepala Seksi China Radio International), H Sunu Budiharjo dan Dwi Budhi Raharjo ( Redaksi IDXC ).Photo 2, bersama Direktur RRI Jakarta Bpk Parnihadi . Photo 3, bersama Direktur Radio Elshinta, Bapak Wahyu Aditama.
Terima kasih atas undangan Radio Elshinta dan CRI, smoga hubungan kerjasama ini dapat berjalan dengan lancar seiring dengan dibukanya perdagangan bebas - CAFTA yang dimulai 1 Januari 2010.

CRI Selenggarakan Temu Wicara CAFTA di Jakarta



China Radio International (CRI) hari ini (20/4) menyelenggarakan temu wicara tentang peluang produk Indonesia di pasar CAFTA (Kawasan Perdagangan Bebas Tiongkok-ASEAN) melalui kerjasama dengan Radio Elshinta Indonesia. Temu wicara yang digelar di Jakarta tersebut mengundang reaksi ramai masyarakat setempat, dan mencapai sukses penuh. Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Nyonya Zhang Qiyue, Dirjen Kerjasama Perdagangan Internasional Departemen Perdagangan Gusmardi Bustami, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Adi Putera Taher, serta Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balibang) Departemen Perdagangan, Muchtar tampak hadir dalam temu wicara dan menyampaikan sambutan.