Kamis, 07 Januari 2010

Rencana Perubahan Frekuensi Voice Of Vietnam

Hallo Listeners, Redaksi kali ini menerima email dari Voice Of Vietnam tentang rencana perubahan frekuensi dimana hal ini merupakan komitmen penyiaran VOV untuk memperkuat penerimaan siaran di kawasan Asia oleh sebab itu dimohon bantuan para pendengar ( DXer ) untuk memantau frekuensi1242 KHz dalam semua siaran yaitu pada jam siaran : 17.30 WIB, 20.00 WIB, 01.30 WIB dan siaran ulang di esok harinya jam 06.00 WIB da 02.30 WIB.

Kami berharap pendengar, DXer dapat memberikan penilaian tentang kualitas-nya kepada VOV. VOV ingin memilih frequency yg paling  kuat dan  bermanfaat untuk VOV.
 
Kami berterimakasih banyak atas bantuan dan dukungan semua pendengar VOV. Salam ( VOV/red_blc)
 

Rabu, 06 Januari 2010

DW inbox question of the month

Win a radio and some other super prizes just by answering the following question,

Where and when the first ever World Cup tournament took place?


a. Portugal
b. Mexico
c. URUGUAY 1930

You have until the 31st of January to get your answer sent off to inbox@dw-world.de or +491601481000 as a text message.

Senin, 04 Januari 2010

Ketua BLC, in website Radio Australia

Rudi Hartono, Indonesian listener

Radio Australia is the first international broadcaster I’ve ever heard, 22 years ago, in 1987, through my neighbour’s radio. The distinctive sound of the kookaburra is still clear in my mind, waking up its listeners, as a sign that Radio Australia is starting to fill the air.  That’s when I started my interest in Radio Australia and started listening, although not daily. Radio Australia has a clear voice, familiar broadcasters, and its content is interesting, complete and comprehensive.
There are many souvenirs I’ve received from Radio Australia, like the ‘loyal listener’ plaque, a t-shirt with a picture of a kangaroo holding a microphone, Oska Leon’s signature on the present from his show, and I still keep carefully the program guide with pictures of Enny Wibowo and Hidayat Djajamihardja on it.
The most memorable event was when I met Hidayat personally in Meet and Greet in Solo in 2008. I started listening to Hidayat’s voice since I was in junior highschool, decades ago, and then also when Radio Australia started a partnership with a local Radio in Pontianak.  That was a priceless happiness in my history of listening to radio.
What is clear is that I love Radio Australia and I will always want to be together with it. Happy 70th anniversary, I hope Radio Australia becomes a favorite with listeners and can be a radio station that is loyal with its listeners.

About the author

Rudi Hartono (right, wearing a cap) is the founder of the Borneo Listeners’ Club in Indonesia.


DW Sports Quiz Jan, 2010


Hi Listeners, This is a quiz from DW English service on January, 2010. Hope u can be follow it !

The question is:
Which team has won the last two editions of the African Cup of Nations?
a. Morocco
b. Ghana
c. EGYPT

Please send your answers no later than January 31st to sport.english@dw-world.de 

The winner will receive a shortwave radio and the four runners-up will each get a Deutsche Welle football.
sumber : DW (red_java)

Temu Pendengar Borneo Listeners Club 2010


Tahun Baru 2010 (010110)  memberi makna buat Borneo Listeners Club. Bagaimana tidak pada tanggal 31 Desember 2009 sampai pergantian tahun baru cuaca hadir dengan tidak menentu, hujan yang lebat. Dengan hati berdebar menunggu datangnya hari esok dan doa semoga besok menjadi hari penentu kehadiran undangan deklarasi BLC. Sejak subuh saya sudah bangun dan alhamdulillah cuaca muncul dengan cerahnya. Inilah yang menjadi kelegaan hati saya dan berharap acara ini akan berlangsung dan dihadiri oleh para undangan . BLC10-1
Temu Pendengar diadakan di Halaman Sekretariat Borneo Listeners Club di Jalan Penjajap Timur 3A PEMANGKAT Kalimantan Barat. Acara sebenarnya sudah dimulai jam 07.00 WIB ( pagi hari ) dengan mengundang pemuka masyarakat dan tetangga untuk acara syukuran dan pembacaan doa. Kemudian dilakukan persiapan tempat, konsumsi dan menunggu undangan yang hadir. Acara deklarasi dimulai jam 16.00 WIB s/d 17.30 WIB ( 2 jam lebih lambat dari rencana semula yang direncanakan jam 14.00 WIB-17.00 WIB). Walau demikian saya bersyukur acara ini dapat terselenggara dengan baik.
Isi acara Temu Pendengar tersebut dirangkai sebagai berikut :
1. Kata sambutan dari Ketua BLC
2. Kata sambutan dari perwakilan pendengar
3. Perkenalkan VOV dan klub pendengar ( Mapem Club, Always Group dan MMC )
4. Peluncuran Buletin MEDIATOR
5. Pembacaan Doa
6. Acara Santai ( makan bersama )
7. Pembagian door prize dari VOV dan RTISI.

8. Photo bersama.



Acara kali ini dihadiri oleh 28 orang peserta dengan 2 sesi jumpa dimana ada 22 orang yang ikut acara dari awal acara dan 6 orang yang datang terlambat. Namun semua saya abadikan buat  seluruh anggota BLC , stasiun radio luar negeri dan VOV, sebagai sponsor tunggal souvenir radio luar negeri.
Rudi Hartono
BLC10-11
Akhirnya saya ucapkan terima kasih kepada seluruh anggota, simpatisan yang mendukung acara ini. Saya ucapkan setinggi2nya buat Bapak Eddy Setiawan, Bapak Siz Iskandar, Ibu Thuy dari Voice Of Vietnam yang pada pagi hari tanggal 1 Januari 2010 telah berkirim email, Ibu Sofia A. Taba, Hindun, Summase Sanjaya, Aris Tiyanto, Saripuddin, dan semua rekan2 yang telah memberi SELAMAT baik via SMS, Facebook maupun email.
Tanpa dukungan anda, BLC bukanlah apa-apa. 

Semoga BLC ini dapat memberi warna bagi kita semua dan langgeng tentunya, amien ( Ketua BLC )
 

Sabtu, 02 Januari 2010

VOA Press Realease Dec 31, 2009

APLIKASI iPhone BARU MEMUNGKINKAN PENGGUNA DI IRAN MENGIRIMKAN KONTEN KE VOA PERSIAN NEWS NETWORK 

VOA telah memperkenalkan applikasi baru yang akan memungkinkan pengguna di Iran untuk mendownload dan mengirim konten ke VOA Persian News Network (PNN) dengan iPhone. 

“Applikasi baru ini memberikan kesempatan unik bagi orang Iran untuk mendapatkan berita terbaru melalui perangkat mobile mereka dan berbagi dengan dunia berita yang terjadi di negara mereka.” kata pejabat Direktur PNN Alex Belida. “Ini adalah cara inovatif untuk memperluas jangkauan kami dan memperdalam hubungan kita dengan audiens penting VOA.” 

Applikasi ini memungkinkan para pengguna Apple iPhone dan Android Phones untuk mendapatkan berita terbaru dari PNN, dengan satu klik, untuk mengirim link ke VOA melalui halaman facebook dan twitter serta akun email. Applikasi ini akan segera tersedia di toko online Apple, situs web PNN (http://www1.voanews.com/persian/news/), PNN facebook dan akun twitter. 

Applikasi tersebut dirancang oleh Intridea sebuah perusahaan yang berbasis di Washington, juga memberikan kepada jurnalis berkewarganegaraan Iran  kesempatan menggunakan iPhone dan Android Phones untuk mengirim video dan gambar yang diambil dengan perangkat mereka ke situs web yang aman dimana editor VOA PNN dapat mendownload gambar dan mereviewnya untuk kemungkinan penggunaan dalam siaran dan web posting. 

“Applikasi ini memberdayakan orang Iran pada saat pemerintah melancarkan tindakan keras terhadap demonstran oposisi,” kata Belida. “Seperti pada pemilu awal tahun ini, VOA Persian Service tetap menjadi sumber berita dan informasi utama bagi rakyat Iran.


(pubaff@voa.gov)by red_java

Sekilas Tentang Radio Cairo Seksi Indonesia

Sekilas Tentang RCSI
Oleh: Ahmad Nadhif Abdul Mujib

RCSI merupakan salah satu dari 26 seksi bahasa asing pada Radio Cairo.
Pada awalnya, Radio Cairo merintis siaran ke luar negeri pada bulan
Oktober 1953 dengan tiga seksi saja, yaitu Seksi Bahasa Arab, Seksi
Bahasa Urdu dan Seksi Bahasa Indonesia.

Berikutnya seksi bahasa asing pada Radio Cairo itu bertambah hingga
mencapai 34 seksi, mayoritas dari bahasa-bahasa Afrika. Kemudian pada
dua tahun terakhir diadakan sejumlah pembaharuan hingga kini menjadi
26 seksi saja.

Tujuan awal pembentukan siaran-siaran bahasa asing itu utamanya adalah
untuk mendukung gerakan-gerakan perjuangan kemerdekaan dari para
penjajah yang memang banyak terjadi di negara-negara Afrika dan Asia.
Tidak boleh dilupakan bahwa almarhum Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser
bersama almarhum Presiden Soekarno adalah dua tokoh utama yang
membidani lahirnya Gerakan Non Blok (GNB) melalui Konferensi
Asia-Afrika (KAA) di Bandung.

Ketika berikutnya masa-masa imperialisme itu berlalu dari pentas
sejarah kekinian, maka fungsi siaran-siaran bahasa asing pada Radio
Cairo kemudian lebih distressingkan sebagai wahana mempererat hubungan
bilateral di berbagai sektor. Lebih dari itu, keberadaan siaran-siaran
bahasa asing yang ditangani langsung oleh para penyiar berkebangsaan
asli dari negara yang bersangkutan adalah sekaligus merupakan ‘duta’
Mesir yang diharapkan mampu langsung menyentuh seluruh lapisan
masyarakat negara yang bersangkutan. Ini karena para penyiar itu
berdialog bersama para pendengar dengan menggunakan bahasa ibu
sendiri.

Oleh sementara pendengarnya, RCSI ditengarai sebagai salah satu (atau
satu-satunya?) radio bernafaskan Islam moderat. Ini tidak mengherankan
karena RCSI mengusung faham-faham Islam moderat yang menjadi ciri
intrinsik Al Azhar Al Syarif. Namun begitu, materi siaran RCSI tidak
semata-mata dipenuhi oleh acara-acara keagamaan. Ada materi budaya,
sosial, politik, seni dan lain sebagainya.

Kritik dan saran Anda demi perkembangan RCSI, selamanya akan selalu
menjadi harapan kami.( red_java )