Sabtu, 24 Juli 2010

PERJALANAN WISATA KE BEIJING - 3


Perjalanan Wisata Budaya, Kuliner dan Metropolitan

Kota Beijing sangat ramai penduduknya,an adalah wajar jika dunia memberi predikat penduduk 1 milyar. Selain di banjiri oleh turis domestic/local juga banyak turis manca negara, dimana sebuah kota yang menjanjikan kenyamanan, keindahan dan tatanan yang rapi, bersih serta kepatuhan berlalu lintas yang memberi kesan pertama saat kami menginjakan kaki di kota ini.

Tanggal 12 Juli 2010, Belanja di Silk Market ;
Pada saat sampai di hotel kami sudah terbayang dengan barang murah di Beijing sehingga kami menanyakan kepada manager tour dimana pasar tradisional Beijing dan ia menunjukan lokasi Silk Market yang terletak di Yongali lantai 2 lintasan kereta api bawah tanah ( Beijing Subway Transportation), kalau di Singapura terkenal dengan sebutan MRT ( Mass rapid transportation ).
Perjalanan kami mulai dari Guloudajie Stasiun, kami membeli tiket kereta api bawah tanah (Beijing Subway) seharga 2 Yuan ( sekitar  3.000 rupiah ) kemudian kami naik Beijing subway Line 2 menuju Jiangomen stasiun untuk pindah subway ke Line 1 menuju Yongali stasiun setelah sampai ke Yongali stasiun kami naik ke Line 2 menuju blok A untuk pergi ke pusat perbelanjaan SILK MARKET.

Bagi pembaca dan anggota Borneo Listeners yang ingin berkunjung ke Kota Beijing, rute diatas dapat dijadikan referensi untuk berbelanja murah di Beijing. Namun murah menjadi hal yang relative terjadi karena di pusat perbelanjaan ini memberlakukan teori lama “tawar menawar harga”, apabila kita kurang bisa menawar bisa membeli dengan harga tinggi. Bagaimana tidak setiap toko mematok harga yang berbeda. Jangan heran apabila si penjaga toko menawarkan harga 100 Yuan dapat ditawar dengan harga 10 Yuan(untuk pakaian dan sejenisnya) , atau 1000 Yuan dapat ditawar sebesar 500 Yuan (untuk barang elektronik)…. luar biasa untuk sebuah penawaran harga untuk pasar tradisional di Indonesia.   
Kamipun menelusuri pusat perbelanjaan ini dengan belanja barang-barang yang diinginkan buat oleh-oleh pulang nantinya. Di Silk market, pengalaman belanja  dengan jurus “ seni tawar menawar harga” kalau kebetulan murah dapatlah yang murah, begitu juga sebaliknya.  Selesai belanja kamipun pulang istirahat di hotel untuk mempersiapkan stamina untuk mengelilingi tempat wisata esok hari.

Tanggal 13 Juli 2010, Kunjungi The Ming Tombs dan The Great Wall
Perjalanan pertama kami didampingi oleh tour guide, Lily. Keberangkatan kami dimulai jam 08.00 waktu Beijing ( 1 jam lebih lambat dengan WIB ) dengan menggunakan bus pariwisata dan saat dalam perjalanan menuju The Ming Tombs, sang guide menjelaskan sejarah berdirinya The Ming Tombs dan penjelasan lainya dan sesampainya di tempat The Ming Tombs kami dituntun mengelilingi tempat peninggalan dan benda sejarah zaman kekuasaan Kaisar Ming dimana disini juga dijumpai miniature kapal Laksamana Cheng Ho dan sejarah perjalanan Laksamana Cheng Ho yang sangat terkenal di sejarah Indonesia.  Setelah itu kami di bawa ke dragons gallery, melihat dari dekat pembuatan batu giok dan gerai batu giok asli buatan Tiongkok. Kemudian perjalanan dilanjutkan ke The Great Wall (Tembok China)  melihat dari dekat salah satu cagar budaya Tiongkok yang menjadi benda keajaiban dunia yang diakui UNESCO. Memang sebuah benda yang sangat dijaga dan dipelihara keberadaannya sehingga keajaiban ini sangat dikagumi, begitu panjangnya tembok China yang tak mungkin dapat dikelilingi dalam waktu singkat. Ke Great Wall kami masuki melalui Badaling yang informasi sang guide di jalur ini tidak begitu padat. Namun di badaling juga dijumpai sangat banyak wisatawan local maupun asing. Jam 13.00 waktu Beijing kami melanjutkan perjalanan ke Golden Palace Restaurant untuk makan siang sekalian melihat dari dekat penjualan keramik dan lukisan khas Tiongkok. Setelah itu perjalanan wisata hari pertama kami akhiri di Olympic palace melihat dari dekat pembuatan kain sutra dan produksi sutra dimulai pakaian, selimut dan kain sutra khas Tiongkok dimana disini dibuat pakaian sutra untuk tamu Kepala Negara saat pertemuan APEC di Beijing. Dan kami pun dipulangkan ke hotel sekitar jam 17.00.

Tanggal 14 Juli 2010, Kunjungi Forbidden City, Museum Tiannanmen, Temple of Heaven  dan Summer Palace
 Perjalanan wisata di hari kedua kami ditemani tour guide, Bob. Keberangkatan kami lebih awal sekitar jam 07.30 waktu Beijing dengan menggunakan bus pariwisata. Seperti biasa sang guide memberikan penjelasan mengenai tempat wisata yang dikunjungi yaitu The Forbidden City ( Kota Terlarang ) dimana saat kami menginjakan kaki di kota ini ada hal yang sangat membuat kita terkesan atas perawatan terhadap pohon yang bernilai ratusan bahkan seribu tahun yang masih tetap hidup walau harus di bantu dengan penyangga dari besi. Selain itu juga ditemui batu putih yang tetap terpelihara serta bangunan yang masih terjaga dan terpelihara dengan baik. Dan hal ini sangat memberikan decak kagum terhadap kepiawaian memelihara peninggalan sejarah yang sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Yang membuat situs sejarah ini menjadi kesan bahwa di Kerajaan Tiongkok di kala itu telah mengenal bahasa tulis yang dengan mudah menjelaskan situs sejarah ini hingga hari ini. Setelah itu kami menuju Museum Nasional “Tiananmen”, dimana di tempat ini terdapat museum, photo Bapak Tiongkok, Mao Zedong dan dua layar lebar untuk memberikan informasi sejarah dan informasi terkini Tiongkok. Setelah berdesak-desakan saat di Tiananmen, kami pun melanjutkan perjalanan “Temple of Heaven” tapi sebelumnya kami singgah dulu ke Medical Centre Hospital, disini kami dilakukan pengecekan kesehatan dengan meminum segelas teh. Bagi turis yang memilki keluhan kesehatan dapat dilakukan chek up kesehatan disini dan membeli produk herbal Tiongkok tentunya. Sesampai di Temple of Heaven, kami menyaksikan sebuah Temple of Heaven yang begitu indah dan megah, sepertinya telah dilakukan pengecatan ulang dimana bangunan ini dijaga dari hewan yang hinggap di kisi-kisi temple / pagoda. Disini juga dijumpai tempat orang Tiongkok bermain bersama keluarga, tempat melakukan kegiatan seperti Tai chi, pengobatan alami, supranatural, jogging dan kegiatan santai untuk menghilangkan stress. Tempat ini cukup asri dan tenang dari kebisingan kota. Perjalanan kami dilanjutkan Summer Palace, namun sebelumnya kami makan siang dan melihat dari dekat proses pembuatan mutiara. Setelah itu kami menelusuri The Summer Palace terdapat bangunan kuno yang konon tempat ini tinggal the dragon lady dimana dragon man tinggal di temple of heaven. Menuju the Summer Palace kami tempuh dengan menggunakan perahu Naga dimana di tempat ini terdapat pohon, batu yang berumur ribuan tahun, taman dan tempat theater opera dragon lady. Perjalanan kami selesai sampai disini dan diantar ke hotel.

Tanggal 15 Juli 2010, Kunjungi Kantor China Radio International
Pada hari ini sekitar jam 08.00 kami menuju kantor CRI dengan menggunakan taxi, dimana alamat yang kami kantongi dalam tulisan mandarin dari petugas hotel dan sopir taxi langsung mengetahui alamat tersebut. Walaupun sopir yang kami jumpai tidak bisa berbahasa Inggris. Sekitar jam 08.30 kami sampai di kantor CRI, kantor yang berdiri megah di pusat kota Beijing di Shijingsan Lu. Saat tiba, kami menggunakan bahasa tubuh dan melihatkan tulisan yang kami kantongi dan diminta menuju ruang receptionist. Tak lama kemudian kami dijumpai oleh Bapak Li Shukun, ternyata masuk ke CRI tidak mudah sehingga harus melalui dua petugas keamanan ( Polisi atau Tentara kali ya..) dimana Bapak Li mengisi form membawa tamu. Saya melihat disiplin yang cukup bagus dari standarisasi keamanan dan membawa tamu ke CRI. Sesampai di studio CRI Bahasa Indonesia kami disambut oleh Bapak Nansa, Bapak Gu, Nn. Fransiska, Sdr. Liu Li (Yuli) dan Nn. Jenlin Pangestu. Kami pun berbincang-bincang dengan kakak penyiar yang ada di studio mengenai mendengarkan radio, kemungkinan kerjasama lebih banyak lagi dengan stasiun radio di Indonesia, dan pengalaman lainnya yang tak terlupakan. Tak lama kemudian kami bersama Nn. Fransiska mengisi acara BEIJING BANGET selama 20 menit yang akan diudarakan melalui radio ataupun live streaming. Setelah itu dilakukan penyerahan hadiah special secara simbolis yaitu sebuah piagam hadiah, kamus bahasa mandarin beserta CD, topi, payung  dan brosur CRI. Kemudian acara dilanjutkan dengan makan siang di sebuah restoran mewah untuk menikmati kuliner khas Beijing yaitu Peking Duck dengan menu lezat lainnya, termasuk kue tiga warna yang khas. Setelah itu kami kembali lagi ke studio CRI untuk pamitan dengan seluruh penyiar dan kru CRI sekalian pamitan untuk pulang besok hari ke Indonesia. Kamipun photo bersama dan photo di sekitar dalam dan luar gedung CRI. Akhirnya kami diantar pulang ke hotel.

Bertemu Wakil Kepala Seksi CRI Seksi Melayu
Di sela kegiatan di Seksi Indonesia kami juga meluangkan waktu untuk bertemu CRI Seksi Melayu dimana kami bertemu Wakil Seksi CRI Melayu, kami menyerahkan Buletin Mediator BLC dan beberapa gantungan kunci sebagai kenang-kenangan dari Borneo Listeners Club.

Moment yang tak terlupakan
Setiap moment perjalanan ini kami rekam melalui kamera dan video shooting untuk kenangan hidup yang dapat kami bagikan pengalaman ini kepada teman dan keluarga. Mudahan mereka tertarik untuk berkunjung ke Beijing. Beijing sangat mempesona dimana system pemerintahan sudah cukup baik, kepatuhan terhadap aturan sangat tinggi, disiplin dalam berbagai hal. Memiliki  transportasi yang memadai dari taxi, bus hingga Beijing busway yang bisa mengelilingi sudut kota Beijing. Busway sangat diminati karena dengan 2 Yuan dapat singgah di berbagai stasiun busway. Beijing juga merupakan kota yang memiliki peradaban yang tinggi yang memadukan tekhnologi modern dengan gedung pencakar langit, bangunan cagar budaya yang terpelihara sehingga menjadi pusat perhatian wisata dunia serta memiliki wisata kuliner yang menyajikan berbagai menu Asia dan Eropa.

Moment lain yang tak terlupakan saat tersesat jalan ke Silk Market, namun tersesat menjadi bekal keberanian untuk kami mencoba hal yang sama pada hari berikutnya dan akhirnya sampai dengan benar, disinilah dijumpai berbagai souvenir dengan harga terjangkau untuk oleh-oleh dibawa pulang buat teman dan keluarga.     

PERJALANAN WISATA KE BEIJING - 4

Perjalanan Menuju Indonesia
Tanggal 16 Juli 2010 sekitar jam 06.00 kami meninggalkan hotel menuju Bandara International Beijing dengan menggunakan pesawat Garuda dengan GA 891 untuk kembali ke Indonesia menuju Jakarta. Pesawat Garuda lepas landas dari Beijing jam 08.55 dengan waktu tempuh sekitar 6,5 jam. Rute ini tanpa transit sehingga sekitar jam 15.30 WIB kami telah sampai di Bandara Soekarno Hatta. Dengan nafas lega akhirnya kami sampai dengan selamat dan salam perpisahan dengan Bapak H Sunu yang kembali menuju rumahnya di Jakarta. Sementara saya melanjutkan perjalanan menuju Kota Pontianak.

PERJALANAN WISATA KE BEIJING - 5


Kami terkesan sekali akan keindahan tempat wisata di Beijing dimana perpaduan tekhnologi dan benda bersejarah sangat kontras dan saling mendukung untuk sebuah negeri wisata. Selain gedung-gedung pencakar langit dengan nilai arsitektur yang indah dan unik dibarengi oleh pelestarian cagar budaya yang diakui oleh UNESCO, sehingga berbondong-bondong orang ingin mengetahui dari dekat keajaiban Beijing.

Banyak hal yang saya amati dari perjalanan saya menelusuri wisata Kota Beijing yaitu :
1.       Pariwisata merupakan objek penghasilan yang menjanjikan di Beijing dan sangat banyak mendatangkan sumber pendapatan bagi rakyatnya dan bahkan devisa Negara bertambah.
2.       Agen pariwisata juga sangat banyak di Beijing dimana agen perjalanan ini tertata dengan rapi mendampingi perjalanan turis ke berbagai obyek wisata yakni selain menikmati panorama, peninggalan cagar budaya, turis juga diajak melihat pembuatan dan penjualan souvenir khas Beijing dimulai dari kain sutra, batu giok, keramik dan kerajinan tangan lainnya. Bahkan kita dibawa di tempat medical centre untuk melakukan pengecekan kesehatan turis yang telah penat dalam melakukan perjalanan keliling Beijing.
3.       Turis juga diajak menikmati kuliner khas kota Beijing dimana kuliner ini merupakan satu paket dengan perjalanan wisata kota Beijing.
4.       Cara melakukan management travel seperti ini yang harus dicontoh oleh tour dan travel dalam negeri, setidaknya departement pariwisata melakukan survey atau studi banding atas hal yang dilakukan secara tertata rapi, rute yang baku dan profesional
5.       Kedisiplinan dan kepatuhan rakyatnya untuk menjaga kebersihan dan  keamanan kota untuk membuat rasa nyaman dan aman bagi wisatawan.

Akhirnya kami ucapkan terima kasih atas undangan dari China Radio International, Bapak Li Shukun, Nona Nina, Bapak Liu Li, Bpk Gu, Bapak Nansa, Nona Fransiska dan seluruh kru CRI. Terima kasih atas keramahtamahan, kebaikan serta perhatiannya selama kami berada di Beijing. Sungguh sebuah perjalanan yang tak terlupakan dan menjadi catatan sejarah hidup kami yang baru pertama kalinya menginjak tanah Beijing. BEIJING MEMANG HEBAT, BEIJING BANGET…….( Ketua BLC )

Sayembara Radio Kerajaan Arab Saudi Periode 44 ( Juli – Agustus 2010)


Pertanyaan Sayembara Radio Kerajaan Arab Saudi Periode 44 ( Juli – Agustus  2010)

1.       Kapan terjadi perjanjian Hudaibiyyah ?
2.       Apa nama Universitas Neger satu-satunya khusus Perempuan di Arab Saudi ?
3.       Siapa penemu Internet ?

Kirim jawaban anda paling lambat akhir Agustus 2010 ke :

Radio Kerajaan Arab Saudi , Jeddah 21161 Saudi Arabia
(Sumber : RASSBI, Saripuddin/M)

Kuis Musim Panas Radio Jepang NHK


Kuis Musim Panas

Pilihlah satu kata yang menggambarkan panasnya/gerahnya musim panas di Jepang!

A. Mushi-mushi
B. Kara-kara
C. Teka-teka

Kirim jawaban sampai akhir Agustus ke Radio Jepang NHK World Kotak Pos 1245 Jakarta Pusat 10012 atau Indonesian Section Radio Jepang NHK World Tokyo 150-8001 Japan atau melalui situs www.nhk.or.jp/indonesian

Studi mendapati resiko kanker lebih tinggi di dekat pemancar ‘usang’ Vatican Radio


Studi mendapati resiko kanker lebih tinggi di dekat pemancar ‘usang’ Vatican Radio 

AFP, 14 July 1010,
“Suatu studi atas perintah pengadilan mendapati gelombang elektromagnetik yang diarahkan dari Vatican Radio menempatkan penduduk yang tinggal dekat dengan antena stasiun itu pada resiko kanker lebih tinggi, media Italia mengatakan hari Rabu. ... Juru bicara Vatikan mengatakan Tahta Suci akan segera mempublikasikan kesimpulan pakarnya sendiri dalam kasus ini.”

BBC News, 14 July 2010, David Willey: “Ada kaitan dan hubungan signifikan antara radiasi antena Vatican Radio dan kanker pada anak-anak, para periset mengatakan. Pakar Italia melihat tingginya jumlah tumor dan leukimia pada anak-anak yang tinggal dekat dengan pemancar Vatican Radio. 60 antena berdiri di desa-desa dan kota-kota dekat Roma. Vatikan mengatakan hal itu mengherankan dan akan mempresentasikan pendapat berlawanan di sebuah pengadilan Roma. ... Sekitar 60 antena baja yang tinggi berdiri di tanah pertanian milik Vatican. Mereka memancarkan acara Vatican Radio ke seluruh dunia melalui medium dan shortwave. Akan tetapi, sebagian besar teknologi itu sekarang telah usang, karena stasiun radio katolik di banyak negara menyiarkan kembali show Vatican Radio setelah mengambilnya dari internet.” -- Dan di banyak negara, stasiun lokal tidak menyiarkan kembali acara Vatican Radio.

Radio Business Report, 14 July 2010:
“Direktur radio, Federico Lombardi (mengatakan), ‘Vatican Radio selalu mematuhi petunjuk internasional tentang emisi elektromagnetik dan sejak 2001 telah mematuhi norma lebih ketat yang ditentukan Italia untuk menghilangkan keprihatinan penduduk di dekatnya.’ Berbicara di Vatican Radio, ia mengatakan: 'Menurut literatur ilmiah internasional tentang masalah tersebut, adanya hubungan secara kebetulan seperti itu, rupanya disimpulkan menurut laporan yang belum pernah dibuktikan.'”
(Sumber: www.kimandrewelliott.com)

VOA bahasa Spanyol ke Kuba pada era Apollo, “lebih baik dari sekarang” dan cerita-cerita shortwave lainnya


VOA bahasa Spanyol ke Kuba pada era Apollo, “lebih baik dari sekarang” dan cerita-cerita shortwave lainnya

National Catholic Register, 14 July 2010, Victor Gaetan:
“Oswaldo Paya Sardinas adalah pendiri Proyek Varela, upaya demokrasi yang paling powerful dalam sejarah Kuba akhir-akhir ini. 'Ayah saya memiliki sebuah radio trans-Atlantik, shortwave, yang dijual untuk keperluan militer. Ibu saya biasa mendengar Voice of America setiap hari. Saya masih mengingat nama-nama penyiarnya. Ada banyak informasi. Saya mendengar peluncuran Apollo, pelaporan yang sangat bagus. ... Stasiun radio tersebut biasa memenuhi kami dengan banyak emosi - itu lebih baik dari sekarang. Saya ingin mengatakan bahwa mereka selalu netral. Pada 1960an dan 1970an, pesan sebuah bangsa: dengan materi sejarah, olahraga, kebudayaan dan sangat cakap menyampaikan informasi dengan deskripsi yang unggul.” -- Lebih baik dari sekarang mungkin berarti VOA Spanish Service lebih baik dari Radio Marti sekarang.

Euronews, 15 July 2010, Pablo Pacheo mengatakan berbicara kepada euronews:
“Bukti kesalahan saya menurut pemerintah Kuba adalah kepemilikan saya untuk sebuah mesin ketik 1950an, tape recorder, pen, fax, lembaran kertas putih, buku-buku - sebagian besar tentang jurnalisme - sebuah radio shortwave.”

The Newton Kansan, 6 July 2010, James A. Marples: 
“Ketika saya muda, saya mendengarkan radio shortwave dan menulis kepada Radio Nederland dan Radio Moskow meminta kartu QSL. Surat-surat pos yang saya terima dari Republik Sosialis Uni Soviet saat itu, selama Perang Dingin semuanya terbuka dan tanpa segel. Jelas sekali surat-surat itu disensor dan pihak berwenang memastikan saya bukan mata-mata.” 

Times-Herald (Vallejo, CA), 3 July 2010, Kenneth Zadwick:
“Minat saya pada radio ham kembali ke tahun 1939 ketika saya berjalan pulang ke rumah dari bioskop dan melihat peralatan dalam jumlah besar melalui jendela sebuah ruang bawah tanah. Setelah memberitahu ayah, saya berpikir menemukan seorang mata-mata, ia menjelaskan tentang radio ham dan menyetel radio shortwave, saya kecantol. (Sumber: www.kimandrewelliott.com)