Jumat, 26 Maret 2010

Life Wall, mampu kenali gerakan tangan

PANASONIC dikenal dengan beragam produk elektronik yang menawarkan terobosan baru. Pada ajang the Combined Exhibition of Advanced Technologies (Ceatec) 2009, pabrikan asal Jepang itu kembali menyuguhkan kejutan di ranah produk elektronik untuk rumah tangga.Dalam pameran consumer goods yang diselenggarakan pada 30 September sampai 4 Oktober lalu itu, Panasonic memperkenalkan Life Wall. Produk tersebut merupakan televisi berukuran 150 inci.

Life Wall dibuat sebagai peranti elektronik yang menyajikan kemewahan bagi penggunanya. Produk tersebut dilengkapi sistem home theatre 3D berkualitas gambar high definition.
Selain itu, Life Wall punya fasilitas yang benar-benar memanjakan pengguna. Untuk mengoperasikan Life Wall dari jarak jauh, tidak perlu digunakan remote control. Pengguna cukup melakukannya dengan tangan karena Life Wall memang mampu merespons gerakan tangan manusia. Life Wall tidak hanya bisa dipakai untuk menonton siaran televisi. Layar beresolusi 4.096 x 2.160 piksel itu berfungsi mirip laptop. Bisa dipakai untuk melakukan video call, melihat gambar, mengakses internet, hingga menggunakannya sebagai layar pengontrol kamera keamanan di rumah.

Bahkan, bila dalam kondisi standby, Life Wall juga bisa berfungsi sebagai bingkai lukisan digital raksasa. Gambarnya bisa berubah-ubah secara otomatis. Untuk standar keamanan, terdapat fitur face recognition. Life Wall akan aktif setelah mengenali wajah penggunanya. Pengoperasian fitur-fiturnya melalui gerakan tangan. Mirip yang dilakukan Tom Cruise dalam film Minority Report.

Secara lengkap, belum didapat penjelasan berapa jarak maksimal sensor Life Wall mengenali gerakan tangan pengguna ataukah pengguna harus menempelkan tangan di layar. Namun, kehadiran Life Wall cukup menjadi pesaing Sony dengan televisi berlayar OLED tipisnya.Sebenarnya Life Wall bukan kali pertama dikenalkan pada ajang Ceatec 2009. Dua tahun lalu, Panasonic telah menunjukkan produk serupa. Namun, tampilan fisiknya masih berupa rangkaian frameless plasma TV, tidak berlayar utuh seperti yang ditunjukkan di CEATEC 2009. Ketika itu, ukurannya ''masih'' 110 inci. Untuk mengakses fiturnya pun, masih butuh remote control. Bentuknya mirip controller milik Nintendo GameCube.
(sumber : pontianakpost)

Mega Radio Gelar EDP

RADIO PT Radio Melati Gramedia (Mega) Mempawah, menggelar kegiatan evaluasi dengar pendapat (EDP). Kegiatan itu dalam rangka meningkatkan kualitas penyiarannya. Hadir Ketua Komisi Penyiaran Daerah (KPID) Kalbar, Yasmin Umar tersebut dilaksanakan di Gedung KNPI Mempawah. “Kegiatan EDP ini untuk bahan evaluasi dan masukan bagi PT Radio Gramedia Mempawah dalam  meningkatkan kualitas penyiaran di masyarakat,” kata Ramadhan, Kepala Studio Mega FM.

Hendaknya, saran, pendapat tersebut dapat kami tindaklanjuti dan direalisasikan dengan menyajikan siaran-siaran yang berkualitas bagi  warga  Kota Mempawah dan sekitarnya. Selain itu, dikatakannya, kegiatan EDP yang diselenggarakan pihaknya tersebut dalam rangka memenuhi persyaratan untuk mengantongi pergantian izin gelombang siaran yakni dari frekuensi 738 AM ke 105, 4 FM. “Pergantian gelombang frekuensi siaran ini guna memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah dalam hal penyiaran. Karenanya, saat ini kami telah berbenah diri untuk melakukan perbaikan baik dalam bentuk perangkat siaran maupun menyusun program-program acara yang berkualitas,” tuturnya.“Mudah-mudahan izin perpindahan gelombang frekuensi siaran ini disetujui oleh KPID. Sehingga, Mega Radio Mempawah tetap eksis dalam menyampaikan informasi-informasi dan penyiaran yang bermutu dan berkualitas di masyarakat,” harapnya.

Ditempat yang sama, Ketua KPID Kalbar, Yasmin Umar mengatakan, hasil EDP tersebut akan dijadikan bahan pertimbangan atas kelayakan penerbitan izin perpindahan frekuensi siaran Mega Radio Mempawah, dari frekuensi 738 AM ke 105, 4 FM.“Hasil EDP ini akan dibahas bersama oleh dewan KPID Kalbar untuk menerbitkan rekomendasi izin pergantian frekuensi. Terlebih berkaitan dengan layak atau tidaknya izin tersebut diterbitkan,” singkatnya.Kegiatan tersebut dihadiri oleh puluhan peserta undangan yang terdiri dari instansi vertikal, pelajar, dinas dan badan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pontianak. (sumber : pontianakpost) 
 

Alat Pengintai Anti Berisik


 Berburu foto dengan beragam momen memang menyenangkan. Tidak jarang kegiatan itu menjadi hobi bagi sebagian orang. Merasa kurang tertantang? Bisa mencoba Draganflyer X6 Helicopter. Alat itu bisa memberi sensasi berbeda dengan hobi Anda. DRAGANFLYER X6 HELICOPTER adalah alat mirip helikopter mini yang berfungsi sebagai pembawa kamera atau video recorder wireless. Alat tersebut didesain dengan memperhitungkan efektivitas tinggi. Badannya terbuat dari fiber karbon sehingga ia cuma berbobot 1 kg. Ukurannya minimalis, hanya 99 cm.
Bentuknya unik dengan enam baling-baling di tiga sisi. Fungsinya adalah sebagai pusat putaran dan penjaga keseimbangan. Setiap satu titik terdapat dua baling-baling dengan pemutar motor brushless. Dengan sistem peletakan tiga titik baling-baling itu, Draganflyer X6 Helicopter bisa bergerak lincah dan tepat sesuai kendali remote.
Dengan bentuk dan berat yang mini itu, Draganflyer X6 Helicopter sangat aplikatif digunakan untuk berbagai keperluan. Ia bisa digunakan di dalam dan luar ruangan dengan kecepatan maksimum 50 km/jam. Di luar ruangan, Draganflyer X6 bisa melewati kecepatan angin maksimal 30 km/jam.
Meski didesain dengan ide dasar helikopter, enam baling-baling Draganflyer X6 tidak menimbulkan suara berisik. Putaran motor brushless didesain memiliki efisiensi untuk meminimalkan suara berisik saat berputar.
Tidak ada kebisingan dari gear yang bekerja. Pada jarak 1 meter, ia hanya mengeluarkan bunyi sebesar 65 dB dan 60 dB pada jarak 3 m. Bagian peletakan kamera atau video wireless juga aman. Sebab, ia dilengkapi peranti antigetar. Hasil perekamannya pun bisa diandalkan.
Tempat meletakkan video dan kameranya bisa berputar 360 derajat. Selain itu, kamera bisa bergerak 90 derajat ke atas dan bawah. Kemampuan tersebut membuat kita bisa mengambil gambar dari berbagai angle.
Draganflyer X6 memang bukan mainan remote control biasa. Yang paling membuat alat itu beda adalah pengontrolnya. Kita bisa menerbangkannya bak pilot profesional meski tak pernah belajar terbang sebelumnya. Alat tersebut dilengkapi dengan 11 sensor onboard untuk menganalisis medan.
Ada tiga Solid State MEMS (Micro-Electro-Mechanical Systems) Gyros, tiga Solid State MEMS (Micro-Electro-Mechanical Systems) Accelerometers, tiga Magnetometers (sensor magnetik untuk mengetahui jenis lokasi geografis yang sedang ditempuh), satu Barometric Pressure Sensor (untuk mengetahui tekanan udara), dan satu GPS Receiver.
Dengan spesifikasi di atas, pengendali bisa mendeteksi posisi dan kondisi medan. Remote itu akan memberi tahu apa yang harus dilakukan pengendali untuk meng-handle semuanya. Kontrol jarak jauh pun bisa dilakukan dengan lebih aman. Pilot juga bisa bebas fokus dengan tugas yang lain, tidak hanya menerbangkan. Misal, merekam objek.
Alat itu bisa digunakan untuk militer maupun sipil. Di bidang militer, bisa digunakan untuk mata-mata. Cocok dengan mesinnya yang tak terlalu berisik. Untuk keperluan sipil, aplikasinya sangat luas. Draganflyer X6 Helicopter bisa digunakan untuk mengambil gambar dari udara dengan berbagai angle menarik.
Manfaatnya untuk bidang pendidikan juga menarik. Misal, untuk pengawasan pola hidup hewan liar saat pelajaran biologi.(Sumber : Pontianak Post )

Kamis, 25 Maret 2010

VOA Press Realese 23 Maret 2010


VOA BAHASA RUSIA MELUNCURKAN WEBSITE MOBILE

VOA memperkenalkan website baru untuk pengguna ponsel di federasi Rusia,  ru.voa.mobi secara otomatis menyesuaikan dengan setiap ponsel, memberikan akses mudah ke situs internet VOA bahasa Rusia. 
“Dengan lanskap media Rusia yang berkembang pesat, kita terus menyesuaikan dengan realita baru,” kata Elez Biberaj, Direktur VOA Divisi Eurasia. Dengan website baru itu kami ditempatkan untuk menarik pengguna Rusia yang ingin dengan cepat dan mudah mengakses berita dan informasi.
Semua konten teks, audio dan video VOA bahasa Rusia tersedia dalam situs mobile itu begitu juga layanan LiveJournal.blog yang diupdate beberapa kali sehari dengan komentar serta analisa para ahli terkemuka Rusia dan Amerika. Artikel yang dimuat juga mudah dishare di Facebook maupun Twitter. 
Pasar web mobile Rusia telah berkembang pesat, individu yang memiliki akses ke mobile phone bertambah 57 dari Agustus 2008 sampai Agustus 2009. Sekarang ini wilayah metropolitan Moskow memiliki layanan 3G yang membolehkan akses lebih cepat untuk penduduk kota.
VOA bahasa Rusia menjangkau audiensnya di Federasi Rusia dan bekas Republik Soviet secara eksklusif melalui internet dengan menawarkan berita terbaru juga wawasan tentang kebijakan Amerika, kehidupan orang Amerika serta reaksi orang Amerika terhadap peristiwa di Rusia dan bekas Uni Soviet. VOA bahasa Rusia juga aktif di Facebook, Twitter dan You Tube.


(Sumber:VOA Press Release 23 Maret 2010)

Selasa, 23 Maret 2010

Surat dari Anggota BLC, Bp Supar Hariyanto

                                                                      Ass wr. Wb
Mas Rudi yang berbahagia, bulletin BLC edisi Maret - Aprilnya  sudah saya terima dengan baik pada tanggal 23 February 2010 kemarin , dan tentunya saya mengucapkan terima kasih.
Menanggapi bulletin yang anda komandani, menurut saya isi dan layoutnya sudah cukup baik dan informative sekali bagi para penghobi siaran radio luar negeri. Namun masih ada catatan-catatan kecil yang menurut saya perlu ditingkatkan ataupun diperbaiki. Adapun tanggapan, saran dan usulan demi semakin kualitasnya bulletin kita ini, berikut hal-hal yang perlu diperhartikan antara lain :
 
1.     Mengenai nama Borneo Listener’s Club sebagaimana yang disarankan oleh Pak Toni Ashar (Depok) pada bulletin edisi ini agar nama tersebut ditinjau kembali dan selanjutnya dibakukan,. Pada prinsipnya saya setuju sekali. dan menurut hemat saya nama tersebut agak rancu dan mengandung arti yang kurang pas. Jadi kalau bisa (jika tidak salah) kata Listener’s dirubah menjadi Listeners saja (Berneo Listeners Club). Maka maknanya akan lebih luas yakni Klub Para pendengar Kalimantan bukan Klub milik pendengar orang-orang Kalimantan .
 
2.      Dalam rangka menyosialisasi nama club kita (BLC), mohon agar dibuatkan stiker BLC yang disertai dengan alamat blognya dan  ukurannya disesuaikan untuk dapat ditempel dikendaraan (speda motor atau mobil). Stiker tersebut selanjutnya dibagi-bagikan kepada anggota BLC baik yang lama maupun baru  Dengan nama BLC yang dipasang tersebut otomatis club kita dapat dikenal masyarakat pehobby siaran radio luar negeri di wilayah nusantara bahkan dimanca negara. Semoga!
 
3.      Info-info yang sifatnya jangka pendek dari Radio Luar Negeri (RLN) seperti kuis, pengumunan dan lainnya yang perlu direspon  secara cepat, saya setuju apabila info tersebut di muat di blog saja (bukan dibuletin) kecuali yang masanya panjang.
 
4.     Daftar anggota BLC, seyogyanya secara berkesinambungan dimuat dalam bulletin BLC khususnya untuk nama dan alamat anggota baru. Catatan status anggota perlu diperjelas seperti code M, MS, P etc.
 
5.    Untuk menambah dana klub kita khususnya untuk pengadaan sarana   Club Pendengar anda (redaksi), gimana kalau pengurus menyediakan kaos (T-shirt) identitas anggota club. Ini dapat dicoba dengan pengadaan awal  2 lusin dulu dengan harga yang terjangkau (maksimal Rp.50,000.00 termasuk ongkos kirim) dan apabila banyak direspon anggita bisa dicetak/diperbanyak  lagi. Tentunya nanti saya akan pesan duluan, hitung-hitung promosi juga kan ! 
 
Demikianlah saran dan usulan saya, mohon maaf bila ada tulisan yang tidak berkenan pengurus , akhirnya atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih,
 
Wassalam
 
Supar Hariyanto, Batang

Redaksi : Terima kasih Pak, Wah...ide yang bagus tentunya buat kemajuan BLC, namun terlepas dari sebuah optimisme kita berjalan sesuai kondisi dan kemamupan yang ada sambil menunggu partisipasi dari anggota dan menjaring anggota maupun simpatisan serta memperkenalkan klub kita ini kepada seluruh stasiun radio.
berkenaan dengan singkatan dimaksud adalah M=Member ; MS= Member of Simpatisan ; P=Partner ; S=Stasiun Radio, demikian untuk pengetahuan kita bersama dan surat ini akan kami muat di buletin berikutnya. Disini juga kami tunggu tanggapan dari peselancar website ini. Terima kasih. Salam.

Radio Cairo Schedule


EGYPTIAN RADIO & TV UNION ( ERTU)
BROADCAST  ENGINEERING


TENTATIVE  PROGRAM  SCHEDULE (A 10)
STARTING ON 28 /3 /2010


UTC
KHz
METERS
PROGRAM
TARGET AREA


0030-0430
11590
25
ARABIC
E.N.AMERICA

0045-0200
6270
49
SPANISH
N. AMERICA

0045-0200
9360
31
SPANISH
C. AMERICA

0045-0200
9915
31
SPANISH
S. AMERICA

0200-0330
6270
49
ENGLISH
E.N. AMERICA

0700-1100
15800
19
GENERAL  PROGRAM
W . AFRICA

1015-1215
15060
19
ARABIC
M . EAST

1215-1330
17870
16
ENGLISH
S . ASIA

1230-1400
15710
19
INDONESIAN
S . E . ASIA

  1300-1400
15065
19
DARI
W. AFGHANISTAN

1300-1600
15080
19
ARABIC
W . AFRICA

1330-1530
15040
19
PERSIAN
IRAN

  1400-1600
15065
19
PASHTOU
AFGHANISTAN

1500-1600
15780
19
UZBEKI
UZBEKISTAN

1530-1730
17810
16
SWAHILI
C . & E . AFRICA
1500-1600
13580
22
ALBANIAN
ALBANIA
1600-1700
15285
19
AFAR
E . & C . AFRICA
1600-1800
6270
49
URDU
S . ASIA
1600-1800
12170
25
ENGLISH
C . & S . AFRICA
1700-1730
15285
19
SOMALI
E . & C . AFRICA
1730-1900
15285
19
AMHARIC
E . & C . AFRICA
1700-1900
9280
31
TURKISH
TURKEY
1700-2300
9250
31
WADI  EL  NILE
SUDAN
1800-1900
6270
49
ITALIAN
EUROPE
1800-2100
9990
31
HAUSA
W . AFRICA


1900-0030
9295
31
VOICE  OF  THE  ARABS
E . AFRICA
1900-2000
9280
31

RUSSIAN

W . RUSSIA
1900-2000
6270
49
GERMAN
EUROPE
1900-2030
11510
25
ENGLISH
W . AFRICA
1900-0700
9305
31
GENERAL  PROGRAM
N. AMERICA & EUROPE       
2000-2200
6860
49
ARABIC
AUSTRALIA
2000-2115
6270
49
FRENCH
EUROPE
2030-2230
9280
31
FRENCH
W . AFRICA
2115-2245
6270
49
ENGLISH
EUROPE
2215-2330
9360
31
PORTUGUSE
S . AMERICA
2300-0030
11590
25
ENGLISH
W. N . AMERICA
2330-0045
9360
31
ARABIC
S . AMERICA
2330-0045
9250
31
ARABIC
C. AMERICA

Berita dari Radio Free Europe/Radio Liberty (RFE/RL)

RFE/RL Relocation “Exceptionally Smooth, Efficient and Cost Effective”

Meskipun ada tantangan merelokasi organisasi berita yang siaran 24 jam sehari ke 20 negara dalam 28 bahasa, laporan terbaru mengatakan kepindahan Radio Free Europe/Radio Liberty (RFE/RL) ke markas baru di Prague tahun lalu adalah “Exceptionally Smooth, Efficient and Cost Effective.” Menurut Kantor Inspektur Jenderal (OIG) Departemen Luar Negeri AS Dewan Gubernur Penyiaran (BBG), “Koordinasi yang teliti antara Deplu, RFE/RL dan kontraktor menghasilkan sebuah bangunan yang menyolok dan efisien.”
Pusat siaran RFE/RL yang baru mengakomodasi 500 karyawan berlokasi di Hagibor, 10 menit dari pusat kota. Bangunan 5 lantai seluas 236.000 km persegi menonjolkan infrastruktur siaran terbaru dan teknologi multimedia serta mengikuti standar tertinggi efisiensi dan keamanan.
“Kami berterima kasih kepada BBG, orang Czech dan pihak berwenang AS yang mendukung upaya kami membangun markas besar yang dilengkapi untuk menghadapi tantangan broadcasting abad 21,” kata Presiden RFE/RL Jeffrey Gedmin. 
OIG mengkhususkan pentingnya menempatkan manajemen senior RFE/RL dan karyawan dalam komunikasi saat perpindahan itu.
“Banyak karyawan awalnya merasa ragu akan kepindahan dan bangunan yang baru, tapi seiring dengan kepindahan dan penempatan mereka, hal itu teratasi dengan antusiasme dukungan karena arus komunikasi yang konsisten sepanjang proyek tersebut,” menurut laporan itu.
Kantor RFE/RL sebelumnya berada di Prague, bekas bangunan parlemen komunis cekoslovakia, sekarang diubah menjadi museum nasional Republik Czech.


(Sumber: RFE/RL Press Release) red_java