Sabtu, 09 Agustus 2014

Terungkap, Rahasia Suara Khas Penyiar Radio


Para periset Australia mengatakan, bahwa suara-suara khas penyiar radio mungkin akibat dari pita suara mereka yang menjadi lebih elastis.
Hal ini berdasarkan pada sebuah studi baru yang mendapati bahwa pita suara pekerja radio tersebut menutup lebih cepat daripada yang lain. Para periset itu memfilmkan pita-pita suara dari 16 pria pembawa acara radio ( announcer ), penyiar ( broadcaster ), pembaca berita,
artis pengisi suara ( voice- over) dengan menggunakan kamera video berkecepatan tinggi. Mereka berharap dapat mengetahui apa yang
membuat suara mereka terdengar berbeda dengan orang yang bukan broadcaster . "Ada unsur dari suara radio yang sangat berbeda, tapi itu sangat sulit untuk mengisolasi dan mengukurnya," kata patolog wicara ( speech pathologist) Dr Cate Madill, dari University of Sydney.

Kualitas ini dijelaskan dengan cara berbeda dalam berbagai studi, seperti kehangatan, resonan, kekuatan, emotif, dan otoritatif. Udara dari paru-paru menggetarkan pita suara, yang menyebabkan bunyi. Ini kemudian bergerak melalui saluran vokal serta keluar melalui mulut,
dan bagian bawah hidung. Saluran vokal memiliki bentuk serta karakteristik tertentu yang berinteraksi dengan suara untuk menciptakan 'resonansi'. Ini adalah resonansi yang memberi suara, apa yang kita anggap sebagai kedalaman, atau kehangatan, atau kualitas 'dering'. "Beberapa orang mengatakan bahwa untuk bekerja di radio, kita harus berbakat, atau memiliki suara yang secara fundamental berbeda dari suara-suara lain," kata Kate Madill.
"Kami ingin melihat apakah bisa menemukan suatu elemen anatomi pita suara mereka yang dapat diindentifikasi, yang sebenarnya mungkin berkontribusi terhadap fenomena ini."

Para periset menempatkan kamera yang mengambil gambar 4000 frame per detik, masuk ke mulut untuk merekam pita-pita suara ketika
bergetar. "Pita suara pada pria akan bergetar di mana saja antara 100 dan 120 kali per detik, sehingga kita perlu mengambil banyak gambar untuk memungkinkan menganalisis pola getaran," kata Kate Madill.

Kamera mengungkapkan bahwa fase penutupan pita suara setiap penyiar adalah lebih cepat dari fase pembukaan, demikian laporan Kate Madill bersama timnya yang dimuat dalam Jurnal PLOS ONE.
Ketika mereka menganalisis video yang merekam 16 laki-laki yang bukan presenter radio, mereka menemukan bahwa waktu yang dibutuhkan untuk pita suara mereka membuka dan menutup itu,
hampir sama. Kate Madill menyimpulkan dari penelitian tersebut,
bahwa pita suara presenter radio mungkin sedikit lebih elastis, atau bahwa ada beberapa manipulasi ketegangan di pita suara sehingga
reaksinya dimaksimalkan. "Tapi semua ini hanya dugaan ilmiah," ujarnya.
"Getaran pita suara mungkin memberikan kontribusi kepada broadcaster radio untuk memiliki kehangatan atau kedalaman, atau
kemampuan untuk mempertahankan nada tertentu, sementara mereka mengubah pitch mereka," katanya.
"Bersama dengan karakteristik resonatori tertentu, mungkinitulah sebabnya membuat mereka diakui sebagai memiliki suara yang baik untuk radio." Apakah seseorang bisa dilatih untuk menyesuaikan pembukaan dan penutupan kecepatan pita suara mereka, belum diketahui ( Sumber : Australian Plus )

KEBERADAAN BULLETIN MEDIATOR

Oleh  HINDUN (Redaktur  BLC Jateng)

Mediator ingin diakhiri ? wah bebas tugas donk aku ? apakah bulletin Mediator sudah pada keputusan “stop publish” ? sebagai orang yang berkecimpung dalam melakukan edit data bulletin rasa-rasanya keputusan Bapak Ketua sangatlah terburu-buru, dan perlu dipikirkan kembali sebuah keputusan yang harus mengakhiri Mediator ini. Perlu dipikirkan kembali bahwa BLC merupakan klub termuda yang hadir diantara keruntuhan bulletin pendengar lainnya dan sangat disayangkan juga harus berakhir tragis. Bulletin adalah bukti eksistensi sebuah klub dimana upaya klub bisa eksis di saat dunia penyiaran gelombang pendek ( SW ) mulai redup dan berguguran satu persatu. Oleh sebab itu saya minta kepada Bapak Ketua dapat mereview keputusan tersebut.

Kalau boleh saya mereview pada saat pembentukan BLC tahun 2010 disaat itu juga dirilis bulletin Mediator edisi perdana dimana pada saat penerbitannya saya ditunjuk Bapak Ketua menjadi konstributor BLC Jawa Tengah, awalnya saya penuh ragu alias tak pede karena saya merasa seorang pendengar junior, takut salah dan takut dikritik nantinya. Berkat dorongan Bapak Ketua akhirnya saya mencoba ikuti dengan melakukan googling dan share serta menterjemahkan tulisan dari berbagai media online yang bersumber dari pemerhati radio, penyiar radio asing dan stasiun radio dengan memohon ijin penerbitannya. Pembelajaran ini sangat membawa manfaat tersendiri bagi saya dan saya senang sekali mendapat sambutan dari narasumber yang saya hubungi asal menyebutkan dengan jelas sumbernya. Kemudian hasil terjemahan itu saya kirim ke Bapak Ketua untuk dimuat di bulletin maupun di website BLC www.bielsiklub.blogspot.com  . di luar dugaan saya pada saat awal penerbitan Mediator, mendapat respon yang positif atas kreatifitas saya untuk Mediator dan berlanjut hingga penerbitan Mediator edisi ini.
Melihat perjuangan kita bisa eksis menerbitkan bulletin hampir 5 tahun ini rasanya sangat disayangkan untuk mengakhirinya. Kita tahu bahwa klub pendengar saat ini sudah jarang terbitkan bulletin bahkan ada yang memberhentikan penerbitan sama sekali karena media online cukup memberikan sentuhan kebersamaan kepada anggotanya terutama di facebook dan cukup membuat blog atau kelompok. Tetapi bulletin ini sangatlah berbeda cita rasanya dimana selain membutuhkan perjuangan ekstra dalam penerbitannya, perjuangan dalam pengirimannya serta dapat menjadi dokumentasi yang tetap eksis di ruang perpustakaan para pembacanya.
Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan kepada Bapak Ketua untuk tetap mempertahankan Mediator ini, jika memang penerbitannya bukan dikarenakan oleh kesulitan financial mohon kiranya penerbitannya diperpanjang waktunya. Saat ini bulletin terbit dua bulan sekali, maka perlu dipertimbangkan untuk terbit 3 bulan sekali atau 6 bulan sekali sesuai rentang waktu yang tersedia. Rasa-rasanya bisa toh ? moso luangkan waktune sitek ora iso hehe karena apa, kita ingin bulletin Mediator tetap eksis menjadi sarana sesama anggota dan pendengar radio setidaknya pendengar yang tidak bisa menggunakan internet bisa menjadikan bulletin sebagai sarana informasi yang dapat memberi wawasan pendengar.
Semoga kita dapat berbuat baik lagi untuk menghadirikan bulletin kepada pembacanya di seluruh tanah air dan stasiun radio manapun. Salam hangat selalu dan salam persahabatan dari Jawa Tengah. هند


Surat dari Anggota Borneo Listeners Club

Ira S. Purwokerto Jawa Tengah
Ass. Wr Wb. Rudi, Buletin edisi 27 Juli – Agustus 2014 telah saya terima dengan baik, saya berharap Mediator tetap eksis menyajikan informasi keradioan yang update, inovatif dan informative. Apabila sempat nantinya saya akan kirim karikatur tentang keradioan mengisi halaman Mediator sukses terus untuk Mediatornya, salam ( Red : Terima kasih mbak Ira, senang sekali dapat respon setiap kedatangan bulletin,  ditunggu karikaturnya ya, ntar mau diakhiri di edisi 30 loh, edisi 31 kita usahakan 6 bulan sekali )

Zainal DXer – Jawa Tengah
Hallo Rudi gimana kabar ? semoga dijumpai dalam keadaan sehat selalu ya, pada kesempatan ini saya ingin mengetahui bagaimana caranya menjadi Monitor Resmi NHK, saya telah aktif mendengarkan NHK sejak Maret 2010 dan rajin berkirim LPS kepada NHK, namun saya belum diangkat menjadi Monitor Resmi, mohon penjelasannya, terima kasih ( Red : Jika kita telah menjadi pendengar radio kurun waktu yang sudah lama dan aktif bisa mendaftarkan diri ke Monitoring Section Radio Japan NHK World via email : s06803-rjmonitor@nhk.or.jp dengan surat berbahasa Inggris atau bahasa Jepang. Permohonan ini belum tentu disetujui, tentu melihat daerah pemantauan di tempat anda apakah sudah ada Monitor resmi di daerah anda, jika sudah ada apakah sang monitor lebih aktif ketimbang anda, dan pertimbangan lainnya. Saya berharap anda terpilih menjadi Monitor Tekhnik NHK World karena menjadi monitor NHK akan mandapat honor sebesar 3 jutaan dalam kurun waktu 6 bulan, salam )


Joni Frial - Pontianak Kalimantan Barat
Terima kasih mas Rudi, bulletin Mediator 26/V Maret-April’14, 27/V Mei-Juni 2014 dan 28/V Juli-Agst 2014 telah saya terima dengan baik. Saya sependapat dengan Bpk Imam Farihin yaitu pendanaan. Berapa iuran per bulan demi kekompakan kita dan sebagai pengikat tali persahabatan diantara kita, terutama silaturahmi. Dengan adanya iuran per bulan setidak-tidaknya kita bertemu dengan teman di Pontianak waktu membayar iuran dan Bpk Imam Farihin tidak keberatan menjadi koordinator bagi teman-teman di Pontianak. Demikian saran kami ( Red : Terima kasih bang atas saran yang bernas ini, saya berharap Mediator bisa terbit mungkin setahun dua kali, setidaknya dapat menjadi tali silaturahmi kita ya, mengenai pendanaan biarlah berjalan seperti biasa saja karena pendanaan bukanlah masalah, insyaallah.. salam kompak)

Sugeng Santoso – Surabaya
Ass. Wr. Wb. Saya sudah terima Mediator BLC No. 28/V Juli-Agst 2014. Terima kasih banyak, sangat disayangkan apabila Mediator kalau benar-benar off. Tetapi saya bisa memakluminya. Saya yakin karena kesibukan bukan karena financial sebab kalau financial saya yakin teman-teman saya seperti Pak Imam Farihin dll siap membantu, wassalam selamat menjalankan ibadah puasa buat semua pembaca Mediator ( Red : Terima kasih Pak atas respon baiknya, seperti yang saya ungkapkan dalam edisi ini bahwa diusahakan untuk terbit setahun dua kali, semoga bisa kami laksanakan, salam )

Bheilal – Pontianak Kalimantan Barat
Hi My brother and sister Moslem, everybody, colleague, relative, relations and friends ets. We celebrate Ascension Day Rajab 27, 1435 H which Allah commandment revealed through salutation upon messager of Allah Prophet Muhammad about obligatory prayer five times a day and also 33 days again the Holy month of Ramadhan 1435 H. Allahumma bariklana fi Rajaba wa Sya’bana wa balighna fi Ramadhan. Oh Allah blessed us in Rajab and Sya’ban till us to Ramadhan. Ameen (servant to Allah). So, I have been receiving Mediator July-August 2014 which about 09.30 AM and thank for your attention ( Red : Thanks very much for your attention about Rajab, Sya’ban and Ramadhan May be God bless us in our life, so big thanks for your support to Mediator, and I hope Mediator always be present between us, best regards )  

Sofia Azis Taba – Makasar
Hallo Rudi, bulletin Mediator edisi 28/V Juli-Agustus 2014 sudah kami terima dengan baik.dan berharap Mediator tetap hadir di tengah2 anggotanya, salam kompak selalu ( Red : Terima kasih ibu Sofi atas informasinya dan dukungan terhadap Mediator, salam )

Soebianto W – Jakarta
Terima kasih atas kiriman bulletin Mediator secara Cuma-Cuma dan bulletin Juli-Agustus 2014 sudah saya terima dengan baik. Saya bersyukur sekali dengan usaha anda menghadirkan bulletin dengan gratis walau bagi saya adalah menjadi pekewoh semoga kebaikan ini mendapat pahala. Namun begitu bersama ini saya kirim perangko sebagai donasi mediator. Mengenang masa lalu, saya mulai kenal radio luar negeri sejak 1981 dan setiap pergantian frekuensi RLN  antara April – Oktober saya luangkan waktu untuk memonitor dan membuat daftar pergantian frekuensi yang saya bagikan kepada rekan pendengar. Selain itu juga saya bergabung dengan RLC dan sering kumpul-kumpul dengan pendengar senior dan penyiar radio. Kepuasan mendengarkan radio sangat saya rasakan monitor SW dengan radio Sony ICF 7600 sejak 1984 hingga saat ini. Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya tekhnologi berdampak pada radio SW banyak berguguran dan bekerjasama dengan radio FM di Indonesia, sebagai pendengar yang sudah “S-3” ( Sudah Sangat Sepuh ) berumur 88 Tahun 7 Bulan masih senang mendengarkan radio. Demikian salam hangat selalu ( Red : Terima kasih Pak atas berbagi pengalaman tentang mendengarkan radio SW, smoga bermanfaat bagi pembaca semua, salam)

Tiwan H Karno – Jawa Barat
Saya sudah menerima dengan baik bulletin edisi 28/V Juli-Agustus 2014 dengan isi dan covernya lebih okey. Hikmah dari media ini untuk mempererat tali silaturahmi diantara kita, terima kasih banyak mas Rudi ( Red : Sama2 pak Tiwan semoga menambah informasi seputar radio , salam )

Note : Terima kasih buat semua pembaca Mediator yang sudah mengirimkan umpan baliknya atas penerimaan bulletin di seluruh wilayah Indonesia yang tidak dapat saya tampilkan semuanya. Salam kompak selalu semoga rajin mengabarkan penerimaan bulletin dan berkirim berita kepada redaksi.

Berita dari Voice Of Vietnam

Wakil MN Vietnam, Uong Chu Luu mengunjungi Kantor Perwakilan Tetap Radio Suara Vietnam di daerah Tay Nguyen


                (VOVworld) – Sehubungan dengan kunjungan untuk memeriksa reformasi yudisial di beberapa provinsi di daerah Tay Nguyen, pada Rabu (6 Agustus), rombongan kerja Badan Pengarahan Pusat urusan reformasi yudisial yang dikepalai Wakil Ketua Majelis Nasional  (MN) Vietnam, Uong Chu Luu telah mengunjungi para pejabat dan personel Kantor Perwakilan Tetap Radio Suara Vietnam di daerah Tay Nguyen.
                Di sini, Wakil Ketua MN Uong Chu Luu menganggap bahwa Radio Suara Vietnam memancarkan siaran di tempat dengan 6 bahasa etnis minoritas di daerah Tay Nguyen yang mempunyai makna politik besar. Tugas Kantor Perwakilan Tetap Radio Suara Vietnam di daerah Tay Nguyen yalah setiap hari dan setiap jam harus membawa haluan dan kebijakan Partai dan Negara kepada warga etnis minoritas, mengkonektivitaskan informasi yang diberikan para penonton dan pendengar dengan rakyat di seluruh negeri.

                Wakil Ketua MN Uong Chu Luu juga menekankan bahwa pekerjaan sosialisasi dan proganda memainkan peranan penting. Sekarang, Radio Suara Vietnam telah membuat program Majelis Nasional dengan para pemilih. Pada waktu mendatang, Radio Suara Vietnam mengoperasikan Kanal Televisi Majelis Nasional Vietnam, oleh karena itu para pejabat dan wartawan Radio Suara Vietnam pada umumnya dan Kantor Perwakilan Tetap di daerah Tay Nguyen pada khususnya perlu menyiapkan secara baik semua syarat yang perlu agar ketika Kanal Televisi Majelis Nasional Vietnam diluncurkan, akan menyerap para penonton dan pendengar./.

Rabu, 11 Juni 2014

Nuim Khaiyath, Sang Legenda Radio Australia

Baik buruk hubungan dua negara tidak hanya ditentukan para politikus. Penyiar seperti Nuim Khaiyath justru mendapat tempat penting dalam hubungan Indonesia-Australia. Lewat program siaran yang dipandu nya di Radio Australia, rakyat kedua negara saling membahas isu aktual dengan lebih santai dan tanpa rasa saling curiga.
 http://statis.dakwatuna.com/wp-content/uploads/2013/06/nuim-khaiyath.jpg
“Assalamu”alaikum, apa kabar” Kalau ada matahari, jangan lupa jemur tilam dan bantal. Hati-hati di jalan. Kalau ter langgar becak, enyah lah badan.” Kata-kata yang terdengar bersemangat itu selalu dirindukan ribuan pendengar setia Radio Australia setiap pagi. Ungkapan dengan suara bariton khas penuh energi itu terlontar dari mulut Nuim Khaiyath atau yang bernama lengkap Nuim Mahmud Khaiyath.
Nuim lahir di Medan, tepatnya di tepi Sungai Deli, 74 tahun silam. Anak dari ayah keturunan Arab dan ibu keturunan Melayu Deli. Dia sejak masih muda terjun ke dunia jurnalistik. Belum selesai kuliah di Fakultas Sastra Universitas Islam Sumut (UISU), Nuim bekerja sebagai wakil pemimpin redaksi koran berbahasa Inggris terbitan Medan, The Deli Times.
Dia menceritakan, takdir yang membuat dirinya banyak berkarir di mancanegara itu diawali ketika mulai muncul rasa penasaran yang besar terhadap kampung halaman ayahnya di Timur Tengah.
Kesempatan mengunjungi kampung halaman sang ayah datang ketika usia Nuim menjelang 20 tahun. “Saya mendapat kesempatan naik kapal Malaysia bernama Kuala Lumpur ke Arab Saudi. Kapalnya sih besar, tapi mesinnya kecil. Karena itu, berkali-kali berhenti di tengah laut,” kenang nya.
Setelah perjalanan laut berbulan-bulan, dia akhirnya sampai juga di tujuan. Karena berstatus ilegal, Nuim harus berkali-kali menyamar agar tidak terkena razia. “Saya sering pakai jilbab dan cadar agar tidak ketahuan. Namun, se lihai-lihai saya bersembunyi, akhirnya ketahuan dan ke tangkap juga,” ujarnya.
Namun, bukan anak Medan jika tidak bisa bersiasat. Agar tidak dijebloskan ke tahanan, Nuim menawarkan diri menjadi guru bahasa Inggris dan siap dipulangkan jika selesai musim haji. Tawaran itu ternyata diterima, bahkan keterusan.
“Saya malah ditawari posisi mengisi siaran bahasa Indonesia di radio pemerintah Saudi,” ungkapnya. Nah, sejak itulah karir Nuim di radio mancanegara bermula.
Pada 1964, Nuim merambah Eropa dengan menjadi penyiar di BBC”s Indonesian Service yang berpusat di London selama tiga tahun. Lalu, bersiaran selama tiga tahun pula, tetapi di Radio Australia Siaran Bahasa Indonesia (Rasi). Pada 1970, dia kembali bersiaran di BBC London hanya selama dua tahun.
Sejak 1972, Nuim kembali bersiaran di Rasi. Bahkan, pada 1998, dia mulai memimpin Rasi. Kedua telinga saya mengenal suara kakek kelahiran Gang Bengkok, Medan, Sumatera Utara, lewat Delta FM dan kini Lite FM (dulu Ramako).
Dengan jam terbang sedemikian banyak, beragam acara sudah dibuat dan populer karena disiarkan Nuim. Misalnya, Sabtu Gembira (Samba) yang dibawakan dengan logat Melayu Medan. Ada juga Dunia Olah Raga, Perspektif, dan kadang-kadang duet dengan Nina Yusac dalam Dunia Wanita serta berita internasional.
Karena banyaknya permintaan, acara-acara yang diasuh Nuim disiarkan pula oleh radio-radio di Indonesia seperti Radio Delta FM setiap Sabtu pagi . Selain itu, dia tampil dalam siaran Radio Ramako FM setiap Senin pagi dalam acara Poros Jakarta Melbourne.
Ketika menyaksikan bagaimana Nuim bersilat lidah di ruang siaran. Dengan suara renyah nya, penggemar sayur nangka itu fasih mengulas beragam topik. Mulai politik, ekonomi, sosial, budaya, dan olahraga.
Ingatan Nuim luar biasa. Kutipan dari filsuf Yunani diucapkan sejelas mengutip sabda Muhammad SAW dan ayat-ayat suci. Semua itu dilakukan dengan hanya berbekal secarik kertas yang disiapkan Oska Setyana, warga negara Indonesia (WNI) juga yang menjadi produser acara. “Saya harus sadar umur. Saya tetap perlu catatan tentang garis besar topik,” ujarnya saat ditanya tentang isi catatan nya.
Bersamaan dengan kunjungan rombongan senior editor dari Indonesia pekan lalu, Nuim menyiapkan pembahasan tentang pengaruh media terhadap prospek Pemilu 2014 dalam program bahasa Indonesia yang diasuhnya. Dengan tangkas, Nuim membagi pertanyaan, memberikan pernyataan, dan sesekali menyelipkan humor serta pantun.
Karena itu, program siaran bahasa Indonesia di Radio Australia yang berdurasi 30 menit tersebut berlangsung sangat menarik. “Berpantun memang ciri yang terus saya jaga, karena tempat jatuh dikenang, konon pula tempat bermain,” ujar Nuim lagi-lagi sambil berpantun.
Dengan semua kepiawaian tersebut, sangat banyak julukan yang pantas dilekatkan kepada Nuim. Misalnya, ensiklopedia berjalan, juru cerita yang piawai, gudang lelucon berbagai bangsa dan budaya, serta penceramah agama.
Hebatnya, meski sudah menetap di Australia, tepatnya di Kota Merlbourne, selama berpuluh-puluh tahun (sejak 1974), Nuim masih tetap kukuh menyandang status warga negara Indonesia (WNI). Padahal, iming-iming keringanan hingga pembebasan pajak, asuransi kesehatan, dan berbagai kemudahan akan langsung diberikan pemerintah Australia kalau saja dia bersedia menjadi warga negara Australia.
“Istri saya yang paling heran dan sering ngotot agar saya mempertimbangkan tawaran Australia,” ujarnya Nuim.
Namun, meski menolak disebut seorang nasionalis, Nuim punya perasaan, jika lahir di Indonesia, kebahagiaan terbesar juga adalah dirinya harus mati sebagai warga negara Indonesia. “Bangsa kita sangat besar dengan alam dan orang-orang yang luar biasa. Tidak ada alasan untuk tidak bangga,” tegasnya.
Meski demikian, Nuim membebaskan seluruh keluarganya untuk mengikuti prinsipnya atau memilih menjadi warga negara Australia. “Soal-soal pribadi seperti itu, saya serahkan saja ke mereka,” katanya.
Tidak hanya bersiaran, pada Februari 2009, Nuim menerbitkan buku berjudul Dunia di Mata Nuim Khaiyath. Dalam buku pertamanya itu, Nuim membahas aneka topik, mulai Obama, Israel, dan Amerika. Dia juga masih aktif menulis di rubrik Opini Nuim pada penerbitan OZ Indo Post Magazine.
“Saya ini paling sulit mendokumentasikan apa saja yang saya siarkan. Dengan buku, tentu lebih tertata dan bisa abadi,” katanya.
Dengan empat anak dan beberapa cucu, Nuim kini mengaku lebih banyak menikmati hidup dengan berenang, berwisata ke Indonesia, dan mengunjungi kolega serta teman lama. Dia betul-betul menerapkan prinsip hidup yang sering dibagikan pada akhir siaran: “Sukai lah apa yang Anda kerjakan, jangan hanya mengerjakan apa yang Anda sukai!” (ar/jpnn)

Programa NHK World 12 sd 15 Juni 2014

12 Juni
(Kamis)
Piala Dunia Inas: Ajang Sepak Bola bagi Tunagrahita

photo
Tim sepak bola tunagrahita Jepang (Foto milik JFFID)

Kejuaraan Piala Dunia Inas yang diselenggarakan untuk para atlet tunagrahita akan digelar dua bulan setelah Piala Dunia FIFA berlangsung di Brasil. 16 negara ikut ambil bagian dalam Piala Dunia Inas tersebut. Dalam Fokus Radio Jepang kali ini kami akan bertanya kepada penjaga gawang Jepang Hidemitsu Uchibori tentang persiapan dan harapannya atas kejuaraan tersebut.

Pojok Tamatebako
Wawancara pendengar dari Lombok, NTB.
13 Juni
(Jumat)
Ayo Masak Makanan Jepang: Iwashi hambagu atau burger sarden

photophoto
(Kiri) Bahan-bahan
(Kanan) Hasil jadi

Panen ikan sarden di Jepang berlangsung di bulan Juni dan Oktober saat ikan jenis itu tengah gemuk-gemuknya. Kami akan mengajak Anda untuk membuat burger sarden dengan mencincang dagingnya, membuatnya menjadi bentuk oval dan kemudian dipanggang di penggorengan.
14 Juni
(Sabtu)
Budaya Pop Jepang: Budaya Karaoke Jepang

photophoto
(Kiri) Boks karaoke untuk satu orang yang ingin bebas bernyanyi
(Kanan) Kompetisi karaoke ©XING INC.

Industri karaoke Jepang saat ini semakin menguat. Mesin karaokenya terus berkembang dan beberapa di antaranya kini menggunakan kabel yang bisa menghubungkan dua penyanyi yang berada di tempat berbeda. Sementara di tempat karaoke lainnya, para penyanyi bisa berkompetisi menyanyikan lagu milik bintang idolanya. Kami akan membahas perkembangan terbaru budaya karaoke Jepang, mulai dari mesin mutakhir hingga cara baru untuk bersenang-senang dengan mesin karaoke tersebut.

Belajar Bahasa Jepang (Ulangan)
Pelajaran 10: Terima kasih banyak atas dukungan Anda selama ini
photo

Kuon akan mengunjungi seorang pelanggan minggu depan untuk mencoba menjual sebuah produk baru. Dia menelepon pelanggan itu sebelumnya untuk memastikan waktu dan hari kunjungannya.
15 Juni
(Minggu)
Halo Dari Tokyo

photo

Setiap hari Minggu, kami membacakan surat, menjawab pertanyaan serta memutarkan lagu-lagu permintaan para pendengar.

Para pendengar mendukung kedaulatan dan keadilan Vietnam di Laut Timur

07 Juni 2014 - 17:30:00
(VOVworld) - Saudara-saudara pendengar! Informasi tentang penempatan anjungan minyak Haiyang Shiyou 981 secara tidak sah oleh Tiongkok di zona ekonomi eksklusif dan landas kontinen Vietnam telah selalu dimutakhirkan di berbagai media massa, khususnya pada gelombang penyiaran dan di Website vovworld.vn dari  Kanal Siaran Luar Negeri Radio Suara Vietnam (VOV) melalui dua belas bahasa yalah Vietnam, Inggris, Perancis, Rusia, Jerman, Mandarin, Jepang, Spanyol, Laos, Thailand, Kamboja, Indonesia dari 2 Mei 2014 sampai sekarang. Sudah genap sebulan sejak informasi yang pertama tentang kasus ini di disiarkan pada gelombang siaran, VOV telah menerima banyak surat post, E-mail dan komentar yang dikirim oleh para pendengar dan pembaca di dunia, menyatakan kutukan terhadap tindakan salah Tiongkok tersebut, bersamaan itu menyatakan dukungan terhadap Vietnam dan langkah-langkah yang digunakan oleh Vietnam untuk menangani ketegangan sekarang ini.


Sahabat-sahabat Internasional mendukung kedaulatan Vietnam
terhadap kepulauan Hoang Sa dan Truong Sa.
(Foto: vnexpress.net)


  Saudara-saudara pendengar telah menyatakan protes keras dan mengutuk penempatan anjungan  minyak Haiyang Shiyou 981 secara tidak sah oleh Tiongkok di zona ekonomi eksklusif dan landas kontinen Vietnam dan  beranggapan bahwa ini merupakan tindakan salah yang melanggar hukum internasional. Pendengar Jerman, Alfred Albert mengatakan bahwa ini merupakan tindakan yang “memalukan”, “memperlihatkan intrik berkuasa sendiri dan tidak menghormati negara-negara kecil”. Sedangkan, pendengar dari kota Tokyo, Jepang, Kai Motoffumi  mengatakan bahwa “ Saya merasa  gusar  terhadap tindakan Tiongkok yang menghina hukum internasional akhir-akhir ini. Media massa Jepang memberitakan banyak informasi tentang Tiongkok yang melanggar kedaulatan zona ekonomi eksklusif dan landas kontinen Vietnam, menabrak dan menyeruduk kapal ikan Vietnam. Juru bicara Tiongkok sampai saat ini hanya mengulang-ulangi haluan sefihak yang tidak punya dasar. Pada masa belakangan ini, saya mendengar VOV untuk mencari tahu tentang kebenaran mengenai masalah ini. Hal ini tidak bisa diterima oleh komunitas internasional”.


Sahabat -sahabat internasional menjunjung tinggi gambar Presiden Ho Chi Minh dalam pawai mendukung kedaulatan Vietnam di Laut Timur.
(Foto: nguyentandung.org)


Dari Jepang, pendengar Ishikawa Atsushi memberitahukan bahwa “Media massa Jepang  akhir- akhir ini juga memuat banyak berita yang bersangkutan dengan sengketa di Laut Timur antara Vietnam dan Tiongkok. Semua negara menunggu penanganan terhadap ketegangan dengan langkah damai”.

 Pendengar Kogasahara Takashi memberitahukan bahwa melalui informasi yang disampaikan oleh VOV dan gambar-gambar yang dilihat melalui video clip yang ditayangkan oleh wartawan NHK (Jepang), para pendengar melihat dengan jelas bahwa kapal Tiongkok telah menyeruduk kapal-kapal pelaksana hukum fihak Vietnam. Ketika menyatakan pandangan tentang tindakan salah Tiongkok, pendengar Thailand, Attapon beranggapan bahwa “ini merupakan tindakan terang-terangan, melanggar hukum internasional, tidak memperdulikan kutukan internasional dan melanggar secara serius kedaulatan Vietnam”.

Kaum pemuda internasional mendukung kedaulatan Vietnam di Laut Timur.
(Foto: soha.vn)

Tindakan tidak sah Tiongkok tersebut sedang menimbulkan instabilitas-instabilitas, berpengaruh terhadap keamanan kawasan, oleh karena itu, menurut pendengar Perancis, Michel Minouflet: “Tidak ada orang di dunia yang bisa tidak ambil peduli tindakan Tiongkok yang melanggar  kedaulatan dan menempatkan anjungan pengeboran minyak Haiyang Shiyou 981 secara tidak sah oleh Tiongkok di zona ekonomi eksklusif dan landas kontinen Vietnam. Saya berharap  supaya  negara tetangga saudara-saudara akan cepat menangani  masalahnya dengan langkah damai dan tidak membuat situasi  menjadi bertambah tegang”.

Disamping mengutuk dan memprotes tindakan salah Tiongkok di zona ekonomi eksklusif dan landas kontinen Vietnam, para pendengar juga memberikan dorongan semangat kepada rakyat Vietnam, memanifestasikan dukungan terhadap rakyat Vietnam peminca damai. Pendengar Kamboja, Hean Saram berbagi pandangannya bahwa: “ Saya dan istri saya merasa khawatir terhadap ketegangan antara Vietnam dan Tiongkok dalam masalah Laut Timur  dan dua kepulauan yang bersangkutan. Menurut kami, fihak Tiongkok harus menghargai hukum internasional. Kami berharap supaya dua negara akan menangani  masalah ini dengan langkah damai untuk mempertahankan  lingkungan politik dan ekonomi yang damai dan berkembang”.

 Dari Jambi, Indonesia, saudara M.Zainal telah mengirim Email dengan isi bahwa “Indonesia dan negara-negara ASEAN mendukung Vietnam dan berharap supaya semua sengketa di Laut Timur  cepat ditangani melalui perbahasan. Mudah-mudahan, Tiongkok bisa menyedari  tindakan-nya yang salah dalam melanggar kedaulatan Vietnam”.

Sedangkan, saudara Eddy Setiawan di Jakarta Timur, Indonesia mengatakan: “Saya merasa menyesal terhadap tindakan-tindakan Tiongkok yang telah berpengaruh terhadap rakyat dan negara Vietnam. Mudah-mudahan, dengan pernyataan - pernyataan  protes dari banyak negara di dunia, Tiongkok  bisa memahami tindakannya yang salah dan masalah ini cepat ditangani dan tidak menimbulkan kerugian  terhadap rakyat dan  bangsa Vietnam”.  


Ilustrasi.
(Foto: nguyentandungorg))

   Sementara itu,  pendengar Amerika Serikat, Mike Gorttfried di Princeton mendukung Vietnam dengan cara kongkrit: “Saya akan mengirim surat kepada para pemimpin Washington untuk mendesak mereka memanifestasikan solidaritas antara Pemerintah Amerika Serikat dan Pemerintah Vietnam dalam masalah ini bagi Tiongkok. Memang tidak adil ketika mereka melanggar zona ekonomi eksklusif dan landas kontinen Vietnam. Hanya ada solusi-solusi damai dan menggunakan hukum, barulah bisa menciptakan masa depan yang lebih baik antara negara-negara. Amerika Serikat sepenuhnya mendukung Vietnam. Semuanya demi perdamaian. Tiongkok segera menghentikan tindakan-tindakan provokatif terhadap sahabat Vietnam kami”.

Dari Spanyol, pendengar Robert Diez Echevarria mengatakan: “Semua sengketa antara Vietnam dan Tiongkok perlu ditangani melalui dialog. Satu langkah damai akan membantu membangun perdamaian di dunia”. Banyak pendengar juga sependapat dengan pendengar Robert Diez Echevarria  dalam menangani ketegangan di Laut Timur. Dalam surat kepada program siaran bahasa Thailand, saudara Attapon memberitahukan: “Saya sependapat dengan cara Vietnam ialah menangani-nya secara damai dan tidak menggunakan kekerasan. Semoga, Vietnam mencapai sukses dalam menangani masalah ini”.
Tidak hanya  para pendengar di negara-negara lain saja, melainkan pendengar Tiongkok juga melihat bahwa penempatan anjungan minyak Haiyang Shiyou 981 secara tidak sah oleh Tiongkok di zona ekonomi eksklusif dan landas kontinen Vietnam adalah tindakan yang salah. Pendengar Tiongkok, Zhang Pei Qiang telah mengirim umpan balik ke halaman website www.vovworld.vn dengan isi: “Mudah-mudahan, situasi akan tidak berpengaruh serius terhadap hubungan antara dua negara dan tidak berkembang menjadi bentrokan seperti pada tahun 1979. Kalau memulai perang, maka kedua fihak akan menderita korban-korban, maka dua negara perlu dengan melalui perundingan untuk meminimalkan ketegangan. Sekarang ini, baik Tiongkok daratan, Taiwan dan Vietnam bersama-sama menyatakan kedaulatan di Laut Timur, akan tetapi menurut saya, kepulaan Shisa yang disebutkan Vietnam sebagai Hoang Sa adalah milik Vietnam, karena baik Tiongkok daratan maupun Taiwan sejak dulu sampai sekarang belum pernah benar-benar menguasai  wilayah laut ini”
Para pendengar! Bersama dengan dukungan dari sahabat-sahabat internasional, pendapat-pendapat dan doprongan semangat dan dukungan para pendengar dari banyak negara di dunia merupakan simpathi yang bernilai terhadap rakyat Vietnam. Rakyat Vietnam selalu mencintai perdamaian dan juga menginginkan agar ketegangan di Laut Timur sekarang ditangani. Kami berterimakasih kepada saudara-saudara yang telah berjalan seperjalanan dengan bangsa Vietnam dalam perjuangan demi perdamaian.

Saudara-saudara pendengar! Kami akan terus memutakhirkan dan menyampaikan informasi yang bersangkutan dengan peristiwa ini kepada saudara-saudara di semua acara warta berita VOV dan dimuat pada Website dengan nama domain: www.vovworld.vn./.