Senin, 11 Oktober 2010

HARI BAKTI RADIO REPUBLIK INDONESIA KE 65


HARI BAKTI RADIO REPUBLIK INDONESIA KE 65
DI ERA KONVERGENSI MEDIA
Oleh Sofia Azis Taba ( 003/BLC-M) – MAKASAR
Dalam rangka peringatan hari radio ke 65 pada 11 September 2010, angkasawan-angkasawati LPP RRI Makasar melaksanakan Halal Bi Halal. Acara dimulai uraian hikmah Halal Bi Halal yang disampaikan oleh Ustadz H. Agung Wirawan yang mengurai makna silaturahim dan menyampaikan 3 hal penting dalam memperoleh ketenangan hidup yaitu meningkatkan keimanan dengan tertib ibadah, memperbanyak zikir dan memelihara hubungan antar umat. Uraian hikmah halal bi halal diakhiri dengan bagaimana Allah SWT memuliakan orang yang dapat memaafkan.

Peringatan Hari radio ke 65 LPP RRI Makasar berlangsung khidmat berbeda dari peringatan Hari Bakti RRI Sebelumnya. Tahun ini peringatan Hari Bakti LPP RRI tidak dihadiri oleh pejabat dan mitra kerja RRI, praktis peringatan Hari Radio tahun ini digelar pada hari kedua Idul Fitri 1431 H. dengan tema “Memantapkan LPP RRI di Era Konvergensi Media”. Sementara itu upacara penyulutan Obor Tri Prasetya berlangsung siang hari di Auditorium LPP RRI Makasar yang dipimpin oleh Kepala Stasiun LPP RRI Makassar, MARTOYO, SH, M.Si didampingi Pejabat Struktural di lingkup LPP RRI Makassar.

Seusai kegiatan tersebut, Kepala LPP RRI Makassar MARTOYO, mengungkapkan RRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik (LPP) akan melakukan berbagai pembenahan untuk menjawab Era globalisasi dan konvergensi media serta memantapkan Program Siaran untuk kepentingan public dan memperluas jangkauan hingga ke daerah perbatasan Negara Indonesia. Hal ini, kata MARTOYO, untuk menjaga arus informasi asing yang masuk ke wilayah NKRI. Meski telah muncul radio swasta, lanjut MARTOYO, RRI tidak merasa tersaingi namun merupakan suatu sambutan kompetisi untuk bersaing secara sehat dalam memberikan informasi dan hiburan yang terbaik yang menyentuh langsung kepada masyarakat. Dalam acara ini juga MARTOYO mohon pamit akan mengakhiri jabatannya di RRI Makassar  untuk menempati jabatan baru sebagai Kepala Pusat Pemberitaan LPP RRI Jakarta.  

Ditemui di tempat yang sama, Reporter RRI Makassar Rahma Dani memperkenalkan salah satu fans RRI Makassar Andi Azis Taba, yang dikenal dengan nama udara SAMBAS dan didampingi oleh istri bernama Sophia Azis Taba yang lebih ngetop dengan nama panggilan BUNDA SOFI sudah menjadi pendengar setia RRI sejak beberapa dasawarsa. Ketika diperkenalkan oleh MC Pak Sambas dan Bunda Sofi yang mewakili fans RRI Makassar dipersilakan berdiri dan mendapatkan applus cukup meriah dari hadirin. Andi Azis Taba mengatakan untuk tercapainya misi ini di era konvergensi media saat ini sudah seharusnya RRI, khususnya RRI Makassar meningkatkan sumber daya manusia, melibatkan tenaga yang kaya akan ide, kreatif dan daya imajinasi dari berbagai disiplin ilmu serta didukung oleh broadcaster yang handal dan professional, beretika terutama cerdas emosional, intelektual dan spiritual (Red/ Sofi)

SERBA SERBI BEIJING


Beijing merupakan kota yang penuh pesona, dengan polesan daya tariknya sebagai kota budaya dan metropolitan mampu membuat semua mata wisatawan tertuju untuk sebuah destinasi di kota ini. Keanekaragaman cagar budaya, gaya hidup dan insfrastruktur yang baik menjadi kesan yang tak terlupakan bagi kami. Kali ini redaksi ingin berbagi cerita tentang serba-serbi Kota Beijing :

 Travel Transportasi on time

Saya sangat salut akan kedisiplinan system transportasi travel di kota ini dimana saat memulai rute perjalanan paket kunjungan ke tempat wisata dengan menggunakan mobil pariwisata. Tempat-tempat yang dikunjungi, tempat makan, tempat medical check up hingga mengunjungi tempat penjualan souvenir khas Beijing diatur sedemikian rupa sehingga kita rombongan wisatawan dapat bertemu dengan wisman lainnya di tempat dan jam yang sama.   Hal ini tentu pengaturan destinasi yang terstruktur. Selain itu juga didukung insfrastruktur yang memadai dimana di kota Beijing yang padat penduduk tidak dijumpai jalan macet sehingga perjalanan sangat nyaman dan mengesankan.

Beijing Subway Transportasi
Kereta api cepat ini dinamakan Busway, yang sangat mengesankan bagi saya dan saya yakin juga mengesankan bagi wisatawan dimana kereta api bawah  tanah ini memiliki dua lantai atau lintasan yang mengelilingi Kota Beijing. Sebelum masuk ke kereta api semua barang bawaan kita dicek melalui scanner dan pembelian tiket dilakukan sendiri dengan memasukan uang kertas minimal 10 Yuan atau pakai uang koin dengan harga pas yaitu 2 Yuan. Hebat tenan…..Bisa dibayangkan begitu ramai orang local dan wisman yang naik busway ini dan setiap 2 menit saja selang waktu kedatangan busway satu dan busway lainnya. Jadi semua benar2 berhitung dengan waktu dimana di dalam kereta api terdapat rute yang ditempuh dan sebelum singgah ke stasiun, penumpang diminta bersiap turun yang diperdengarkan dalam dua bahasa ( Mandarin dan Inggris ), semua bergerak serba cepat dan siap siaga. Inilah kota metropolis yang hebat dan terhindar dari kemacetan.

Silk Market
Pasar sutra ini yang paling terkenal di kota Beijing, selain letak pasar tradisional ini terletak dibawah tanah yang terhubung dengan Beijing Busway, pasar ini juga menawarkan harga yang tak lazim ( bisa 5 hingga 10 kali lipat dari harga yang deal dengan konsumen) sehingga kita bisa terjebak dengan harga yang katanya murah. Contoh saya membeli handphone BB seharga 500 Yuan, eh teman Indonesia lainnya saat ketemu di Bandara membeli seharga 1000 Yuan. Bisa dibayangkan betapa merasa tertipunya dia, ketipu kok jauh2 sampai ke China heee…..hal ini tentu memberi kesan bagi wisman baik kesan pahit maupun kesan manis.

Toto ( Toilet Together )
Kalau di Indonesia merk Toilet terkenal adalah TOTO, tapi beda dengan Beijing dimana di kota ini khususnya di pinggiran kota terdapat beberapa tempat WC Umum yang berada di setiap pemukiman penduduk. Tempat ini dijaga oleh satu orang yang mungkin secara bergantian. Saya juga tidak tahu secara detail  kenapa ada WC Umum itu dibuat, apakah warga setempat tidak ada WC.  Awalnya saya mengira tempat itu tempat salon, karena Toilet ini terletak sejajar dengan toko-toko dan rumah penduduk lainnya yang dikemas secara baik dan bersih. 

Say No, No Comment
Hal ini juga yang mengesankan bagi kami, selain kaum muda yang berpendidikan gencar mempelajari bahasa Inggris namun masih terdapat banyak orang China yang tidak bisa berbahasa Inggris, sebagai contoh polisi atau tentara yang berjaga2 di stasiun kereta api atau yang berjaga2 di kantor CRI. Baik kaum muda maupun tua tidak bisa berbahasa Inggris. Begitu juga kami jumpai sopir2 taxi. Mereka hanya bilang No or No Comment dengan bahasa tubuh yang dibilang Bapak Sunu “Bahasa Planet” hee…
Sampai jumpa lagi di edisi berikutnya….salam (Ketua BLC)

Relay BBC kembali lagi di pasar radio Somalia yang beresiko

 

Committee to Protect Journalists, 14 September 2010, Tom Rhodes: Pada bulan Agustus, Shabelle Media Network, salah satu badan penyiaran independen terkemuka di Somalia melakukan sesuatu yang luar biasa berani--mereka menyiarkan kembali berita dan musik dari BBC bahasa Somali yang ditujukan ke negara tanduk Afrika yang dikoyak perang itu, melanggar larangan yang diberlakukan kelompok pemberontak Al-Shabaab dan Hizbul Islam. Bagi jurnalis Somali yang menghadapi resiko kematian dengan tembakan dan asasinasi dan penyensoran dari pemberontak maupun pemerintah transisi yang rapuh dukungan AS, hal itu adalah suatu tekanan berani terhadap kekuatan bermusuhan atas media independen. ...Lebih dari empat bulan lalu pemberontak Al-Shabaab menutup fasilitas-fasilitas BBC di daerah kubu mereka di Somalia Selatan, menyita properti dan memaksa media lokal membatalkan kontrak dengan BBC.
(Sumber: Kim Andrew Elliott reporting on International Broadcasting www.kimandrewelliott.com)

Penyiar VOA memenangkan New York Festival Award

Washington, D.C., 24 September 2010, penyiar VOA bahasa Korea dianugerahi The Gold World Trophy for National/International Affairs dalam New York Festival International Radio Programming & Promotion Awards Ceremony hari ini untuk laporannya tentang pekerja migran Korea Utara di Vladivostok, Russia.

Laporan reporter VOA bahasa Korea, Jeon, “My Nations Command, My Only Dream: The Story of North Korean Migrant Workers,” dalam tiga seri pada Agustus 2009. 

Dari 11 sampai 16 Juli 2009, Jeon menjumpai lusinan dari yang diperkirakan sebanyak 5000 pekerja migran Korea Utara yang melakukan kerja keras di kota Russia itu. Beberapa diantara mereka setuju membiarkan Jeon merekam wawancara dengan syarat ia menggunakan nama samaran dalam laporannya. Ulasan ini menyajikan pengetahuan langka mengenai penderitaan yang mereka hadapi untuk mendapatkan pendapatan tinggi dari yang diperkirakan di Korea Utara. Banyak yang bekerja lebih dari 10 jam sehari karena pemerintah Korea Utara mengambil prosentase yang besar dari gaji mereka.

Kim Chul-woong (nama samaran) memberi tahu Jeon bahwa “saya akan kembali ke Pyongyang jika saya mendapatkan banyak uang, anda dapat menikmati kehidupan yang kaya jika punya uang.” Pekerja migran lainnya memberitahunya bahwa “di sini saya dapat mengantongi sebanyak 1000 dollar sebulan.” Meskipun jam kerja panjang dan terpisah dari keluarga mereka, banyak orang Korea Utara dari semua lapisan setuju untuk menghabiskan lima tahun atau lebih guna mendapatkan gaji lebih tinggi sehingga mereka dapat menikmati kehidupan yang lebih baik ketika kembali.

Jeon adalah seorang penyiar kawakan yang telah meliput masalah-masalah Korea Utara selama lebih dari 15 tahun. Perjalanannya ke Vladivostok memerlukan enam bulan perencanaan untuk menyusun kontak dengan daerah itu. Pihak berwenang pemerintah Korea Utara mengawasi secara ketat terhadap warga yang bekerja di luar negeri, jadi membuat kontak di Vladivostok dibawah pengawasan semacam ini sangatlah sulit.

Dengarkan versi asli laporan Jeon di http:author/voanews.com/korean/vladivostok.cfm
Untuk laporan internet dari VOA bahasa Korea, kunjungi www.voanews.com/korean/ 
(Sumber: VOA Press Release)

DENGAR RADIO MEMBAWA BERKAH




Tahun 2010 menjadi catatan tersendiri bagi kami, Borneo Listeners Club dimana saat radio hampir ditinggalkan pendengarnya, di saat itu juga beberapa stasiun radio mengadakan acara akbar yang mengundang pendengarnya melihat dari dekat kegiatan programa siaran radio dan kantor stasiun radio. Hal ini sangat menggembirakan kita dalam membangkitkan semangat baru dalam mendengarkan radio. Memang menjadi pemenang bukanlah tujuan namun patut kita syukuri bahwa mendengarkan radio bukanlah kegemaran yang sia-sia.

Menurut catatan redaksi di tahun ini sedikitnya 5 stasiun radio yang mengadakan sayembara dan sejenisnya dengan hadiah besar mengundang pendengarnya ke tempat stasiun radio, sebut saja Radio Nederland, Suara Jerman Deutsche Welle, China Radio International, Radio Jepang NHK dan Radio Suara Vietnam.
Adapun pendengar yang diundang adalah :
1.       Radio Nederland : Subyek Apa yang ingin anda ubah di sekitar anda ? pemenangnya seorang wartawan dari India
2.       Suara Jerman Deutsche Welle : subyek seputar Piala Dunia, pemenangnya masih dalam proses
3.    China Radio International : Subyek 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dengan pemenang Herbert Sunu Budihardjo dan Rudi Hartono
4.    Radio Jepang NHK : Subyek Arti Radio Jepang dan Saya dengan pemenang : Ras Franz Manko Ngogo dari Tanzania ; Siti Nurwakhidah dari Indonesia ; Saleem Sabah Al-Sarai dari Irak.
5.    Radio Suara Vietnam : Subyek Apa yang anda ketahui tentang Vietnam dengan pemenang Tokita Michio dari Jepang, Idris Bououdia dari Maroko, Harsubeno Lesmana dari Indonesia dan Surno Chatterjee dari India

Kita berharap radio selalu berkembang sebagai corong informasi alternative yang mudah dinikmati oleh semua kalangan yang dapat memberikan konstribusi konkrit terhadap perkembangan zaman dan tekhnologi informasi. Semoga ( Ketua BLC )

VOA meluncurkan program baru untuk Sudan Selatan

 

Washington, D.C., 20 September 2010―Sebuah program baru Voice of America “Sudan in Focus” mengudara hari ini dengan berita, interview dan musik.

Direktur Utama VOA Danforth W. Austin mengatakan, “Program ini mengudara pada saat yang kritis, ketika orang-orang Sudan Selatan mempersiapkan referendum pada Januari 2011,  apakah tetap menjadi bagian Sudan atau menjadi sebuah bangsa merdeka.” Austin mengatakan, “Dalam membuat keputusan penting seperti itu orang perlu mendengar dari semua pihak. VOA akan meneruskan tradisinya dengan menyajikan pelaporan seimbang, menyeluruh dan independen dalam masalah ini atau lainnya yang penting bagi orang Sudan di dalam negeri dan di perantauan.”

Program dalam bahasa Inggris selama 30 menit ini mengudara Senin hingga Jumat dan akan tersedia di shortwave, stasiun afiliasi FM dan internet. Program ini akan memberikan berita tentang negara itu, wilayah dan benua bagi audiens di Sudan Selatan. Program Manager John Ogulnik mengatakan program pertama hari Senin akan menampilkan ulasan lengkap kunjungan ke AS oleh Salva Kiir Mayardit, wapres pertama Sudan dan presiden pemerintahan semi otonomi Sudan Selatan. 

VOA juga mewawancarai mantan presiden AS Jimmy Carter dalam upaya yayasannya di Sudan memberantas penyakit Guinea Worm dan kemajuan signifikan yang dibuat sejauh ini.

Acara ini didanai Kantor Departemen Luar Negeri AS Perwakilan Khusus Sudan.

Kunjungi website Sudan in Focus di www.voanews.com/sudan 

Program yang diudarakan dari jam 1630 sampai 1700 UTC ini dapat didengar di tiga frekuensi shortwave: 12015 Khz (25 meter band), 9675 Khz (31 meter band) dan 13825 Khz (22 meter band).
(Sumber: VOA Press Release)

Survey Pendapat Pendengar VOV 2010


SURVEI PENDAPAT PENDENGAR VOV5, TAHUN 2010
ANGKET SURVEI PENDAPAT PENDENGAR
 
1.      Apakah anda mendengarkan rubrik-rubrik yang memperkenalkan kebudayaan Vietnam ? Apa alasannya?
-         Rubrik ini menarik
-         Ingin mengetahui informasi tentang Vietnam
-         Alasan yang lain (ditulis jelas)

Kebudayaan Vietnam sangat menarik untuk diketahui dimanaVietnam sangat kaya dengan warisan budaya yang bernilai baik warisan kebendaan maupun bukan kebendaan. Banyak sekali berita yang menarik untuk disajikan kepada pendengarnya.

Acara yang disajikan oleh VOV sudah cukup lengkap dan menurut saya telah mengakomodir berita-berita tentang Vietnam dan masyarakatnya. Apalagi VOV menyediakan Kotak surat anda untuk menjawab semua pertanyaan pendengarnya.

2.      Bagaimana penilaian Anda terhadap kualitas rubrik-rubrik yang memperkenalkan kebudayaan Vietnam ?
Nama rubrik
Sangat menarik
Menarik
Biasa
Kurang
Sangat kurang
Kebudayaan Vietnam

Ya



Negeri Vietnam

Ya



Manusia Vietnam

Ya



Musik dan lagu-lagu Vietnam

Ya



Seni – sastra

Ya



 
3.      Menurut Anda, jumlah rubrik yang memperkenalkan kebudayaan Vietnam setiap pekan adalah:
Nama rubrik
Terlalu banyak
Banyak
Sedang- sedang
Sedikit
Terlalu sedikit
Kebudayaan Vietnam

 Ya



Negeri Vietnam

 Ya



Manusia Vietnam


 Ya


Musik dan lagu-lagu Vietnam




 Ya
Seni- sastra



 Ya

 
4.      Apa pendapat Anda terhadap rubrik-rubrik mengenai kebudayaan Vietnam .
Menurut saya sudah cukup informative dan komprehensip dimana setiap acara kebudayaan Vietnam sudah memberikan informasi yang lengkap mengenai adat istiadat, kebiasaan, benda sejarah dan hubungan budaya Vietnam dengan dunia luar ( ASEAN, dan Internasional )

5.      Kami harapkan ada informasi tentang anda pribadi.
Nama                     : Rudy Hartono           
Jenis Kelamin        : Laki-laki
Umur                     : 38 Tahun
Profesi                   : Pegawai Swasta.
Kewarga-negaraan : Indonesia